19 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.

Dr. Siti Aisyah, M.Pd.

Dalam tayangan video sudah terlihat dengan jelas saat guru membuka pembelajaran dan mengisi pembelajaran sedangkan untuk penutup pembelajaran belum terlihat jelas. Penggunaan strategi, pendekatan, metode, dan media sudah terlihat. Sedang untuk evaluasi belum terlihat. Guru mengajak anak untuk dapat duduk tenang dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu konsentrasi teman (taat pada peraturan) merupakan salah satu yang ada di kompetensi dasar pada kurikulum.

Tri Ekowati

19 Replies to “Anak Ribut Di Kelas Saat PBM

  1. Nama: Aulia Nurul Fajri Zulkipli
    NIM; 860188243

    video tersebut memperlihatkan gambaran yang menarik mengenai interaksi anak di kelas PAUD. Dalam video tersebut, anak terlihat aktif dan bersemangat dalam video ini, meskipun terkadang suasana menjadi sedikit ribut, itu mencerminkan sifat alami anak-anak yang sangat aktif dan ingin tahu. Pengamatan menunjukkan bahwa video tersebut menunjukkan bagaimana anak-anak berinteraksi satu sama lain sepanjang proses pembelajaran. Interaksi menunjukkan bahwa anak-anak senang berbicara dan berbagi ide, meskipun ada kebisingan. Ini menunjukkan bahwa anakmerasa aman di tempat belajar mereka. Kebisingan yang berlebihan di kelas juga menjadi masalah bagi guru dalam memimpin kelas. Video tersebut merupakan contoh nyata mengenai keadaan kelas yang tidak teratur dapat mengganggu pembelajaran di kelas.

  2. Video tersebut menggambarkan upaya guru dalam mengelola kelas, khususnya dalam menghadapi anak-anak yang ribut saat pembelajaran berlangsung. Pendekatan yang dilakukan guru sudah cukup tepat, yaitu dengan mencari tahu penyebab perilaku anak sebelum memberikan penanganan. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak langsung memberi hukuman, tetapi berusaha memahami kebutuhan dan kondisi anak.

    Penggunaan tepuk-tepuk untuk menenangkan anak merupakan strategi yang efektif dalam menarik kembali perhatian anak. Cara ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang lebih responsif terhadap aktivitas yang menyenangkan dan ritmis.

    Selain itu, ketika anak mulai terlihat bosan, guru mengambil langkah dengan memindahkan kegiatan ke luar kelas (outdoor). Ini merupakan keputusan yang baik karena lingkungan belajar yang bervariasi dapat meningkatkan minat dan semangat belajar anak.

    Dari video tersebut dapat direfleksikan bahwa:

    Guru sudah menerapkan pendekatan yang ramah anak dan tidak otoriter.
    Kegiatan pembelajaran dibuat fleksibel dan tidak monoton.
    Guru peka terhadap kondisi emosional dan kebutuhan anak.

    Namun, ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan:

    Guru dapat menyiapkan kegiatan cadangan sebelum anak mulai bosan agar transisi lebih terencana.
    Perlu adanya aturan kelas yang disepakati bersama agar anak belajar disiplin sejak awal.
    Guru juga bisa mengombinasikan dengan variasi metode lain seperti permainan edukatif atau lagu.

    Secara keseluruhan, video ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik pada anak usia dini membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan pemahaman terhadap karakter anak, sehingga suasana belajar tetap kondusif dan menyenangkan.

  3. Nama : Arista O.A
    NIM : 877959457

    Menurut saya terlihat bahwa guru tidak langsung menghukum, melainkan berusaha mencari penyebab perilaku siswa. Ini langkah yang tepat, karena keributan di kelas sering kali bukan sekadar masalah disiplin, tetapi bisa karena bosan, tidak paham materi, atau kurangnya variasi pembelajaran. Penggunaan metode seperti “tepuk” juga menunjukkan pendekatan yang interaktif dan menarik perhatian siswa.
    Selain itu, ide memindahkan pembelajaran ke luar kelas (outdoor) merupakan solusi yang baik untuk mengatasi kebosanan. Lingkungan baru bisa meningkatkan semangat belajar dan membuat siswa lebih aktif.
    Namun, ada beberapa hal yang bisa dikritisi:
    Solusi yang diberikan masih terlihat jangka pendek (menenangkan saat itu saja), belum menyentuh pencegahan jangka panjang.
    Belum dijelaskan bagaimana guru menyesuaikan metode pembelajaran agar siswa tidak cepat bosan sejak awal.
    Perlu juga strategi lain, seperti pengelolaan kelas, variasi media pembelajaran, atau keterlibatan siswa secara aktif.

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Bismillah.
    Mohon ijin untuk menanggapi video di atas :

    Nama : Sri Rahayu
    NIM : 877800862
    UPBJJ : Jakarta

    Mengenai anak yang tidak mau antre berbaris dan ribut di kelas saat kegiatan belajar mengajar (KBM) menunjukkan bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang wajar pada anak usia dini.

    Pada tahap ini, anak masih berada dalam proses belajar mengendalikan diri, memahami aturan, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Keinginan untuk bergerak, berbicara, dan berekspresi sering kali lebih dominan dibandingkan kemampuan untuk disiplin dan menunggu giliran.

    Dari video tersebut, saya memahami bahwa peran guru sangat penting dalam mengelola kelas agar tetap kondusif. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing perilaku anak melalui pembiasaan yang konsisten.

    Tindakan yang dilakukan Guru menghadapi anak yang tidak mau disiplin ketika berbaris sudah tepat yaitu :
    1. Mendekati anak dengan kasih sayang.
    2. Memberikan penjelasan yang sederhana.
    3. Membuat jadwal posisi berbaris untuk anak setiap harinya secara bergantian .

    Dapat juga kegiatan berbaris dikemas secara menarik, misalnya melalui permainan, lagu, atau penggunaan aba-aba yang menyenangkan, sehingga anak lebih termotivasi untuk mengikuti aturan antrian.

    Selain itu, penerapan aturan kelas yang jelas dan sederhana perlu dilakukan sejak awal, serta disampaikan dengan cara yang mudah dipahami anak. Guru juga dapat memberikan penguatan positif, seperti pujian atau penghargaan sederhana kepada anak yang sudah mau antre dan tertib, sehingga dapat menjadi contoh bagi teman lainnya.

    perilaku anak yang tidak mau antre dan ribut bukan semata-mata bentuk ketidak disiplinan, tetapi bagian dari proses perkembangan sosial dan emosional yang perlu dibimbing secara tepat. Oleh karena itu, guru dituntut untuk sabar, konsisten, dan kreatif dalam menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini agar suasana kelas tetap tertib, nyaman, dan menyenangkan.

    Terima Kasih.

  5. Assalamualaikum wr.wb izin menanggapi vidio ini.
    1. Inti Permasalahan
    Dalam pembelajaran PAUD, kondisi anak ribut di kelas merupakan hal yang wajar terjadi karena:
    Anak usia dini memiliki energi tinggi dan suka bergerak
    Rentang perhatian anak masih pendek
    Anak mudah merasa bosan jika kegiatan monoton
    2. Strategi Guru dalam Video
    Berdasarkan sinopsis, langkah yang dilakukan guru sudah tepat, yaitu:
    Mengidentifikasi penyebab anak ribut terlebih dahulu
    Menenangkan anak dengan kegiatan tepuk (tepuk diam, tepuk semangat)
    Mengalihkan kegiatan agar lebih menarik
    Memindahkan pembelajaran ke luar kelas (outdoor) saat anak bosan
    Pendekatan ini menunjukkan bahwa guru:
    Tidak langsung memarahi anak
    Menggunakan cara yang ramah dan sesuai perkembangan anak
    3. Analisis (Refleksi Pembelajaran)
    Dari kegiatan tersebut, dapat dianalisis bahwa:
    Guru sudah menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak
    Menggunakan strategi aktif dan menyenangkan
    Mengelola kelas dengan pendekatan emosional dan psikologis, bukan hukuman
    Namun, masih bisa ditingkatkan pada:
    Penutup dan evaluasi pembelajaran yang belum terlihat jelas
    4. Solusi Tambahan yang Bisa Diterapkan Guru
    Selain yang ada di video, guru juga bisa:
    Menggunakan ice breaking (lagu, gerak, tepuk variasi)
    Memberikan aturan kelas sederhana dan konsisten
    Mendekati anak secara personal jika hanya beberapa yang ribut
    Memberikan kegiatan alternatif sesuai minat anak (mewarnai, bermain peran)
    Menurut pendapat saya vidio tersebut sangat menarik dan ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dalam kutipan vidio tersebut. Disini saya dapat menyimpulkan bahwa mengatasi anak ribut di kelas tidak cukup melarang,tetapi perlu : memahami penyebaba perilaku anaka ,menggunakan strategi kreatif dan menytenangkan,menciptakan suasana belajar yaang aktif dan tidak membosankan. terima kasih wassalam .

Komentar