75 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.

Dr. Siti Aisyah, M.Pd.

Dalam tayangan video sudah terlihat dengan jelas saat guru membuka pembelajaran dan mengisi pembelajaran sedangkan untuk penutup pembelajaran belum terlihat jelas. Penggunaan strategi, pendekatan, metode, dan media sudah terlihat. Sedang untuk evaluasi belum terlihat. Guru mengajak anak untuk dapat duduk tenang dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu konsentrasi teman (taat pada peraturan) merupakan salah satu yang ada di kompetensi dasar pada kurikulum.

Tri Ekowati

75 Replies to “Anak Ribut Di Kelas Saat PBM”

  1. Assalamualaikum wr.wb
    Izin menanggapi video ini.
    Nama: Renifatul Kamila
    NIM : 860282975
    Kondisi yang digambarkan pada video tersebut juga terjadi pada saat pembelajaran dikelas sehingga saya juga melakukan tips dan trik yang diberikan selain itu juga saya melakukan kesepakatan kelas sebelum pembelajaran dikelas agar anak tetap kondusif.

    1. Assalamualaikum
      Nama : Ratri Saka Ningrum
      Nim: 858489973

      Izin menanggapi video di atas
      Video tersebut sudah menyampaikan solusi yang tepat dan praktis dalam mengelola kelas, terutama langkah awal untuk menenangkan siswa terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembelajaran. Strategi yang ditawarkan juga cukup adaptif karena membedakan pendekatan berdasarkan jumlah anak yang membuat keributan serta menyediakan aktivitas pengalihan bagi anak yang sudah selesai mengerjakan tugas. Namun, penggunaan peluit sebaiknya diganti dengan metode yang lebih ramah anak seperti lagu transisi atau tepuk bernada agar tidak mengejutkan siswa, serta perlu ditambahkan langkah untuk memahami penyebab utama anak berbuat ulah agar penanganannya lebih tuntas.

  2. Izin menanggapi video diatas. Anak yang ribut memang sering terjadi di lingkungan kelas. Dan cara penyelesaian yang paling sesuai memang dengan cara menyediakan beragam kegiatan (tepuk, media, permainan) agar anak tidak mudah bosan dan menyebabkan keributan anat anak. Mengenali emosi anak dan mengetahui penyebab keributan juga sangat penting diketahui oleh guru agar di kemudian hari tidak terjadi lagi keributan yang sama dan KBM dapat berjalan dengan kondusif

  3. Menurut saya, video ini memberikan gambaran tentang keadaan ketika anak ribut atau kurang memperhatikan saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Hal tersebut dapat terjadi karena anak merasa bosan, kurang tertarik, atau membutuhkan kegiatan yang lebih menyenangkan.

    Manfaat yang saya dapat adalah saya belajar bahwa guru perlu membuat kegiatan yang menarik dan sesuai dengan usia anak. Guru juga perlu mengatur kelas dengan sabar dan memberikan aturan yang sederhana agar anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

    Masukan dan saran saya untuk kedua video tersebut, sebaiknya video memberikan lebih banyak contoh cara guru menghadapi masalah anak secara langsung. Dengan adanya contoh yang lebih banyak, guru akan lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

    1. Selamat malam
      Nama: Endriyani
      Nim :877720006
      Dari video ini terlihat permasalahannya yang sering terjadi di paud yaitu anak ribut di kelas dan tidak fokus saat pembelajaran .Hal ini wajar karena karakteristik anak usia dini yang memiliki rentan konsentrasi pendek dan mudah bosan jika pembelajaran monoton dikelas .
      Upaya yang dilakukan :
      1 guru tidak menghukum anak yg ribut
      2.mencari akar masalah
      3.dengan pembelajaran outdor dan menarik

      Sebagi guru Paud saya belajar bahwa anak ribut bukan berarti nakal tapi bisa jadi sebagai tanda anak bosan dengan metode kita kita harus kreatif mengganti suasana,media,dan tempat belajar,dan rencana kedepan akan menerapkan pembelajaran yg bervariasi

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    NAMA : Uci Aulia Ramadani
    NIM :856536705

    Setelah menyimak video pembelajaran ini, menurut saya cara guru dalam menghadapi anak yang ribut di kelas cukup menarik. Guru terlebih dahulu berusaha mengenali penyebab anak ribut, kemudian memberikan kegiatan berupa tepukan untuk membantu menenangkan dan mengarahkan perhatian anak kembali pada pembelajaran. Ketika anak mulai merasa bosan dengan kegiatan di dalam kelas, guru juga memberikan alternatif dengan memindahkan kegiatan pembelajaran ke luar kelas atau outdoor. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa guru perlu memahami kondisi dan kebutuhan anak sebelum menentukan cara mengatasinya. Pembelajaran yang bervariasi juga dapat membuat anak lebih nyaman, aktif, dan tidak mudah merasa bosan. Video ini memberikan saya pembelajaran bahwa sebagai pendidik PAUD, kita perlu bersikap sabar dan kreatif dalam menghadapi berbagai karakter anak di kelas.

    Demikian pendapat saya mengenai video pembelajaran ini. Semoga apa yang saya pelajari dari video ini dapat saya terapkan dalam kegiatan pembelajaran bersama anak usia dini.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  5. Menurut saya, strategi guru dalam video tersebut sangat baik karena guru tidak langsung memarahi anak yang ribut, tetapi terlebih dahulu mencari tahu penyebabnya. Hal ini penting karena perilaku anak bisa muncul karena bosan, kurang tertarik, atau membutuhkan aktivitas yang lebih menyenangkan. Penggunaan tepuk dapat membantu mengembalikan perhatian anak dengan cara yang menyenangkan.
    Jika anak merasa bosan selama pembelajaran di dalam kelas, kegiatan outdoor juga bisa menjadi alternatif yang menarik. Anak dapat belajar sambil bergerak dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Menurut saya, guru perlu membuat kegiatan yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan anak agar suasana pembelajaran tetap nyaman, menyenangkan, dan kondusif.

Leave a Reply