255 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yang diterapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas, kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan di lapangan.

Badru Zaman

Secara umum tujuan tayangan video dalam pembelajaran sudah tercapai, yaitu menggambarkan kondisi anak yang sulit berimajinasi ketika diminta guru untuk menggambar serta alternatif pemecahan masalahnya. Kesulitan anak berimajinasi ini muncul terutama ketika guru terlebih dahulu memberikan contoh gambar kepada anak. Anak cenderung meniru apa yang digambar oleh guru.

Berdasarkan tayangan video, kegiatan yang dilakukan oleh guru terpotong (langsung kegiatan guru memberikan contoh gambar pada anak); sehingga tidak terlihat kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh guru.

Pendekatan atau strategi yang digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan anak tersebut sudah tepat, yaitu meminta anak untuk melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga anak dapat menggambar sesuai apa yang dilihatnya.Usulan perbaikan: sebaiknya ditambahkan sedikit teori tentang tahapan perkembangan kognitif anak, khususnya mengenai tahap imitasi (meniru), sehingga penyampaian permasalahan dapat lebih diperkaya.

Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.

Secara keseluruhan dalam tayangan video pembelajaran, guru mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan kegiatan menggambar bebas serta anak diberi kebebasan untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya namun dalam isi bembelajaran anak anak anak menemukan hambatan untuk mengambar, agar anak anak dapat menuangkan ide ide cemerlang guru mengajak anak didik untuk melihat benda –benda yang ada disekitar sekolah dengan begitu anak didik dapat langsung melihat media yang akan dituangkan lewat menggambar sesuai tingkat perkembangan anak didik dan kegiatan pembelajaran menggambar bebas sesuai kurikulum yang berlaku.

255 Replies to “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar

  1. Izin saya Amran mengomentari Video “Anak Sulit Berimajinasi saat Menggambar”
    Video yang sangat inspiratif Pendekatannya terasa hangat dan mendukung, sehingga anak tidak merasa tertekan saat mencoba berimajinasi. Memang setiap anak punya cara berkembang yang berbeda, dan pendampingan seperti ini sangat membantu membuka kreativitas mereka. Semoga semakin banyak anak yang berani mengekspresikan ide-idenya melalui gambar

  2. Nama : SAFRIA herviza
    Nim : 855901759

    Setelah nonton video ini mengenai kesulitan anak dalam berimajinasi saat menggambar, saya menyadari bahwa kegiatan menggambar pada anak usia dini bukan sekadar aktivitas menggoreskan pensil atau krayon, melainkan sebuah proses kognitif yang kompleks yang melibatkan daya pikir, visualisasi, dan kreativitas.Saya menjadi paham bahwa ketika seorang anak tampak bingung, diam saja, atau hanya membuat coretan acak di atas kertas, hal tersebut bukan berarti anak tersebut malas atau tidak berbakat seni, melainkan kemungkinan besar ia mengalami hambatan dalam memvisualisasikan apa yang ada di dalam pikirannya ke dalam bentuk gambar. Imajinasi anak masih terbatas pada apa yang pernah mereka lihat dan alami secara langsung. Jika wawasan visual mereka kurang, maka ide yang akan dituangkan pun akan sulit muncul.Hal ini mengajarkan saya sebagai calon pendidik untuk lebih peka dan tidak terburu-buru menilai hasil karya anak. Kritik atau perbandingan dengan anak lain justru akan mematikan semangat dan rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, tugas utama pendidik adalah menjadi fasilitator yang memberikan rangsangan (stimulasi) yang tepat, seperti mengajak anak mengamati objek nyata, bercerita, atau memberikan contoh visual agar “jendela imajinasi” anak terbuka lebar., kemampuan menggambar tidak serta-merta muncul begitu saja, melainkan perlu dilatih dan dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan bimbingan yang sabar. Menggambar adalah jendela dunia anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan pikirkan.

  3. Nama: SRI WERDININGSIH877686132

    Komentar:
    Video ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman bahwa kemampuan anak dalam memegang pensil tidak bisa dipaksakan, tetapi harus melalui tahapan perkembangan motorik halus terlebih dahulu. Kegiatan yang ditunjukkan seperti memindahkan air dengan spons, membuka gembok, serta memasang kancing merupakan contoh stimulasi yang sederhana namun efektif untuk melatih kekuatan dan koordinasi jari anak.

    Saya melihat bahwa pendekatan yang digunakan guru sudah tepat, yaitu melalui kegiatan bermain yang menyenangkan sehingga anak tidak merasa terbebani. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD yang menekankan belajar sambil bermain. Selain itu, sikap guru yang sabar dan tidak memaksa juga menjadi kunci keberhasilan dalam membantu anak berkembang sesuai tahapannya.

    Menurut saya, video ini dapat menjadi inspirasi bagi guru maupun orang tua untuk lebih kreatif dalam memberikan stimulasi motorik halus menggunakan media yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, anak akan lebih siap dalam belajar menulis dan berkembang secara optimal.

  4. Nama : Valdin Astrian Setyaningrum
    NIM :877859412
    Video tersebut menunjukkan pendekatan yang tepat karena guru memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan ide sesuai minatnya, sehingga tidak merasa tertekan saat menggambar. Mengajak anak keluar kelas juga efektif karena memberikan pengalaman langsung yang dapat merangsang imajinasi. Selain itu, kegiatan bercerita membantu anak menghubungkan pengalaman dengan gambar yang dibuat. Strategi ini baik untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kepercayaan diri anak.

  5. Nama: Nofi Hartanti
    NIM: 858019223
    Pada tanyangan video tersebut menunjukkan, guru membantu anak didiknya agar bisa menggambar sesuai dengan imajinasi dan keinginannya dengan mengajak anak-anak jalan-jalan keluar kelas. Karena terkadang anak sering bingung atau takut salah saat menggambar atau tidak percaya diri. Untuk mengatasinya supaya berani, anak diberi kebebasan untuk memilih gambar yang mereka sukai dan mengajak anak jalan-jalan ke luar kelas untuk mencari ide baru. Kalau anak sudah melihat langsung dan cerita soal apa yang mereka lihat saat jalan-jalan, mereka pasti lebih percaya diri buat mulai menggambar seperti tayangan video diatas.

Komentar