55 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru dalamm mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan memberikan pengertian dan pengarahan pada anak dengan sabar agar ia mau bergantian posisi dengan teman-temannya, mendekati anak yang tidak mau antri berbaris, memegang pundak anak yang bermasalah, kemudian mengelus kepalanya, Jika anak tetap tidak mau, guru membuat kesepakatan jadwal posisi baris dengan anak, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan untuk anak.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Menegakkan disiplin bagi anak sejak usia dini.

Kelemahan: Membuka, pembelajaran kurang begitu tampak.

Kekuatan: Penggunaan pendekatan, strategi, metode, media dan evaluasi pembelajaran sudah baik..

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dengan kurikulum yang berlaku sudah sesuai.

Kesan Umum

Deskripsi: Anak X (gemuk) sudah mau antri saat berbaris, setelah diberi penguatan guru, dengan senyuman dan tangan ditepukkan pada tangan anak (tos). Sebelumnya dia berada pada barisan terakhir, kemudia pindah ke barisan paling depan tanpa sepengetahuan guru. Perilaku antecedent, semua guru pada saat yang bersamaan disibukkan menata anak-anak lain untuk berbaris. Perilaku target semua anak berbaris sesuai dengan urutannya. Perilaku yang diharapkan salah satu guru berada di depan menghadap barisan, sehingga semua anak terpantau.

Dra. Titik Setyowati, M.Pd.

Secara umum tayangan video ini sudah menunjukkan keadaan asli yang terjadi sehari-hari. Permasalahan yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan merupakan permasalahan yang bisa ditemui oleh para guru. Namun solusi yang ditawarkan sepertinya terlalu sederhana dan sangat mudah dilakukan.

Seorang guru bisa dengan cepat membujuk murid yang tidak mau antri jika penyebabnya diketahui.

Meskipun penyebab permasalahan kurang disinggung, penonton masih bisa mendapatkan manfaat dari tayangan video ini.

Wing Hanyom Sari

55 Replies to “Anak tidak mau antri saat berbaris

  1. Nama : Fitriyani
    NIM : 860563545

    Menurut saya video tersebut sangat bermanfaat, karena kegiatan tersebut sering terjadi hampir disetiap sekolah, saya sangat menyukai cara guru tersebut dalam menghadapi anak yang tidak mau antri dalam berbaris, melakukan pendekatan dengan penuh kesabaran, kelembutan, dengan jelas dan mudah dipahami oleh anak tersebut.

    Berbaris merupakan kegiatan yang hampir setiap hari dilakukan disekolah, baik berbaris saat hendak masuk kelas, berbaris saat mencuci tangan. Darisini saya belajar pentingnya mengajarkan kebiasaan dini pada anak tentang tertib dan sabar, karena dari perilaku tersebut diharapkan akan menciptakan pribadi yang disiplin, bertanggungjawab dan menghargai oranglain.

  2. Nama : Elda Meizalina
    NIM : 860449484
    UPBJJ Jakarta

    ketika seorang anak tidak mau mengikuti aturan antri saat berbaris. Permasalahan ini sangat relevan dengan aspek perkembangan sosial-emosional anak usia dini, khususnya dalam hal disiplin, kesabaran, dan kemampuan mengikuti aturan sosial.

    1. Analisis perilaku anak
    Perilaku anak yang tidak mau antri merupakan hal yang wajar dalam tahap perkembangan. Anak usia dini umumnya:
    – Masih egosentris (ingin didahulukan)
    – Belum mampu mengontrol impuls secara optimal
    – Sedang belajar memahami konsep giliran dan aturan sosial
    Oleh karena itu, perilaku tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai pelanggaran, melainkan bagian dari proses belajar sosial anak.

Leave a Reply