52 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru dalamm mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan memberikan pengertian dan pengarahan pada anak dengan sabar agar ia mau bergantian posisi dengan teman-temannya, mendekati anak yang tidak mau antri berbaris, memegang pundak anak yang bermasalah, kemudian mengelus kepalanya, Jika anak tetap tidak mau, guru membuat kesepakatan jadwal posisi baris dengan anak, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan untuk anak.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Menegakkan disiplin bagi anak sejak usia dini.

Kelemahan: Membuka, pembelajaran kurang begitu tampak.

Kekuatan: Penggunaan pendekatan, strategi, metode, media dan evaluasi pembelajaran sudah baik..

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dengan kurikulum yang berlaku sudah sesuai.

Kesan Umum

Deskripsi: Anak X (gemuk) sudah mau antri saat berbaris, setelah diberi penguatan guru, dengan senyuman dan tangan ditepukkan pada tangan anak (tos). Sebelumnya dia berada pada barisan terakhir, kemudia pindah ke barisan paling depan tanpa sepengetahuan guru. Perilaku antecedent, semua guru pada saat yang bersamaan disibukkan menata anak-anak lain untuk berbaris. Perilaku target semua anak berbaris sesuai dengan urutannya. Perilaku yang diharapkan salah satu guru berada di depan menghadap barisan, sehingga semua anak terpantau.

Dra. Titik Setyowati, M.Pd.

Secara umum tayangan video ini sudah menunjukkan keadaan asli yang terjadi sehari-hari. Permasalahan yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan merupakan permasalahan yang bisa ditemui oleh para guru. Namun solusi yang ditawarkan sepertinya terlalu sederhana dan sangat mudah dilakukan.

Seorang guru bisa dengan cepat membujuk murid yang tidak mau antri jika penyebabnya diketahui.

Meskipun penyebab permasalahan kurang disinggung, penonton masih bisa mendapatkan manfaat dari tayangan video ini.

Wing Hanyom Sari

52 Replies to “Anak tidak mau antri saat berbaris

  1. Assalamualaikum wr,wb

    Desi ardianti
    860160981

    Masalah yang terjadi pada video di atas tentang “anak tidak mau antri saat berbaris” merupakan hal sring terjadi di lingkungan sekolah PAUD.

    Menurut saya,penanganan yang dilakukan oleh guru terhadap anak yang tidak mau antri sudah cukup baik.Guru memberikan kalimat yang santun dan halus dalam membujuk anak.Benar,bahwa kita wajib untuk menanamkan sikap disiplin sejak dini pada anak,karena anak TK merupakan masa golden age yang mana otak anak dapat tumbuh dengan pesat dan dapat menyerap informasi dengan cepat.Oleh karena itu guru dapat memberikan stimulasi-stimulasi yang positif pada anak termasuk bersikap disiplin dalam barisan.

    Dalam video menyatakan bahwa dalam menghadapi anak kita sebagai guru tidak boleh dengan kekerasan seperti membentak.Oleh karena itu,baik bagi guru untuk mengatur sosial emosionalnya pribadi terlebih dahulu sebelum mengahadapi AUD.

    Hanya sedikit tambahan dari saya,mungkin dapat ditambahkan dengan kalimat pancingan yang dapat digunakan dalam membujuk anak bisa dalam nyanyian seperti,” siapa yang baris rapi,bisa masuk duluan”.

    Demikian tanggapan saya.

    Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

  2. Nama: Windi Handayani
    NIM : 877977337
    Pada video tersebut merupakan contoh pendekatan yang sangat baik dalam menangani perilaku anak usia dini (ketidakpatuhan) di sekolah. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang berpusat pada anak.
    Guru tidak langsung memarahi aanak di depan umum, melainkan mendekatinya. Ini menunjukkan penghormatan terhadap emosi anak. Saya sangat setuju dengan pendekatan guru dalam menangani anak yang “tidak mau antri ketika berbaris” dengan rasa sabar namun tetap disiplin dalam kegiatan berlangsung. Guru juga dapat memberikan sentuhan ringan agar anak merasa lebih dihargai dan nyaman di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan guru tersebut telah berhasil dalam menyeimbangkan ketegasan (tetap pada aturan baris) dan kewibawaan (penuh kasih sayang, sabar, komunikasi yang efektif). Selain dapat menyelesaikan masalah, pendekatan ini juga dapat membangun perkembangan emosional anak.

  3. Nama : Nadia Farah Zahrotul Jannah
    NIM : 877977691
    Dalam video tersebut menunjukkan upaya guru dalam mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan dengan cara yang sabar dan efektif. Guru tersebut menggunakan pendekatan yang positif dan mendukung, seperti memberikan pengertian dan pengarahan, mendekati anak, memegang pundak dan mengelus kepalanya, serta membuat kesepakatan jadwal posisi baris. Penggunaan pujian dalam bentuk tepuk tangan juga dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak.

  4. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraaktuh

    NAMA : SABARIAH
    NIM : 858483521

    Isi video diatas menunjukkan kasus umum di PAUD, yaitu anak tidak mau antri saat berbaris.
    Guru menggunakan cara yang sabar dan halus. guru memberi pujian berupa tepuk tangan saat anak mau antri. ini efektif untuk anak usia dini karena butuh apresiasi langsung.
    solusi yang ditampilkan terbilang sederhana dan mudah dilakukan, namun isi video kurang menggali akar penyebab anak tidak mau mengantri. padahal kalau penyebabnya diketahui, guru bisa menangani lebih tepat.
    video ini sangat bermanfaat karena menunjukkan pentingnya kesabaran, pendekatan, personal, dan negosiasi dengan anak daripada memaksa atau menghukum.
    Terimakasih

  5. Nama : Amlaia
    Nim : 857268098

    Permasalahan anak yang tidak mau antre saat berbaris merupakan indikasi bahwa perkembangan sosial-emosional, khususnya dalam hal pengendalian diri (self-regulation) dan pemahaman aturan sosial, masih memerlukan bimbingan khusus.
    perilaku anak yang menyerobot antrean biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yaitu egosentrisme yang kuat, ketidakpahaman akan konsep waktu, dan kurangnya instruksi yang jelas.
    Saya setuju dengan Video tersebut dengan menyarankan beberapa tindakan konkret yang dapat dilakukan guru untuk memperbaiki situasi ini dengan pemberian Contoh (Modeling) yaitu Guru tidak hanya memberi perintah, tetapi ikut mengantre dan menunjukkan sikap sabar. Anak adalah peniru yang ulung. Selain itu penggunaan Alat Bantu Visual dengan membuat tanda di lantai (seperti stiker jejak kaki atau lakban berwarna) sebagai batas berdiri. Ini membantu anak memahami ruang pribadinya dalam barisan secara konkret. Dan metode Bermain dan Bernyanyi juga dapat mengajak anak berbaris sambil bernyanyi (seperti lagu “Kereta Api”) atau melakukan permainan kecil agar aktivitas menunggu menjadi menyenangkan dan tidak terasa lama.

Komentar