51 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru dalamm mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan memberikan pengertian dan pengarahan pada anak dengan sabar agar ia mau bergantian posisi dengan teman-temannya, mendekati anak yang tidak mau antri berbaris, memegang pundak anak yang bermasalah, kemudian mengelus kepalanya, Jika anak tetap tidak mau, guru membuat kesepakatan jadwal posisi baris dengan anak, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan untuk anak.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Menegakkan disiplin bagi anak sejak usia dini.

Kelemahan: Membuka, pembelajaran kurang begitu tampak.

Kekuatan: Penggunaan pendekatan, strategi, metode, media dan evaluasi pembelajaran sudah baik..

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dengan kurikulum yang berlaku sudah sesuai.

Kesan Umum

Deskripsi: Anak X (gemuk) sudah mau antri saat berbaris, setelah diberi penguatan guru, dengan senyuman dan tangan ditepukkan pada tangan anak (tos). Sebelumnya dia berada pada barisan terakhir, kemudia pindah ke barisan paling depan tanpa sepengetahuan guru. Perilaku antecedent, semua guru pada saat yang bersamaan disibukkan menata anak-anak lain untuk berbaris. Perilaku target semua anak berbaris sesuai dengan urutannya. Perilaku yang diharapkan salah satu guru berada di depan menghadap barisan, sehingga semua anak terpantau.

Dra. Titik Setyowati, M.Pd.

Secara umum tayangan video ini sudah menunjukkan keadaan asli yang terjadi sehari-hari. Permasalahan yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan merupakan permasalahan yang bisa ditemui oleh para guru. Namun solusi yang ditawarkan sepertinya terlalu sederhana dan sangat mudah dilakukan.

Seorang guru bisa dengan cepat membujuk murid yang tidak mau antri jika penyebabnya diketahui.

Meskipun penyebab permasalahan kurang disinggung, penonton masih bisa mendapatkan manfaat dari tayangan video ini.

Wing Hanyom Sari

51 Replies to “Anak tidak mau antri saat berbaris

  1. Nama : Eka Fitrianingsih
    NIM : 860157041
    SALUT Bandar lampung

    Divideo terlihat kesabaran dan pendekatan guru yang hangat: Guru menunjukkan kesabaran dalam memberikan pengertian dan arahan, serta melakukan pendekatan fisik yang lembut seperti memegang pundak dan mengelus kepala. Hal ini sangat penting karena pendekatan yang penuh kasih sayang membuat anak merasa aman dan diperhatikan, sehingga mereka lebih mudah menerima bimbingan daripada jika disikapi dengan cara yang tegas atau keras.
    Demikian terimakasih

  2. Nama : Anandita Damayanti
    NIM : 877659278

    Setelah saya melihat secara keseluruhan dalam video tersebut menurut saya apa yang sudah dilakukan oleh guru sudah sangat memenuhi tujuan pembelajaran yang diharapkan dan sangat bermanfaat untuk guru-guru yang ingin menerapkan solusi tersebut, khususnya dalam memberikan sikap disiplin positif dan tertib kepada anak. Dengan memberikan pemahaman secara sederhana serta pendekatan yang sangat baik kepada anak, sehingga anak dengan cepat memahami cara baris berbaris dengan tertib dan ingin bergantian posisi dengan teman.

  3. Tayangan tersebut memang bukanlah hal yang baru dalam lingkup pendidikan anak usia dini. Pasti tidak hanya 1 sekolah saja yang mengalami, namun rata-rata sekolah pasti mengalaminya. Tidak terkecuali lembaga saya.
    Dalam tayangan tersebut sikap guru sangat bijak dan tegas. Karena pembiasaan tertib sejak dini sangat penting bagi anak-anak terutama dalam hal antri berbaris. Namun sebelum bersikap bijak dan tegas dengan anak tersebut, sebaiknya guru dapat mereview kembali sikap anak tersebut apakah berulang ulang atau hanya sesekali saja. Jika sikap tersebut berulang maka ada yang harus dibenahi oleh guru dalam menyikapi hal tersebut, mungkin anak meminta hak perhatian yang jarang diberikan guru sehingga anak tersebut mencoba meminta hak perhatiannya melalui hal hal kecil seperti tidak mau antri berbaris.

  4. Nama : Handinik

    Nim : 858007078

    Menurut hasil analisis saya terhadap video ” Anak tidak mau antri saat berbaris”, strategi yang diterapkan guru dalam mengatasi anak yang sulit mengantri sudah sangat tepat karena menggunakan pendekatan personal yang penuh kasih sayang. Guru memberikan pemahaman secara lembut, melakukan pendekatan fisik yang menenangkan, serta membuat kesepakatan jadwal posisi baris sebagai solusi yang adil bagi anak. Pemberian reward berupa pujian tepuk tangan juga sangat efektif untuk memperkuat perilaku positif tersebut.
    ​Sebagai saran tambahan, jika jumlah anak cukup banyak, guru dapat membagi antrean menjadi beberapa kelompok kecil. Hal ini bertujuan agar durasi menunggu tidak terlalu lama, sehingga anak-anak tidak merasa bosan dan potensi munculnya perilaku tidak mau antre dapat diminimalisir. Secara keseluruhan, video ini sangat inspiratif dan dapat menjadi sumber referensi bagi pendidik PAUD dalam mengatasi permasalahan perilaku siswa di sekolah.

    Terima kasih.

  5. Nama : Handinik
    Nim : 858007078

    Menurut hasil analisis saya terhadap video tentang ” Anak tidak mau antri”, strategi yang diterapkan guru dalam mengatasi anak yang sulit mengantre sudah sangat tepat karena menggunakan pendekatan personal yang penuh kasih sayang. Guru memberikan pemahaman secara lembut, melakukan pendekatan fisik yang menenangkan, serta membuat kesepakatan jadwal posisi baris sebagai solusi yang adil bagi anak. Pemberian reward berupa pujian tepuk tangan juga sangat efektif untuk memperkuat perilaku positif tersebut.
    ​Sebagai saran tambahan, jika jumlah anak cukup banyak, guru dapat membagi antrean menjadi beberapa kelompok kecil. Hal ini bertujuan agar durasi menunggu tidak terlalu lama, sehingga anak-anak tidak merasa bosan dan potensi munculnya perilaku tidak mau antre dapat diminimalisir. Secara keseluruhan, video ini sangat inspiratif dan dapat menjadi sumber referensi bagi pendidik PAUD dalam mengatasi permasalahan perilaku siswa di sekolah.

    Terima kasih.

Komentar