137 Comments

Sinopsis

Pada program ini diperlihatkan upaya guru dalamm mengatasi permasalahan anak yang tidak mau ikut antri dalam barisan. Upaya yang dilakukan guru tersebut adalah dengan memberikan pengertian dan pengarahan pada anak dengan sabar agar ia mau bergantian posisi dengan teman-temannya, mendekati anak yang tidak mau antri berbaris, memegang pundak anak yang bermasalah, kemudian mengelus kepalanya, Jika anak tetap tidak mau, guru membuat kesepakatan jadwal posisi baris dengan anak, guru memberikan pujian dalam bentuk tepuk tangan untuk anak.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Menegakkan disiplin bagi anak sejak usia dini.

Kelemahan: Membuka, pembelajaran kurang begitu tampak.

Kekuatan: Penggunaan pendekatan, strategi, metode, media dan evaluasi pembelajaran sudah baik..

Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik, dengan kurikulum yang berlaku sudah sesuai.

Kesan Umum

Deskripsi: Anak X (gemuk) sudah mau antri saat berbaris, setelah diberi penguatan guru, dengan senyuman dan tangan ditepukkan pada tangan anak (tos). Sebelumnya dia berada pada barisan terakhir, kemudia pindah ke barisan paling depan tanpa sepengetahuan guru. Perilaku antecedent, semua guru pada saat yang bersamaan disibukkan menata anak-anak lain untuk berbaris. Perilaku target semua anak berbaris sesuai dengan urutannya. Perilaku yang diharapkan salah satu guru berada di depan menghadap barisan, sehingga semua anak terpantau.

Dra. Titik Setyowati, M.Pd.

Secara umum tayangan video ini sudah menunjukkan keadaan asli yang terjadi sehari-hari. Permasalahan yang diangkat sebenarnya cukup menarik dan merupakan permasalahan yang bisa ditemui oleh para guru. Namun solusi yang ditawarkan sepertinya terlalu sederhana dan sangat mudah dilakukan.

Seorang guru bisa dengan cepat membujuk murid yang tidak mau antri jika penyebabnya diketahui.

Meskipun penyebab permasalahan kurang disinggung, penonton masih bisa mendapatkan manfaat dari tayangan video ini.

Wing Hanyom Sari

137 Replies to “Anak tidak mau antri saat berbaris”

  1. dari video tersebut saya belajar bahwa kita sebagai guru harus selalu melatih anak-anak dengan sabar dengan cara berbaris membentuk kereta api agar barisan tidak putus dan anak -anak menjadi antri dengan tertib, tidak perlu berteriak dan memarahi anak-anak yang tidak mau antri, memberikan pemahaman secara pelan-pelan untuk anak-anak yang selalu ingin di depn untuk bergantian dengan temannya.

  2. Nama: Ifaratul Ulfa Nim: 877333451 Prodi: PGPAUD UPBJJ-UT: Jember Assalamu’alaikum Wr. Wb. Mohon izin menanggapi video di atas. Menurut saya, video ini cukup menyentuh karena mengajarkan bahwa menghadapi anak tidak selalu harus dengan teguran atau kemarahan. Ketika anak tidak mau berbaris dan ingin berada di paling depan, guru memilih untuk mendekatinya, merangkul, dan menenangkan anak tersebut. Bagi saya, sikap guru ini menunjukkan bahwa di balik perilaku anak yang terlihat tidak mau mengikuti aturan, mungkin ada perasaan atau kebutuhan yang belum bisa ia sampaikan.

    Dari video ini saya belajar bahwa menjadi seorang guru bukan hanya tentang mengajarkan anak untuk disiplin dan menaati aturan, tetapi juga tentang bagaimana kita memahami anak dengan hati. Terkadang anak tidak membutuhkan bentakan, tetapi membutuhkan seseorang yang mau mendekati dan membuatnya merasa aman. Saya merasa bahwa pelukan dan pendekatan yang lembut dari guru tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa memberikan rasa nyaman yang sangat berarti bagi anak.

    Video ini juga membuat saya berpikir bahwa sebagai pendidik, saya harus belajar lebih sabar dalam menghadapi berbagai karakter anak. Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan keinginan dan emosinya. Karena itu, saya ingin belajar untuk tidak terburu-buru menghakimi perilaku anak, tetapi mencoba memahami alasan di balik perilaku tersebut. Bagi saya, mendidik dengan kasih sayang bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja, tetapi mengajarkan aturan dengan cara yang tetap menghargai perasaan dan keberadaan anak. Sekian Terima kasih, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  3. Nama: Novia Ramadhani
    Nim: 858339665
    UPBJJ-UT: Banjarmasin

    Dari video GPO tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi menegakkan disiplin antri pada anak usia dini dilakukan melalui metode bermain ular-ularan dimana guru berperan sebagai kepala dan anak-anak sebagai badan yang saling memegang pundak, dengan prinsip tanpa kekerasan melainkan menggunakan pendekatan kasih sayang, penjelasan sederhana, pembuatan kesepakatan jadwal posisi baris untuk hari berikutnya jika anak belum mau patuh, serta pemberian penguatan positif berupa pujian tepuk tangan bagi anak yang tertib, sehingga tujuan pembentukan karakter disiplin sejak dini dapat tercapai dari kesadaran anak itu sendiri bukan karena paksaan. Menurut saya strategi ini sangat bagus karena mendidik dengan cara yang menyenangkan, humanis, dan efektif membentuk karakter anak tanpa membuatnya takut.

  4. Dari video diatas , saya belajar bahwa untk mengahdapi anak usia dini perlu dilakukan dengan sabar dan menggnakan pendekatan yang positif. Seperti kesepakatan dan apresiasi, yang dapat membuat anak memahami aturan, belajar antri, dan sabar menunggu giliran serta belajar menghargai teman.

Leave a Reply