Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
17 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : KASTINI
Nim : 878188188
Dari video di atas, saya melihat bahwa rasa percaya diri pada anak usia dini memang belum berkembang sepenuhnya. Ada anak yang terlihat ragu saat mengerjakan tugas, padagal sebenarnya ia mampu. Hal ini menunjukkan bahwa yang menjadi kesulitan bukan kemampuan, tetapi juga keyakinan diri anak. Di sini saya jadi paham bahwa dalam pembelajaran, guru tidak hanya memberi tugas, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri anak. Anak perlu merasa aman dan tidak takut salah agar mau mencoba.
Menurut saya, ketika anak di beri ruang untuk mengekspresikan apa yang di sukai, anak akan lebih berani dan percaya diri. Dari situ, guru bisa tetap mengarahkan tanpa membuat anak merasa tertekan.
Selain itu, saya juga menjadi paham bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, guru perlu untuk lebih peka dan tidak memaksakan hasil yang sama pada semua anak.
Jadi, dalam pembelajaran anak usia dini, yang lebih penting bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana anak mau mencoba dan percaya diri dalam proses belajarnya.
Pendapat yang disampaikan sudah sangat tepat dan menunjukkan pemahaman yang baik tentang pentingnya rasa percaya diri pada anak usia dini. Memang benar bahwa sering kali kendala utama bukan pada kemampuan anak, tetapi pada keyakinan dirinya untuk mencoba.
Saya setuju bahwa peran guru tidak hanya sebatas memberikan tugas, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tidak menakutkan bagi anak. Ketika anak merasa tidak takut salah, mereka akan lebih berani untuk bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru. Ini merupakan bagian penting dalam membangun rasa percaya diri sejak dini.
Selain itu, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan minat dan kesukaannya juga merupakan strategi yang sangat efektif. Dengan begitu, anak merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
Pemahaman bahwa setiap anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda juga sangat penting. Guru memang perlu peka dan fleksibel dalam menyesuaikan pendekatan pembelajaran, sehingga tidak membandingkan satu anak dengan yang lain.
Menurut saya, video ini sangat memberikan gambaran yang baik tentang bagaimana guru menghadapi anak yang tidak percaya diri. Guru terlihat sabar dan memberikan motivasi serta dukungan kepada anak agar berani mencoba. Pendekatan seperti ini memberi kesempatan anak menggambar sesuai minat dan memberikan pujian sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan anak.
Video ini sangat inspiratif bagi pendidik maupun orang tua.
Pada video tersebut, peran orang dewasa sangat penting khususnya pendidik dan orang tua. Anak yang tidak percaya diri umumnya merasa takut untuk mencoba. Dari video ini dapat mendorong saya untuk lebih memahami pentingnya peran pendidik dan orang tua dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak. Sebagai pendidik, perlu menciptakan suasana belajar yangaman, positif, dan suportif. Pada umumnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan psikologis anak. Terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan oleh guru paud untuk dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kreatifitas anak.
– Guru dapat menanyakan kepada anak jika masih ragu dalam melakukan kegiatan.
– Guru dapat memberikan saran kegiatan apa yang disukai oleh anak.
– Guru memotivasi kretifitas anak
– Guru mencoba mengeksplor hal-hal lain
Nama : Eli Erlina
Nim: 858478268
Dalam vidio tersebut terlihat anak yang kurang percaya diri saat mengerjakan suatu kegiatan.Anak tampak ragu dan membutuhkan dorongan dari guru. Guru kemudian melakukan pendekatan yang hangat dengan cara bertanya dengan warna yang digunakan oleh anak, sehingga anak mulai merasa diperhatikan dan dihargai.selain itu, guru juga memberikan saran secara lembut tanpa memaksa, sehingga anak tidak merasa tertekan.
Guru terlihat terus memotivasi kreativitas anak dengan memberikan pujian dan dorongan positif.pendekatan yang dilakukan guru kepada anak didik nya membuat suasana menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Dan secara berlahan, anak mulai menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri dalam melanjutkan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam membangun rasa percaya diri dan mengembangkan kreatifitas anak.
Guru telah menerapkan pendekatan yang tepat dan sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini. Sikap guru yang mendekati anak, memberikan motivasi, serta menawarkan pilihan aktivitas menunjukkan bahwa guru memahami pentingnya dukungan emosional dan penguatan positif bagi anak yang kurang percaya diri.
Selain itu, guru juga sudah:
Memberikan kesempatan anak untuk bertanya jika belum paham
Mendorong kreativitas anak dengan memberi pilihan kegiatan
Mengaitkan aktivitas dengan minat anak agar lebih percaya diri
Mengembangkan eksplorasi sesuai tema pembelajaran
Tindakan tersebut mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada anak (student-centered) serta membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kreativitas anak.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi guru sudah sangat baik dan mendukung perkembangan sosial-emosional serta kemampuan belajar anak secara optimal.