89 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

89 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri

  1. Nama : Wa Ode Sarni
    NIM : 858600171
    UT Daerah : Ambon

    Dari paparan video di atas yang saya tonton membahas tentang anak tidak percaya diri dengan hasil karya sendiri. kemudian terlihat berbagai teknik yang dilakukan guru untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, di antaranya :
    – Guru dapat menanyakan kepada anak jika masih ragu dengan tugas yang diberikan
    – Guru memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai meskipun tidak sesuai dengan tema saat itu.
    – Guru memotivasi kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk menggambar sesuatu yang paling disukai anak.
    – Mengeksplorasi potensi anak terkait dengan tema menggambar yang ditugaskan pada anak.
    – Melakukan pendekatan kepada anak dengan cara memotivasi bahwa anak bisa menggambar sendiri.
    – mengajak anak menggambar di luar kelas dan membiarkan anak dengan bebas menggambar apapun yang mereka sukai.
    Hal ini dapat mengembangkan kreativitas anak dan menghindari anak dari rasa bosan.

    Menurut saya anak yang tidak percaya diri cenderung tidak kreatif, maka hal ini perlu diperbaiki. Tentunya berbagai cara perlu dilakukan guru dalam meningkatkan rasa percaya diri anak termasuk dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Selain itu, guru perlu mendampingi anak menceritakan hasil karyanya dan mengajak teman-teman untuk menghargai hasil karya tersebut, misalnya dengan bertepuk tangan atau yang lainnya.

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Nama : Tarrisa firlana alumma
    NIM : 877309395

    Dari penjelasan video diatas masalah yang diangkat ialah tentang rasa percaya diri pada anak atas hasil karya yang dibuat oleh mereka. Pada video diatas memberikan cara mengatasi hal itu, yang harus dilakukan oleh gurudengan bertanya jika mendapati anak kebingungan atau ragu atas tugasnya, memberikan motivasi kepada anak untuk bisa menumbuhkan kreativitasnya dengan cara meminta anak untuk menggambar yang disukai oleh anak dan berkaitan dengan tema, mengeksplorasi potensi pada diri anak dengan tugas gambar dari anak, melakukan pendekatan pada anak secara personal agar dia tidak merasa takut, tidak membatasi kreativitas anak dalam melakukan sesuatu kegiatan dan mengajak anak untuk bermain diluar ruangan untuk bisa mengembangkan kreativitas anak dalam mengerjakan hasil karya.

    Tambahan dari saya jika ada masalah tersebut guru harus selalu melakukan pendekatan terhadap anak yang kurang percaya diri untuk proses membangun rasa percaya diri pada anak, memberika pujian disetiap karya yang dibuat dan selalu fokus pada proses anak bukan hanya hasillnya, serta selalu menciptakan lingkungan yang aman untuk anak mencoba jikalau merasa gagal agar anak merasa dihargai.

  3. Nama : Siti Nurasyikin
    NIM : 856102102

    Suka sekali dengan penjelasan di video ini! Topik tentang kepercayaan diri pada anak usia dini memang krusial banget. Seringkali kita sebagai orang dewasa tanpa sadar malah ‘mematikan’ rasa percaya diri mereka dengan kritik kecil. Terima kasih sudah diingatkan kembali lewat video ini. Sangat mencerahkan untuk dipraktikkan di rumah dan di sekolah!

  4. NAMA : Fanny Surianti Azzahra
    NIM. : 858480787

    Melalui Video tersebut menyoroti betapa pentingnya membangun rasa percaya diri anak saat mereka sedang menciptakan sesuatu. Guru diharapkan hadir sebagai fasilitator yang peka—bertanya saat anak ragu, memancing ide kreatif lewat hal-hal yang mereka sukai, dan mengajak mereka mengeksplorasi dunia luar agar imajinasinya berkembang. Intinya, kreativitas tidak boleh dibatasi dan pendekatan personal adalah kunci agar anak merasa nyaman.
    ​Menambahkan hal tersebut, kunci utamanya terletak pada cara kita memandang karya anak. Kita harus lebih menghargai perjalanan mereka dalam berkarya daripada hasil jadinya. Dengan rutin memberikan pujian dan memastikan anak tidak takut berbuat salah di dalam kelas, kita sedang membangun pondasi kepercayaan diri yang kokoh agar mereka merasa dihargai sebagai individu yang kreatif.

  5. Assalamualaikum

    Nama: irmayani
    Nim: 858622034

    Melihat anak usia TK yang kurang percaya diri sebenarnya adalah hal yang wajar karena mereka sedang berada dalam fase adaptasi sosial yang besar. Namun, sebagai pendidik atau orang tua, cara kita memberikan komentar atau umpan balik sangat menentukan apakah mereka akan “keluar dari cangkangnya” atau justru semakin menarik diri. yang harus dilakukan oleh guru dengan bertanya jika mendapati anak kebingungan atau ragu atas tugasnya, memberikan motivasi kepada anak untuk bisa menumbuhkan kreativitasnya dengan cara meminta anak untuk menggambar yang disukai oleh anak dan berkaitan dengan tema, mengeksplorasi potensi pada diri anak dengan tugas gambar dari anak, melakukan pendekatan pada anak secara personal agar dia tidak merasa takut, tidak membatasi kreativitas anak dalam melakukan sesuatu kegiatan dan mengajak anak untuk bermain diluar ruangan untuk bisa mengembangkan kreativitas anak dalam mengerjakan hasil karya.

    Tambahan dari saya jika ada masalah tersebut guru harus selalu melakukan pendekatan terhadap anak yang kurang percaya diri untuk proses membangun rasa percaya diri pada anak, memberikan pujian disetiap karya yang selalu anak buat dan selalu fokus pada proses anak bukan hanya hasilnya, serta selalu menciptakan lingkungan yang aman untuk anak mencoba jikalau merasa gagal agar anak merasa dihargai.

    Berikut adalah beberapa sudut pandang dan contoh komentar yang membangun untuk mendukung anak TK yang pemalu atau kurang percaya diri:

    1. Fokus pada Proses, Bukan Hasil
    Anak yang tidak percaya diri sering takut berbuat salah. Komentar kita sebaiknya menekankan pada keberaniannya mencoba, bukan bagus tidaknya hasilnya.

    Hindari: “Wah, gambarnya bagus sekali!” (Ini memberi beban harus selalu bagus).
    Gunakan: “Ibu guru lihat tadi kamu rajin sekali menggerakkan pensilnya sampai gambarnya selesai. Hebat ya usahanya!”
    Gunakan: “Terima kasih ya sudah mau maju ke depan. Itu butuh keberanian besar, lho!”

    2. Memberikan “Label” Positif
    Kadang tanpa sadar kita melabeli mereka sebagai “anak pemalu”. Sebaiknya ganti label tersebut dengan kata-kata yang lebih memberdayakan.
    Daripada mengatakan: “Dia memang pemalu,” di depan orang lain.
    Katakan: “Dia sedang mengamati situasi dulu, sebentar lagi kalau sudah nyaman pasti mau bergabung.”

    3. Validasi Perasaan Mereka
    Penting bagi anak untuk merasa dimengerti. Jangan memaksanya untuk langsung berani, karena itu justru membuatnya merasa ada yang salah dengan dirinya.
    Komentar Empati: “Sepertinya hari ini suasananya agak ramai ya? Tidak apa-apa kalau mau pegang tangan Bunda dulu sebentar sampai kamu siap.”
    Memberi Pilihan: “Kamu mau mewarnai di meja ini sendiri dulu, atau mau mencoba bergabung dengan teman di sana?”

    4. Strategi Memberikan Instruksi
    Untuk anak yang kurang percaya diri, instruksi yang terlalu umum bisa menakutkan. Berikan komentar yang spesifik dan bertahap.
    Situasi Komentar yang Mendukung
    Saat anak takut mencoba mainan baru “Bunda bantu pegang satu tangannya ya, nanti kamu coba injak satu tangga. Kita coba sama-sama.”
    Saat anak diam di kelas “Suara kamu bagus lho tadi saat menyanyi pelan-pelan. Besok kita coba lebih keras sedikit supaya teman lain bisa dengar lagu indah mu ya?”
    Saat anak gagal melakukan sesuatu “Eh, tumpah ya? Tidak apa-apa, semua orang pernah menumpahkan sesuatu. Yuk, kita ambil lap dan bersihkan bareng-bareng.

Leave a Reply