Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
88 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Komentar Cancel reply
Anda harus login untuk memberikan komentar.
Anak tidak percaya diri karena hasil belajar itu tugas kita sebagai guru untuk membangkitkan keberaniannya kembali. Anak usia 4-6 tahun itu harga dirinya gamoang runtuh karena hal-hal kecil. Sebagai guru kita harus mempunyai strategi agar anak percaya diri untuk hasil karyanya sendiri, salah satu strategi yang saya terapkan yaitu menciptakan zona aman gagal di kelas yang bertujuan agar anak tidak takut untuk salah. Seperti memberitahu kepada anak sebelum belajar mengucapkan “Di TK kita boleh salah, karena salah itu belajar”.
Pada video ini, Anak tidak percaya diri memberikan motivasi kepada guru bagaimana cara menghadapi anak yang belum percaya diri.
Sebagai guru kita harus berusaha untuk meningkatkan kepercayaan diri pada anak seperti hal nya yang dijelaskan didalam video. Guru harus melakukan pendekatan kepada anak yang belum percaya diri, Misalkan untuk memberikan mereka motivasi,memberikan mereka saran untuk melakukan apa yang dia suka dengan menggambar apa yang ia ingin gambar,dan bisa dengan mengeksplor lingkungan sekitar nya agar mereka merasa nyaman dan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.
Kadi percaya diri itu seperti menabung, tidak bisa instant. Butuh 40x di dengar, 40x dipuji prosesnya, 40x diberi kesempatan , baru anak akan percaya ” oh aku memang bisa”
Nama : Ayu Zakiah
NIM : 878180373
Refleksi : Kegiatan yang akan dirasakan oleh setiap guru ketika tahun ajaran baru dengan peserta didik baru yang belum mau ditinggal oleh orang tua/wali ketika pertama kali masuk sekolah, dimana guru harus merencanakan kondisi kelas dan juga mental guru agar siap menerima anak-anak di kelas yang baru. Masa perkenalan antara guru dan peserta didik baru adalah masa penting untuk kedua pihak, agar anak dapat mengenal lebih dekat dengan guru (dengan perkenalan ini akan menjalin kelekatan antara guru dan anak) dan anak dapat merasakan rasa aman, nyaman dan percaya yang merupakan kebutuhan utama untuk dapat sukses beradaptasi dengan lingkungan baru (kedekatan emosi dengan orang baru yang anak kenal) guru harus senantiasa bersikap sabar dan tenang agar anak dapat ikut merasakan ketenangan. Memberikan kesempatan untuk orang tua berada di dalam kelas selama masa orientasi pengenalan lingkungan kelas dan sekolah sekitar 3-5 hari, lalu bertahap orang tua mulai berada di luar kelas hingga anak bisa mandiri ditinggal bersama guru.
Masukkan/saran :
Mungkin bisa di jelaskan lebih rinci cara guru dan orang tua menentukan kesepakatan dan pijakan orangtua terhadap anak agar anak bisa mandiri ditinggal bersama guru selama pembelajaran, karena saat ini saya mengalami anak yang sudah 9 bulan masuk sekolah usia 5 tahun, tidak mau ditinggalkan oleh orang tua, dan jika di tinggalkan, anak tersebut tantrum dan menghancurkan barang-barang, sehingga kepala sekolah memperbolehkan orang tuanya masih menunggu di dalam kelas, terkadang bisa di luar kelas dimana harus terlihat oleh anak tersebut.
Nama : Ayu Zakiah
NIM : 878180373
Refleksi : Kegiatan yang akan dirasakan oleh setiap guru ketika tahun ajaran baru dengan peserta didik baru yang belum mau ditinggal oleh orang tua/wali ketika pertama kali masuk sekolah, dimana guru harus merencanakan kondisi kelas dan juga mental guru agar siap menerima anak-anak di kelas yang baru. Masa perkenalan antara guru dan peserta didik baru adalah masa penting untuk kedua pihak, agar anak dapat mengenal lebih dekat dengan guru (dengan perkenalan ini akan menjalin kelekatan antara guru dan anak) dan anak dapat merasakan rasa aman, nyaman dan percaya yang merupakan kebutuhan utama untuk dapat sukses beradaptasi dengan lingkungan baru (kedekatan emosi dengan orang baru yang anak kenal) guru harus senantiasa bersikap sabar dan tenang agar anak dapat ikut merasakan ketenangan. Memberikan kesempatan untuk orang tua berada di dalam kelas selama masa orientasi pengenalan lingkungan kelas dan sekolah sekitar 3-5 hari, lalu bertahap orang tua mulai berada di luar kelas hingga anak bisa mandiri ditinggal bersama guru.
Masukkan/saran :
Mungkin bisa di jelaskan lebih rinci cara guru dan orang tua menentukan kesepakatan dan pijakan orangtua terhadap anak agar anak bisa mandiri ditinggal bersama guru selama pembelajaran, karena saat ini saya mengalami anak yang sudah 9 bulan masuk sekolah usia 5 tahun, tidak mau ditinggalkan oleh orang tua, dan jika di tinggalkan, anak tersebut tantrum dan menghancurkan barang-barang, sehingga kepala sekolah memperbolehkan orang tuanya masih menunggu di dalam kelas, terkadang bisa di luar kelas dimana harus terlihat oleh anak tersebut.