68 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

68 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri

  1. Nama : Robiaton
    Nim : 856527239

    Menurut pendapat saya, pada video ini
    Pembelajaran yang dilakukan sudah tepat karena guru memahami bahwa rasa percaya diri anak perlu dibangun secara bertahap melalui dukungan positif. Pendekatan guru yang tidak memaksa, tetapi memberikan pilihan dan motivasi, membantu anak merasa dihargai dan lebih berani mencoba.
    Kegiatan yang diberikan juga sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini, yaitu:
    Mengutamakan proses daripada hasil
    Memberikan kebebasan berekspresi
    Menyesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak
    Namun, ke depan guru dapat menambahkan:
    Pujian spesifik terhadap usaha anak (misalnya: “Bagus sekali kamu sudah berani mencoba”)
    Kesempatan anak untuk menceritakan hasil karyanya di depan teman
    Penguatan melalui apresiasi karya (misalnya dipajang di kelas)
    Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan keberanian anak dalam mengekspresikan diri.

  2. Nama : Rini Amelia
    NIM : 877683792
    UT Daerah : Purwokerto

    Melihat video tersebut memberikan pemahaman yang kuat bahwa rasa tidak percaya diri pada anak dalam proses belajar adalah hal yang wajar, terutama pada usia Taman Kanak-kanak. Yang terpenting bukan hanya hasil belajar, tetapi bagaimana guru mampu membangun keberanian dan keyakinan diri anak.
    Dalam video itu, terlihat bahwa guru menggunakan pendekatan yang sangat tepat: mendekati anak secara personal, memberikan penguatan positif, serta membuka ruang komunikasi agar anak berani mengungkapkan keraguannya. Guru juga tidak memaksa, melainkan memberi pilihan aktivitas yang tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran. Cara ini sangat efektif karena anak merasa dihargai dan tidak tertekan.
    Hal yang paling penting adalah bagaimana guru mendorong kreativitas anak, misalnya dengan menyarankan untuk menggambar hal yang disukai. Ini membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri, karena mereka bekerja dari sesuatu yang mereka kenal dan sukai. Dari situ, anak bisa perlahan berkembang dan berani mencoba hal baru.
    Dari video tersebut, kita belajar bahwa peran guru sangat penting sebagai pendamping yang memahami emosi anak. Dengan pendekatan yang penuh empati, motivasi, dan kreativitas, anak yang awalnya tidak percaya diri dapat tumbuh menjadi lebih berani dan yakin terhadap kemampuannya.

  3. Nama : Anandita Damayanti
    NIM : 877659278

    Setelah melihat video pembelajaran ini secara keseluruhan, menurut saya guru sudah memberikan dan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap permasalahan kepercayaan diri anak dalam hasil belajar. Selain itu motivasi dan solusi self-appreciation telah disampaikan dengan sangat baik. Salah satu contohnya seperti guru mencoba dalam mengeksplorasi potensi anak dan memberikan kebebasan sesuai kemampuan serta keinginan masing-masing anak. Dengan memberikan pendekatan seperti itu anak menunjukkan perubahan sikap lebih percaya diri setelah dibimbing oleh ibu guru.

  4. Nama : Wardah
    Nim : 877804361

    Assalamualaikum wr.wb.

    Menurut pendapat saya, video pada Guru Pintar Online (GPO) yang membahas tentang anak yang kurang percaya diri merupakan materi yang sangat penting dan relevan dalam praktik pendidikan anak usia dini.

    Anak yang kurang percaya diri biasanya menunjukkan perilaku seperti ragu-ragu, takut mencoba hal baru, enggan berinteraksi, serta sering bergantung pada orang lain. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola asuh yang terlalu mengekang, kurangnya apresiasi, pengalaman kegagalan, maupun lingkungan yang kurang mendukung.

    Berdasarkan video tersebut, saya berpendapat bahwa peran guru PAUD sangat besar dalam membantu membangun kepercayaan diri anak. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar anak berani mengekspresikan dirinya.

    Beberapa upaya yang dapat dilakukan guru antara lain :

    1.Memberikan pujian dan apresiasi terhadap usaha anak, bukan hanya hasilnya.

    2.Memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dan bereksplorasi.

    3.Tidak membandingkan anak dengan teman sebayanya.

    4.Menggunakan pendekatan yang lembut dan penuh empati.

    5.Melibatkan anak dalam kegiatan sederhana yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, seperti bercerita di depan kelas atau menunjukkan hasil karya.

    Melalui pendekatan tersebut, anak akan merasa dihargai dan didukung, sehingga kepercayaan dirinya dapat berkembang secara bertahap.

    Kesimpulannya yang terkait dari video GPO tersebut adalah : memberikan pemahaman bahwa kepercayaan diri anak perlu dibangun sejak dini melalui peran aktif guru serta lingkungan yang positif. Sebagai calon guru PAUD, saya perlu lebih peka terhadap kondisi emosional anak dan mampu memberikan stimulasi yang tepat agar setiap anak dapat berkembang secara optimal.

    Wassalamualaikum wr.wb.

  5. Menurut saya permasalahan kurangnya percaya diri pada anak dalam video tersebut Cukup jelas terlihat hal ini terdampak pada kemampuan anak dalam berkomunikasi guru perlu meningkatkan strategi pembelajaran seperti memberikan penguatan positif dan menggunakan media yang menarik agar anak lebih berani berbicara Selain itu pendekatan terhadap juga penting agar anak merasa lebih nyaman dan menggunakan media yang menarik agar anak lebih berani berbicara Selain selain memberikan Selain itu pendekatan bertahap juga penting agar anak merasa lebih nyaman

Komentar