85 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

85 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri

  1. Nama : Elis Lismayati
    NIM : 878181493

    Menurut pendapat saya, pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam video, sangat baik dan tepat. Guru mendekati secara personal, bertanya dengan hangat dan nyaman, memberikan motivasi dan memberikan saran untuk menggambar hal kesukaanya.
    menurut saya, pendekatan lainnya yang bisa dilakukan guru adalah dengan memberikan kata-kata apresiasi ketika anak sudah menunjukkan hasil gambarnya, dan meyakinkannya bahwa apa yang sudah digambarnya sangat bagus dan mengutarkan bahwa anak sudah hebat karena sudah biisa membuat gambarnya sendiri.
    Menurut[pendapat saya untuk memotivasi dan meyakinkan anak dan membuatnya lebih percaya diri dalah

  2. Nama : Elis Lismayati
    NIM : 878181493
    Menurut pendapat saya, pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam video, sangat baik dan tepat. Guru mendekati secara personal, bertanya dengan hangat dan nyaman, memberikan motivasi dan memberikan saran untuk menggambar hal kesukaanya.
    menurut saya, pendekatan lainnya yang bisa dilakukan guru adalah dengan memberikan kata-kata apresiasi ketika anak sudah menunjukkan hasil gambarnya, dan meyakinkannya bahwa apa yang sudah digambarnya sangat bagus dan mengutarkan bahwa anak sudah hebat karena sudah biisa membuat gambarnya sendiri.
    Menurut pendapat saya untuk memotivasi dan meyakinkan anak serta membuatnya lebih percaya diri dalah dengan tidak mencontohkan atau membandingkaan anak dengan temannya. Yakinkan anak bahwa Ia hebat dengan apa pun yang telah Ia gambar, agar anak merasa tidak apa-apa jika Ia meggambar sesuai keinginannya dan berbeda dengan yang lainnya.

  3. Nama: Ni Wayan Aprelia Lestari Heppi
    NIM: 859047565
    UT Denpasar

    Aspek perkembangan Bahasa yang dapat diamati dari video Anak tidak percaya diri yaitu :
    a.Bahasa Ekspresif (Kemampuan Mengungkapkan Diri): Anak mungkin mengatakan hal seperti: “Aku nggak bisa”, “Punyaku jelek”, atau “Aku salah terus”. Ini menunjukkan anak mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat, meskipun dalam bentuk negatif.
    b.Bahasa Reseptif (Kemampuan Memahami): Anak merespons komentar atau pertanyaan dari guru/orang tua. Jika anak tampak terdiam atau tidak menjawab, itu bisa menunjukkan bahwa ia sedang memproses secara emosional sekaligus kognitif.
    c.Bahasa Emosional (Bahasa untuk Mengungkapkan Emosi): Pilihan kata, nada suara, dan ekspresi menunjukkan bagaimana anak mengekspresikan rasa kecewa, malu, atau frustasi.
    d.Kemampuan Berkomunikasi Dua Arah: Jika anak bisa berdialog walaupun ragu, itu mencerminkan adanya perkembangan pragmatik, yakni penggunaan bahasa dalam konteks sosial.

  4. Nama : Muliyana
    Nim : 860096901
    Prodi PGPAUD
    UPBJJ : UT Plembang

    Anak tidak percaya diri

    Anak kurang percaya diri sering kali disebabkan oleh pola asuh terlalu protektif, kritik berlebihan, atau kurangnya dukungan lingkungan. Tanda-tandanya meliputi minder, takut mencoba hal baru, dan sering menyalahkan diri sendiri. Cara mengatasinya adalah memberikan pujian tulus, menghindari perbandingan, dan mendorong kemandirian.

    Penyebab Anak Kurang Percaya Diri yaitu Pola Asuh Orang tua terlalu protektif, terlalu kritis, atau tidak memberikan dukungan emosional.

    * Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak:

    – Berikan Pujian Tulus: Apresiasi usahanya, bukan hanya hasilnya, agar anak merasa dihargai.
    – Stop Membandingkan: Hindari membandingkan anak dengan saudara atau temannya, karena setiap anak unik.
    – Berikan Tanggung Jawab: Latih kemandirian dengan memberi tugas sederhana, seperti merapikan mainan.
    – Dukung di Sekolah: Membantu anak mengenali kelebihan dan kekurangannya untuk meningkatkan motivasi belajar.
    – Ajarkan Penyelesaian Masalah: Jangan langsung membantu saat anak kesulitan; biarkan mereka mencoba mencari solusi terlebih dahulu.

    Dalam vidio tersebut cara ibu guru menajarkan anak yang belum mandiri di dalam kelas sangatlah sabar dan baik, ibu guru meminta anak untuk menggambar dengan gambaran kesukaannya sendiri.
    Supaya anak tersebut dapat becerita dengan sendirinya atas hasil gambaran yang sudah di buatnya .
    maka dari itu anak sudah mulai tumbul rasa percaya dirinya sehingga lama kelamaan anak mmenjadi bisa belajar mandiri.

    terimakasi

  5. Nama : Putri Wahyuningrum
    NIM : 877976145

    Video tersebut membahas tentang anak kurang percaya diri dan bagaimana cara mengatasinya
    – Memberikan motivasi dan dukungan langsung kepada anak
    – Mengajak anak melakukan aktivitas yang disukai agar lebih nyaman
    – Melakukan pendekatan personal supaya anak merasa aman
    – Memberi kebebasan berekspresi (misalnya melalui menggambar)
    – Menghindari tekanan berlebihan dalam belajar
    Pendekatan ini dinilai tepat karena anak usia dini cenderung belajar lebih baik dalam suasana yang santai dan menyenangkan
    Terimakasih ini bisa saya terapkan di lembaga saya

Komentar