52 Comments

Sinopsis

Program ini menceritakan tentang kejujuran pada anak usia dini. Dalam pembelajaran guru bercerita tentang anak yang jujur menggunakan buku cerita bergambar. Pada akhir cerita guru menanyakan pada siswa, siapa-siapa saja tokoh dalam cerita tersebut, isi akhir program guru menyimpulkan tentang anak yang jujur sehingga melalui cerita, tentang kejujuran, secara tidak langsung guru telah menanamkan kejujuran pada peserta didiknya

Drs. Sukiniarti, M.Pd.

  1. Cara guru membuka biasa pada umumnya, baik membacakan cerita, memberikan respon pada bacaan
  2. Strategi yang di gunakan cukup baik, bermain drama memerankantokoh2 di dalam buku cerita itu, dan akan lebih mengena ketika anakdilibatkan dalam cerita itu, sehingga pembelajaran tentang kejujuran lebih tepat sasaran.
  3. Ini bisa dilakukan untuk anak usia dini 4-6 tahun melalui
  4. Jika disesuaikan pada kurikulun K13 saat ini adanya tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun. Atau yang sesuai dengankemampuan anak.

Evanigustiningtyas

52 Replies to “Menenamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral

  1. Assalamu’alaykum wr wb
    Nama : Anita Sari
    NIM : 877880551

    Sebagai guru PAUD, saya melihat bahwa menanamkan kejujuran pada anak bisa dilakukan dengan cara yang sederhana tapi bermakna, salah satunya melalui cerita moral. Dari video tersebut, saya memahami bahwa anak usia dini lebih mudah menyerap nilai-nilai ketika disampaikan lewat cerita yang dekat dengan kehidupan mereka.
    Menurut saya, penggunaan cerita sangat efektif karena anak bisa membayangkan tokoh dan kejadian di dalamnya. Misalnya cerita tentang anak yang berkata jujur meskipun melakukan kesalahan, lalu mendapat kepercayaan dari orang lain. Dari situ, anak belajar bahwa jujur itu penting dan membawa kebaikan.
    Dalam menanggapi video tersebut, saya akan menerapkannya di kelas dengan membacakan cerita secara menarik, menggunakan ekspresi, intonasi, dan mungkin juga media seperti boneka atau gambar. Setelah itu, saya akan mengajak anak berdiskusi sederhana, seperti bertanya, “Kalau kamu jadi tokoh itu, kamu akan bagaimana?” supaya anak mulai memahami makna kejujuran.
    Selain itu, saya juga akan mengaitkan cerita dengan pengalaman sehari-hari anak, misalnya saat mereka mengaku lupa membawa tugas atau mengatakan yang sebenarnya ketika terjadi sesuatu di kelas. Dengan begitu, nilai kejujuran tidak hanya dipahami, tapi juga mulai dibiasakan dalam kehidupan mereka.
    Menurut saya, kunci utamanya adalah konsistensi. Cerita saja tidak cukup, tetapi harus didukung dengan contoh nyata dari guru dan lingkungan sekitar, sehingga anak benar-benar belajar bahwa jujur itu adalah sikap yang baik dan perlu dilakukan setiap hari.

    Terima kasih
    Wassalamu’alaykum wr wb

  2. Nama : Afifah Tata Mulyati
    Nim : 858318536
    Prodi : S1 PGPAUD
    UPBJJ : Banjarmasin

    Izinkan saya untuk menganalisis video di GPO yang berjudul “Menanamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral”

    Menurut saya, program ini sudah menunjukkan pendekatan yang sangat tepat untuk menanamkan nilai kejujuran anak usia dini melalui metode bercerita. Penggunaan buku cerita bergambar sangat efektif karena mampu menarik perhatian anak dan anak mampu memahami pesan secara konkret, ditambah kesan lucu yang membuat anak tidak merasa bosan. Kegiatan tanya jawab di akhir cerita juga menjadi langkah yang baik untuk melatih daya ingat, pemahaman, serta keberanian anak dalam mengemukakan pendapat.

    Demikian yang saya sampaiakan, saya ucapkan terimakasih.

  3. Nama : Dolna Anggeli
    NIM : 860047797

    Video ini fokus pada cerita moral “Aku Anak Jujur”, menceritakan anak usia dini (4-6 tahun) yang berani jujur menceritakan kejadian sesungguhnya. Media utama adalah buku cerita bergambar yang dianimasikan secara interaktif (flip-book style), durasi 6 menit. Gaya narasi orang tua/guru membaca buku sambil tunjuk gambar, selaras dengan Golden Age (0-8 tahun) untuk membentuk integritas moral via storytelling visual.
    Kemudian ada ajakan oleh dewan guru diakhir video untuk tidak takut berkata jujur pada anak dimanapun dan dengan siapapun. Diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan moral anak secara keseluruhan.

    1. Nama : Siti Sofiah
      Nim : 877658212

      Dari video pembelajaran di atas, anak yang mendengarkan bu guru bercerita tentang kejujuran lewat cerita bergambar menggunakan buku, memang sudah mengajarkan anak untuk fokus dan menyimak, namun belum terlalu menanamkan sikap jujurnya karena sejatinya seorang anak usia dini lebih senang dan mengerti ketika anak juga terlibat dalam proses pembelajaran. Boleh dengan kegiatan sehari-hari anak di sekolah, ketika mereka mengerjakan tugas apakah mereka selesai atau tidak(tanpa mereka berbohong), ketika mereka menemukan barang temannya mereka akan bersikap mencari siapa pemiliknya, dan lain sebagainya.
      Kejujuran seorang anak dapat bisa tertanam lewat cerita namun alangkah baiknya dengan pembiasaan agar anak bukan takut karena tidak jujur tetapi terbiasa jujur.
      Terimakasih videonya sangat menginspirasi sekali

  4. Analisis Singkat Program Pembelajaran Kejujuran pada Anak Usia Dini
    Program ini bertujuan menanamkan nilai kejujuran pada anak usia dini melalui metode bercerita menggunakan buku cerita bergambar. Metode bercerita sangat sesuai untuk anak usia dini karena mampu menarik perhatian, mengembangkan imajinasi, serta membantu anak memahami nilai-nilai moral secara konkret.
    Dalam kegiatan pembelajaran, guru menceritakan kisah tentang seorang anak yang jujur. Setelah cerita selesai, guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita dan isi cerita yang telah didengarkan. Kegiatan tanya jawab ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman anak terhadap cerita sekaligus melatih kemampuan berbahasa dan daya ingat mereka.
    Pada akhir pembelajaran, guru menyimpulkan makna cerita tentang pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, nilai kejujuran ditanamkan secara tidak langsung sehingga anak dapat memahami dan mencontoh perilaku jujur yang ditampilkan oleh tokoh dalam cerita.
    Menurut Drs. Sukiniarti, M.Pd., pembelajaran nilai moral melalui cerita merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan karakter anak usia dini karena anak lebih mudah memahami pesan moral yang disampaikan melalui tokoh dan alur cerita yang menarik.
    Kesimpulan:
    Program ini efektif untuk mengembangkan aspek nilai agama dan moral, khususnya kejujuran. Melalui kegiatan bercerita, tanya jawab, dan penyimpulan, anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memahami pentingnya bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply