56 Comments

Sinopsis

Program ini menceritakan tentang kejujuran pada anak usia dini. Dalam pembelajaran guru bercerita tentang anak yang jujur menggunakan buku cerita bergambar. Pada akhir cerita guru menanyakan pada siswa, siapa-siapa saja tokoh dalam cerita tersebut, isi akhir program guru menyimpulkan tentang anak yang jujur sehingga melalui cerita, tentang kejujuran, secara tidak langsung guru telah menanamkan kejujuran pada peserta didiknya

Drs. Sukiniarti, M.Pd.

  1. Cara guru membuka biasa pada umumnya, baik membacakan cerita, memberikan respon pada bacaan
  2. Strategi yang di gunakan cukup baik, bermain drama memerankantokoh2 di dalam buku cerita itu, dan akan lebih mengena ketika anakdilibatkan dalam cerita itu, sehingga pembelajaran tentang kejujuran lebih tepat sasaran.
  3. Ini bisa dilakukan untuk anak usia dini 4-6 tahun melalui
  4. Jika disesuaikan pada kurikulun K13 saat ini adanya tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun. Atau yang sesuai dengankemampuan anak.

Evanigustiningtyas

56 Replies to “Menenamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral

  1. Assalamu’alaikum wr wb
    Nama : Iis Permatasari
    NIM : 859939463

    Setelah menyimak video “Menanamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral”, menurut saya kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru cukup menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Guru menggunakan metode bercerita dengan buku bergambar untuk mengenalkan nilai kejujuran kepada anak. Menurut saya, cara ini cukup tepat karena anak usia dini lebih mudah memahami suatu nilai melalui cerita, gambar dan contoh yang konkret.
    Hal yang menarik dari video tersebut adalah guru tidak hanya bercerita, tetapi juga mengajak anak berinteraksi melalui pertanyaan tentang tokoh dan isi cerita. Kegiatan tersebut dapat membantu anak mengingat kembali cerita sekaligus melatih kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat.
    Video ini memberikan contoh bahwa metode bercerita dapat menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan nilai kejujuran kepada anak usia dini.

    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

  2. Nama : Yulia Fransiska
    NIM : 856352938

    Setelah menyimak video tersebut, saya sebagai mahasiswa PGPAUD sekaligus guru PAUD memahami bahwa nilai kejujuran dapat dikenalkan melalui kegiatan sederhana seperti bercerita. Menurut saya, cerita moral membuat anak lebih mudah memahami nilai kejujuran karena disampaikan melalui tokoh dan situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

    Dalam praktiknya, saya dapat menggunakan gambar atau boneka serta mengajak anak berdiskusi setelah cerita. Nilai kejujuran juga perlu dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari dan didukung oleh keteladanan guru. Dari video ini, saya belajar bahwa pembentukan karakter anak membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan menyenangkan.

    Sekian tanggapan saya, terimakasih 🙂

  3. Nama : Alini Yoshi Amelinda
    NIM : 877691625
    UPBJJ-UT : Purwokerto

    Izin menanggapi video tersebut.
    Analisis :
    Dari video tersebut, saya melihat guru mengajarkan kejujuran kepada anak melalui cerita moral dengan bantuan buku bergambar. Menurut saya, cara ini cukup menarik karena anak bisa belajar tentang perilaku jujur melalui cerita yang sederhana dan mudah dipahami. Setelah cerita selesai, guru juga mengajak anak menjawab pertanyaan tentang isi cerita, sehingga anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut berpikir dan menyampaikan pendapatnya.
    Kegiatan bercerita seperti ini bisa membantu anak mengenal contoh perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat menghubungkan isi cerita dengan pengalaman anak, misalnya ketika menemukan barang milik teman atau saat mengakui kesalahan. Dengan begitu, anak tidak hanya mengetahui arti kejujuran, tetapi juga mulai belajar menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.

    Refleksi :
    Setelah melihat video ini, saya belajar bahwa cerita moral bisa menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan kejujuran kepada anak. Saya sendiri terkadang juga menggunakan cerita saat mengajar di kelas. Melalui cerita, anak lebih mudah diajak ngobrol dan memahami contoh perilaku baik.
    Ke depannya, saya ingin lebih sering menggunakan cerita yang berkaitan dengan kejujuran dan menghubungkannya dengan kegiatan sehari-hari anak. Setelah bercerita, saya bisa mengajak anak berdiskusi dengan pertanyaan sederhana agar mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memahami dan mencoba menerapkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply