705 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

705 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, .

    Berdasarkan hasil pengamatan video di atas ada anak yang belum dapat memegang pensil dengan baik, sehingga tidak dapat mengikuti pola yang ada di kertas. Saat mulai mengikuti menulis mengikuti pola justru kertas tersebut menjadi sobek, karena tangan anak yang terlihat sangat kaku menyebabkan robek pada kertas tersebut. Hal ini pernah saya alami saat mengajar anak di lembaga saya mengajar ada seorang anak yang memegang pensil dengan menggenggam, kami tidak memaksa anak untuk langsung memgang pensil dengan benar. Tapi melatih motorik halus anak secara bertahap misalnya dengan meremas dan merobek kertas, bermain plastisin, memasukan manik-manik serta menggambar bebas dan membuat garis sederhana. Dengan cara sederhana dan menyenangkan demikian bisa melatih motorik halus anak. Selain cara seperti itu, guru juga sambil memberikan contoh cara memegang pensil yang benar dengan pendampingan. Karna perkembangan stimulasi anak membutuhkan kesabaran maka stimulasi harus dilakukan secara berulang dan dukungan positif dengan latihan yang dilakukan secara rutin agar anak semakin percaya diri saat menggunakan alat tulis serta dalam belajar menulis.

  2. Setelah menonton video tersebut, saya menyadari bahwa anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar bukan berarti tidak mampu, tetapi mungkin motorik halusnya masih perlu dilatih. Sebagai guru saya belajar tidak memaksakan anak untuk langsung bisa menulis, tetapi perlu memberikan stimulasi motorik halus secara bertahap melalui kegiatan yang menyenangkan. Seperti : bermain spons, memasang dan membuka kancing, atau kegiatan lain yang melatih kekuatan dan koordinasi jari. Dari sini saya belajar bahwa proses perkembangan anak lebih penting daripada hanya melihat hasil akhirnya.
    Terimakasih

  3. Assalamualaikum

    Vidio ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman bahwa kemampuan memegang pensil setiap anak berbeda – beda. Anak yang belum memegang pensil dengan benar perlu dibimbing dengan sabar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti menggambar, mewarnai, dan bermain plastisi, dan bermain air dengan menggunakan spons, membuka kunci gembok, seperti yang ada di vidio, sebagai guru kita memberikan stimulasi secara bertahap tanpa memaksa anak. Dari vidio ini saya belajar bahwa kesabaran pendampingan guru sangat penting dalam perkembangan motorik halus anak.

  4. Berdasarkan video tersebut menunjukkan masalah yang sangat sering saya temui di lembaga saya yaitu anak belum bisa memegang pensil dengan benar (masih menggenggam). Guru tidak langsung memaksa anak untuk menulis, tapi melakukan cara yang sangat tepat yaitu melatih motorik halus secara bertahap melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. saya sangat setuju dengan cara guru di video ini.
    Sama seperti halnya pembelajaran yang dialihkan ke stimulasi motorik halus secara bertahap melalui kegiatan bermain yang menyenangkan (joyful learning) menggunakan media di sekitar:
    1.Tahap Eksplorasi (Kekuatan Otot Jari): Melatih kekuatan jempol, telunjuk, dan jari tengah melalui kegiatan meremas kertas, bermain plastisin/doh, atau memindahkan air dari mangkuk ke mangkuk lain memakai spons.
    2.Tahap Kontrol (Koordinasi Mata & Tangan): Membuka dan menutup gembok kunci, menjepit benda menggunakan penjepit jemuran, serta meronce atau memasukkan manik-manik ke dalam tali.
    3.Tahap Presisi (Keterampilan Jari): Melatih kancing baju, membuat garis/pola bebas di atas pasir, dan melukis menggunakan jari (finger painting).
    Dengan Tindak Lanjut & Harapan
    Proses perkembangan fisik motorik anak membutuhkan waktu, pengulangan yang konsisten, dan kesabaran. Fokus utama guru adalah mempersiapkan kekuatan otot tangan anak terlebih dahulu. Ketika otot halus anak sudah matang dan siap, kemampuan memegang pensil secara alami akan terbentuk tanpa paksaan.

  5. Nama : Endang Royani
    NIM : 877691317
    UT Purwokerto

    Setelah menyimak video pembelajaran GPO yang berjudul “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”, saya memahami bahwa kemampuan memegang pensil dengan benar tidak bisa dipaksakan atau langsung diajarkan melalui kegiatan menulis. Anak perlu mendapatkan stimulasi motorik halus secara bertahap agar otot jari dan koordinasi tangan-matanya berkembang.

    Menurut saya, kegiatan yang diberikan dalam video cukup sederhana tetapi sesuai dengan kebutuhan anak, seperti memindahkan air menggunakan spons, membuka dan menutup gembok, serta membuka dan memasangkan kancing baju. Kegiatan tersebut secara tidak langsung melatih kekuatan jari, kelenturan tangan, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan yang nantinya dibutuhkan anak untuk memegang pensil.

    Menurut pengalaman saya sebagai guru PAUD, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Jadi, ketika ada anak yang belum mampu memegang pensil dengan benar, guru sebaiknya tidak langsung menyalahkan atau memaksa anak untuk menulis. Guru dapat memberikan kegiatan bermain yang melatih motorik halus terlebih dahulu dan dilakukan secara berulang dengan suasana yang menyenangkan.

    Dari video tersebut, saya belajar bahwa stimulasi motorik halus perlu diberikan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Dengan cara tersebut, anak dapat belajar sambil bermain tanpa merasa terbebani.

Leave a Reply