556 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

556 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

  1. Menurut saya, cara yang dilakukan guru pada video ini sudah sangat tepat karena tidak langsung memaksa anak menulis, tetapi terlebih dahulu melatih motorik halusnya secara bertahap. Aktivitas seperti memindahkan air dengan spon, membuka dan menutup gembok, serta memasang kancing baju itu sederhana, tetapi justru sangat bermanfaat untuk melatih koordinasi tangan dan jari anak.Jadi pendapat saya, pendekatan seperti ini sudah menunjukkan bahwa guru memahami kebutuhan perkembangan anak usia dini. Dengan latihan yang menyenangkan dan bertahap, anak jadi lebih siap saat memegang pensil dengan benar. Jadi, menurut saya video ini memberi contoh bahwa kemampuan menulis harus diawali dari keterampilan dasar yang dilatih dengan sabar dan konsisten.

  2. Nama: Nurul Wathoni
    NIM: 859192344
    Prodi: PGPAUD
    Menurut saya, video ini sudah memberikan gambaran yang cukup jelas tentang bagaimana guru melatih kemampuan anak dalam memegang pensil melalui aktivitas yang berfokus pada motorik halus. Teknik yang digunakan terlihat sederhana tetapi tepat, karena anak diajak untuk langsung mencoba dan melatih jari-jarinya. Pendekatan seperti ini menurut saya sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang memang belajar melalui praktik langsung. Saya juga melihat bahwa kegiatan yang ditampilkan sudah mengarah pada penguatan otot-otot kecil tangan, yang memang menjadi dasar penting sebelum anak benar-benar siap menulis. Latihan seperti ini terasa relevan dan bermanfaat, karena tidak memaksakan anak langsung bisa menulis, tetapi lebih ke proses membangun kesiapan terlebih dahulu.
    Selain itu, isi pembelajaran dalam video juga sejalan dengan tujuan pengembangan motorik halus. Anak terlihat terlibat aktif, dan ini menunjukkan bahwa kegiatan yang diberikan cukup menarik dan sesuai dengan kemampuan mereka. Hal ini penting, karena ketika anak merasa nyaman dan tertarik, proses belajar biasanya akan berjalan lebih optimal. Saya juga sepakat dengan pandangan bahwa semakin sering anak diberikan latihan yang melibatkan jari dan tangan, maka kemampuan memegang pensil akan berkembang dengan sendirinya. Dalam video ini, latihan yang diberikan sudah mengarah ke sana, sehingga bisa menjadi contoh praktik yang baik untuk saya selaku guru PAUD.
    Secara keseluruhan, menurut saya teknik dan isi pembelajaran dalam video ini sudah tepat dan relevan untuk melatih kemampuan dasar anak dalam memegang pensil. Kegiatan yang sederhana namun konsisten seperti ini justru menjadi kunci dalam membantu perkembangan motorik halus anak secara bertahap.

  3. (NIM 877702695)
    Sebagai pendidik anak usia dini, kita harus mengetahui tahap perkembangan anak. Tiap anak berbeda dalam perkembangannya, seperti pada video tersebut ada anak yang belum mampu memegang pensil dengan tepat. Saya setuju dengan cara yang dilakukan pendidik pada video, yaitu dengan melatih motorik dan kekuatan dan kelentukan jari tangan misalnya dengan meremas spons, latihan membuka kunci, membuka dan memasangkan mur. Kegiatan tersebut dapat membantu anak melatih otot jari tangan saat memegang sesuatu seperti pensil.

  4. Nama : Nini Anita Kardo Gulo
    Nim : 860123399
    prodi : Pgpaud
    Izin menanggapai. Menurut sayta, Video ini sangat berkaitan dengan persoalan yang kerap dijumpai di lapangan, khususnya mengenai kesiapan motorik halus anak sebelum memasuki tahap menulis. Sebagai mahasiswa UT, saya menilai video tersebut mampu menegaskan pentingnya mengenali masalah melalui observasi langsung terhadap pergerakan jari anak saat beraktivitas di kelas.
    Di TK Faomasi, kami memahami bahwa kegiatan menulis tidak hanya sekadar menirukan bentuk huruf, tetapi juga berkaitan erat dengan kesiapan jaringan otot si kecil pada tangan. Video ini pun memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana guru dapat melakukan edukatif secara tepat.
    Agar pembelajaran motorik halus menjadi lebih optimal, beberapa hal berikut dapat dipertimbangkan:
    • Bagi anak yang masih memiliki pegangan kaku, guru dapat menyediakan alat bantu seperti pencil gripper atau menggunakan pensil berukuran lebih tebal (misalnya pensil segitiga) untuk mempermudah penyesuaian pegangan.
    • Sebelum menggunakan pensil dan kertas, anak dapat dilatih membuat pola di media seperti pasir atau tepung dengan jari telunjuk. Cara ini membantu mereka mengenali bentuk garis tanpa harus langsung memegang alat tulis.
    • Aktivitas seperti memeras spons bisa dikaitkan dengan pembelajaran kemandirian, misalnya melalui cerita “membantu ibu membersihkan meja”, sehingga latihan motorik terasa lebih bermakna.
    • Dalam video, guru sudah menunjukkan kesabaran dalam mendampingi anak. Sebagai tambahan, sebaiknya diberikan apresiasi yang lebih spesifik, tidak hanya pada hasil tulisan, tetapi juga pada usaha jari anak saat mencoba memegang pensil dengan benar, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka. Terimakasih.

  5. Assalamu’alaikum wr wb Nama : KHOFIFAH NIM : 858529174 Selamat malam bpk/ibu, perkenankan saya untuk menanggapi vidio diatas. menurut pendapat saya, sebelum kita memulai mengajari anak, baiknya kita merangsang sensor motorik halus anak dengan cara seperti dalam video tersebut, jika dirasa anak sudah mulai siap untuk bisa memegang pensil, maka kita berikan kegiatan yang anak sudah siap untuk bisa menggunakan pensil secara langsung.

Komentar