326 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-Kanak dalam mengatasi anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahap awal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikan pengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anaka diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bola tersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukan kegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar kearah guru atau sebaliknya.

Badru Zaman

Tayangan video tersebut sudah bagus. Beberapa hal yang perlu saya sampaikan berkaitan dengan solusi mengatasi anak yang masih takut ketika menangkap bola dalam video tersebut diantaranya:

  1. Tayangan video pembelajaran tersebut tidak secara lengkap/utuh merekam dari awal pembelajaran, sehingga tidak bisa saya ketahui bagaimana guru/pengasuh menyiapkan kegiatan awal (menyiapkan, presensi, berdoa, stretching, dst). Barangkali memang yang menjadi fokus video tersebut langsung pada solusinya.
  2. Strategi dan media sudah baik, hanya sebagai masukan dan alternatif untuk menumbuhkan keberanian dan kemampuan anak;
    • Formasi anak-anak dapat diatur berhadapan media bola kain/kertas yang lembut/bola plastik yang ringan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga anak dapat menangkap dan melempar bola dengan baik.
    • Formasi anak dapat bervariasi misal anak membentuk lingkaran terdiri dari 5-6 anak dengan jarak1 meter, 1-2 bola untuk diberikan pada teman sebelahnya secara bersambung sehingga seolah bola tersebut berjalan berputar mengelilingi lingkaran anak-anak. Pengalaman sukses harus menjadi perhatian agar anak merasa percaya diri bahwa dia mampu melakukannya (menangkap maupun melempar), sekaligus sebagai sarana menumbuhkan keberanian . Jarak antar pasangan diatur dari tingkat yang pendek sampai dengan jarak yang kita inginkan sesuai tingkat kemampuan dan perkembangan anak.
    • Media bola dapat diganti yang lebih besar jika tahapan pertama (bola yang lebih kecil sudah tidak merasa takut ketika menangkapnya/melemparkannya. Pada akhirnya anak akan berani dan mampu melempar dan menangkap bola sesungguhnya dengan catatan media disesuaikan dengan kekuatan otot, tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Triyono, M.Pd.

Video ini memberi gambaran yang nyata tentang pengembangan motoric kasar khususnya saat kegiatan melempar dan menangkap bola. Urutan langkah kegiatannya cukup mudah dipahami dan mudah diterapkan. Selain itu strategi yang digunakan guru sesuai dengan tingakatan usia anak. Selain itu cara penyampaian guru dalam video juga cukup atraktif sehingga anak-anak tampak antusias dan tujuan pembelajarannya (menumbuhkan keberanian anak menangkap bola) juga dapat tercapai secara jelas. Video ini menginspirasi saya untuk belajar dan terus belajar agar kemampuan saya sebagai guru semakin meningkat.

Satriasih

326 Replies to “Mengatasi anak yang takut menangkap bola saat kegiatan

  1. Nama : selviani
    Nim : 858474181
    Prodi : pg PAUD
    Assalamu’alaikum wr. Wb
    Izin menanggapin video di atas
    Dari video tersebut, saya memahami bahwa rasa takut anak dalam menangkap bola merupakan hal yang wajar dan perlu ditangani dengan pendekatan yang tepat. Guru memberikan contoh secara bertahap, mulai dari penggunaan bola yang aman, jarak yang dekat, serta membangun rasa percaya diri anak melalui motivasi dan suasana yang menyenangkan.
    Saya menyadari bahwa dalam kegiatan fisik-motorik, guru tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga membantu anak mengatasi rasa takut dan meningkatkan keberanian. Pendekatan yang sabar dan tidak memaksa sangat penting agar anak merasa nyaman.
    Ke depan, saya akan menerapkan strategi bertahap, menggunakan media yang sesuai, serta memberikan dukungan positif agar anak lebih percaya diri dan berani mencoba.

  2. Nama : Shelly Yuliawati
    NIM : 860136331
    UPBJJ : UT Surabaya

    Di video tersebut anak menunjukkan respons menghindar saat menghadapi tugas motorik yang dianggap berisiko. Masalah utamanya bukan pada kemampuan bola semata, tetapi pada rasa takut dan kurangnya rasa aman. Pendekatan guru sudah tepat karena dimulai dari memberi rasa aman, mengenalkan tekstur bola, memberi kesempatan eksplorasi, lalu latihan bertahap. Strategi yang digunakan mencerminkan prinsip pembelajaran bertahap dari mudah ke sulit serta pendampingan emosional agar anak mau mencoba.
    Intinya, anak perlu dibantu bukan dengan memaksa, tetapi dengan membangun kepercayaan diri, rasa aman, dan pengalaman positif secara perlahan.
    Terimakasih🙏🏻

  3. Video ini secara komprehensif berhasil memotret dinamika nyata di kelas PAUD, khususnya dalam menangani perbedaan individual anak pada perkembangan motorik kasar. Melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang praktis, guru menunjukkan dedikasi tinggi dalam melakukan observasi sebelum menentukan intervensi yang tepat bagi anak yang memiliki hambatan atau rasa takut terhadap benda (bola).
    Aktivitas melempar dan menangkap bola yang ditampilkan bukan sekadar permainan, melainkan stimulasi kompleks yang mencakup:

    Penguatan Otot dan Postur: Melibatkan otot besar (lengan, bahu, kaki) serta melatih keseimbangan dinamis agar posisi tubuh tetap stabil saat melempar.
    Koordinasi Mata-Tangan: Mengasah kemampuan visual-motorik anak untuk fokus pada sasaran dan mengarahkan lemparan secara presisi.
    Kemampuan Manipulatif: Melatih kontrol dalam menggerakkan benda, yang merupakan komponen kunci dari kematangan fisik anak usia dini.

    Salah satu poin kuat dalam video ini adalah pendekatan yang “menyentuh hati” dan penuh empati. Guru tidak memaksakan hasil, melainkan membangun pondasi psikologis terlebih dahulu:
    Membangun Rasa Aman: Guru memberikan pemahaman bahwa media (bola kain) yang digunakan aman, sehingga rasa takut anak berkurang.
    Prinsip Learning by Doing: Anak diberi kesempatan mengeksplorasi bola secara mandiri (meraba dan menekan tekstur) agar mereka bisa “berteman” dengan medianya sebelum masuk ke sesi latihan inti.
    Strategi Bertahap: Memulai dari jarak dekat dan menjauh secara perlahan (misal per 30 cm) adalah teknik efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak tanpa tekanan yang berlebihan.

    Untuk meningkatkan kualitas intervensi di masa mendatang, terdapat beberapa masukan konstruktif yang dapat diterapkan:
    Unsur Imajinasi (Kognitif): Menambahkan narasi cerita pada media, seperti menyebut bola kain sebagai “Awan Ajaib”, untuk merangsang aspek kognitif dan membuat anak merasa sedang bermain, bukan sedang diuji.
    Dukungan Sosial: Melibatkan variasi permainan berkelompok atau contoh dari teman sebaya untuk memotivasi anak melalui interaksi sosial.
    Keutuhan Kurikulum (Asesmen): Penting untuk memperlihatkan proses penilaian (assessment) sederhana, seperti pencatatan pada lembar observasi segera setelah anak berhasil melakukan gerakan, agar alur Perencanaan-Pelaksanaan-Penilaian terlihat utuh.

    Secara keseluruhan, praktik pembelajaran dalam video ini menunjukkan kualitas bimbingan yang suportif dan berpusat pada anak. Dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, guru berhasil mengubah rasa takut menjadi keberanian, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan perkembangan motorik kasar dan kepercayaan diri anak secara berkelanjutan.

  4. Ijin merespon

    Menurut saya, strategi yang di gunakan sangat sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini yang menekankan pada pengalaman langsung, suasana menyenangkan, dan pembelajaran bertahap. Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, anak dapat berkembang tidak hanya dari segi motorik, tetapi juga keberanian dan rasa percaya diri.
    Proses yang dilakukan secara bertahap dapat membantu anak mengatasi rasa takut menangkap bola. Guru tidak langsung memaksa anak untuk melakukan aktivitas yang sulit, tetapi memulai dari tahap pengenalan menggunakan bola berbahan lembut agar anak merasa aman. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman guru terhadap kebutuhan dan kondisi emosional anak.

  5. Nama : Setyowati
    NIM. : 877701647
    Assalamualaikum wr.wb.
    Izin memberikan komentar:

    Video ini menunjukkan penerapan strategi pembelajaran yang tepat dalam mengatasi ketakutan anak saat menangkap bola. Pendekatan yang digunakan bersifat bertahap, menyenangkan, dan memperhatikan kondisi emosional anak, sehingga efektif dalam meningkatkan keberanian serta kemampuan motorik kasar.”
    Terima kasih

Komentar