12 Comments

Sinopsis

Ilustrasi dalam video ini menggambarkan upaya guru dalam menanamkan disiplin pada anak. Hal ini penting, karena pada masa usia dini anak masih belum memahami arti disiplin dan masih bersifat egosentris. Dalam tayangan, tampak beberapa anak yang menyerobot antrian atau berebut saat hendak bermain di area permainan. Upaya yang dilakukan guru dalam video ini adalah dengan memberi penghargaan baik yang bersifat verbal seperti ucapan” hebat”, “kamu pintar” dan juga non verbal seperti “mengacungkan ibu jari”, “mengusap kepala dan bahu anak”, dan “tepuk tangan”.

Sri Tatminingsih

Dalam tayangan video ini, para pengunjung dapat memperoleh beberapa
tips yang bisa dengan mudah dilakukan untuk memberi penguatan perilaku
dengan pemberian pujian, baik secara verbal ataupun ditambahkan dengan
adanya bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh guru.

Secara umum tayangan ini sudah menerangkan dengan jelas fungsi dan cara pemberian penguatan melalui pujian pada anak didik.

Pemberian pujian hingga saat ini memang sangat diperlukan, dan merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru.

Pemberian pujian yang tepat akan mengakibatkan sikap positif pada
anak didik semakin bertambah, hal tersebut berlaku pada semua anak didik
bagaimanapun karakteristik mereka sebagai individu.

Wing Hanyom Sari

12 Replies to “Pemberian Hadiah “Praise”

  1. Nama : Gita Aprilia
    NIM : 877306827

    Video tersebut menunjukkan guru PAUD memotivasi anak untuk mentaati peraturan dengan memberikan hadiah verbal maupun non-verbal. Hadiah verbal berupa pujian lisan spontan untuk mengakui perilaku baik anak, seperti “Wah, hebat sekali!”, “Keren!”, atau “Bagus!”. Hal ini dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan rasa percaya diri secara cepat.

    Sedangkan hadiah non-verbal berupa gestur tubuh atau simbol visual yang ditunjukkan kepada anak, misalnya acungan jempol, tepuk tangan, senyum lebar, usap kepala, pelukan ringan, atau stiker bintang. Hal ini dapat memberikan rasa aman dan kasih sayang bagi anak, terutama bagi anak usia dini yang lebih responsif terhadap isyarat emosional.

    Dengan adanya pemberian hadiah baik verbal maupun non-verbal, anak-anak biasanya terlihat gembira, antusias, dan lebih fokus. Strategi hadiah ‘praise’ verbal-nonverbal terbukti efektif memotivasi anak untuk mentaati peraturan, hal ini dikarenakan anak usia dini belajar bahwa “patuh = dihargai, sehingga dapat membentuk disiplin dalam jangka panjang.

  2. NAMA: SITI WARDIAH
    NIM: 859179954

    JUDUL VIDEO: PEMBERIAN HADIAH

    Refleksi Pembelajaran

    Video ini memberikan gambaran nyata tentang pentingnya penanaman disiplin pada anak usia dini melalui pendekatan yang positif dan menyenangkan. Pada usia dini, anak memang masih berada pada tahap egosentris, di mana mereka cenderung ingin didahulukan dan sulit memahami aturan sosial seperti antre atau bergiliran. Oleh karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam membimbing dan menanamkan nilai disiplin secara bertahap.

    Salah satu hal yang menarik dari video ini adalah strategi guru dalam menggunakan penguatan positif (positive reinforcement). Guru tidak memarahi atau menghukum anak yang menyerobot antrean, melainkan memberikan penghargaan (reward) kepada anak yang sudah menunjukkan perilaku disiplin. Bentuk penghargaan yang diberikan juga bervariasi, baik secara verbal seperti pujian (“hebat”, “kamu pintar”) maupun nonverbal seperti acungan jempol, tepuk tangan, dan sentuhan hangat.

    Pendekatan ini sangat efektif karena:

    Anak merasa dihargai dan diperhatikan.
    Anak terdorong untuk mengulangi perilaku baik.
    Suasana belajar menjadi lebih positif dan tidak menegangkan.

    Dari video ini, saya menyadari bahwa menanamkan disiplin tidak harus melalui aturan yang kaku atau hukuman, tetapi bisa dilakukan melalui pembiasaan dan contoh yang baik. Guru berperan sebagai model yang menunjukkan bagaimana bersikap sabar, menunggu giliran, dan menghargai orang lain.

    Selain itu, penting juga untuk konsisten dalam memberikan penguatan. Jika dilakukan secara terus-menerus, anak akan mulai memahami bahwa perilaku disiplin adalah sesuatu yang baik dan menyenangkan.

    Kesimpulan Refleksi:
    Sebagai guru PAUD, kita perlu:

    Mengutamakan pendekatan yang positif dan penuh kasih sayang.
    Memberikan penghargaan atas perilaku baik sekecil apa pun.
    Menjadi teladan dalam bersikap disiplin.
    Membiasakan aturan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari.

    Dengan demikian, nilai disiplin dapat tertanam sejak dini dan menjadi bagian dari karakter anak di masa depan.

  3. Nama : sundari suniarsyah
    Nim : 877803915

    Memberikan hadiah (reward) seperti pujian, stiker, atau benda dalam pembelajaran anak usia dini bisa efektif, tetapi tidak selalu baik. Efektivitasnya sangat tergantung pada cara, tujuan, dan durasinya.

    1. Pemberian hadiah Bisa efektif jika Digunakan untuk memperkuat perilaku positif (misalnya anak berani mencoba, fokus, atau berbagi).
    2. Diberikan segera setelah perilaku muncul, sehingga anak paham hubungan sebab-akibat.
    3. Bersifat memotivasi diawal erutama untuk anak yang masih kesulitan atau kurang percaya diri.

    Namun pemberian reward/ hadiah Kurang efektif jika Terlalu sering, karena anak jadi bergantung pada hadiah, bukan karena kesadaran.
    1. Anak akan Fokus pada hasil, bukan proses
    2. Tidak adil dan akan memicu kecemburuan antar anak
    3. Dan anak akan melakukan sesuatu karena hadiah ( tidak tulus / karena ingin dipuji )

    Ketika anak sudah terbiasa melakukan hal baik, di awal memang tertuju pada hadiah/pujian, jika anak melakukan dengan happy anak akan lupa dengan hadiah/pujian tersebut.

  4. Nama : Ema Hamidah
    NIM : 877840913

    Dalam video pembelajaran tersebut tampak seorang guru sedang menanamkan aturan dan nilai positif pada anak anak didiknya dengan metode pemberian hadiah
    ,pemberian hadiah sangat bermanfaat bagi anak karena dapat menumbuhkan semangat dan anak merasa dihargai akan sikap positifnya,sehingga ia akan melakukan hal hal positif lainnya.

    Pemberian hadiah yang dilakukan guru tersebut dilakukan dengan verbal dan non verbal.

    Pemberian hadiah berupa verbal dengan mengatakan ” Hebat dan Pintar”
    Pemberian non verbal dengan cara mengacungkan jempol disertai senyum ramah.Pemberian hadiah tersebut dilakukan saat itu juga,setelah anak melakukan hal positif seperti datang kesekolah tepat waktu,merapihkan mainan tanpa bantuan guru.itu akan membuat anak merasa senang dan dihargai.

    Lalu guru tersebut merangkul juga anak yang belum bisa taat aturan seperti belum bisa membereskan mainan dengan cara mengajak anak agar dikemudian hari anak dapat merapihkan mainan.

    Menurut saya video pembelajaran tersebut sangat bermanfaat,karena menjadi bekal bagi saya untuk dipraktekkan dikelas.

    Saran dari saya,mudah mudahan ada video pembelajaran lainnya mengenai anak yang tidak mau ikut aturan dengan karakter dan jumlah anak laki laki yang lebih banyak dari jumlah anak perempuan.

    Sekian tanggan dari saya.terima kasih

  5. Assalamu’alaikum wr. wb
    Nama : Linda Nur sapitri
    Nim : 860052316
    Dari video seri tentang pemberian hadiah ( praise/pujian) menunjukkan bahwa penguatan positif baik verbal maupun non verbal sangat efektif meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan perilaku baik anak.penggunaan praise yang efektif dalam PAUD harus bersifat spesifik, tulus, dan langsung diberikan setelah perilaku positif muncul. Tujuan akhirnya adalah membangun motivasi diri anak agar berprilaku baik karena memahami manfaat nya, bukan sekedar mengejar pujian

Komentar