12 Comments

Sinopsis

Ilustrasi dalam video ini menggambarkan upaya guru dalam menanamkan disiplin pada anak. Hal ini penting, karena pada masa usia dini anak masih belum memahami arti disiplin dan masih bersifat egosentris. Dalam tayangan, tampak beberapa anak yang menyerobot antrian atau berebut saat hendak bermain di area permainan. Upaya yang dilakukan guru dalam video ini adalah dengan memberi penghargaan baik yang bersifat verbal seperti ucapan” hebat”, “kamu pintar” dan juga non verbal seperti “mengacungkan ibu jari”, “mengusap kepala dan bahu anak”, dan “tepuk tangan”.

Sri Tatminingsih

Dalam tayangan video ini, para pengunjung dapat memperoleh beberapa
tips yang bisa dengan mudah dilakukan untuk memberi penguatan perilaku
dengan pemberian pujian, baik secara verbal ataupun ditambahkan dengan
adanya bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh guru.

Secara umum tayangan ini sudah menerangkan dengan jelas fungsi dan cara pemberian penguatan melalui pujian pada anak didik.

Pemberian pujian hingga saat ini memang sangat diperlukan, dan merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru.

Pemberian pujian yang tepat akan mengakibatkan sikap positif pada
anak didik semakin bertambah, hal tersebut berlaku pada semua anak didik
bagaimanapun karakteristik mereka sebagai individu.

Wing Hanyom Sari

12 Replies to “Pemberian Hadiah “Praise”

  1. Assalamu’alaikum wr wb
    Nama : Sariwanti
    NIM : 860078666

    Video ini menunjukkan bahwa anak usia dini masih berada pada tahap perkembangan sosial-emosional awal. Dari tayangan tersebut, saya merefleksikan bahwa disiplin pada anak tidak bisa dibentuk melalui hukuman, melainkan melalui pendekatan positif yang menekankan penghargaan.
    Sebagai pembimbing yang membantu anak memahami perilaku yang diharapkan. Pemberian praise (pujian) menjadi cara efektif untuk menumbuhkan kesadaran anak tentang perilaku yang baik.
    Pujian verbal seperti “hebat” atau “pintar” dan nonverbal seperti acungan jempol atau tepuk tangan merupakan bentuk penguatan yang mendorong anak mengulangi perilaku baik.
    Karena anak masih egosentris, mereka lebih mudah memahami melalui pengalaman langsung dan respon konkret dibandingkan nasihat abstrak.Komunikasi nonverbal yang hangat,sentuhan seperti mengusap kepala atau bahu memperkuat rasa aman dan kedekatan emosional antara guru dan anak.
    Selain memberi pujian, guru juga perlu konsisten mengingatkan aturan agar anak memahami batasan dengan jelas.
    Tujuan akhir adalah agar anak berperilaku baik karena kesadaran diri, bukan hanya karena ingin dipuji.

    Video ini menegaskan bahwa pemberian praise merupakan strategi efektif dalam menanamkan disiplin pada anak usia dini. Dengan pendekatan positif, anak merasa dihargai, termotivasi, dan lebih mudah memahami perilaku yang diharapkan.
    Namun, penggunaan pujian harus tepat, spesifik, dan tidak berlebihan, serta diimbangi dengan pembentukan kesadaran diri agar disiplin yang terbentuk bersifat jangka panjang.

  2. Selamat sore.
    Nama : Septi Riana Sinipar
    NIM : 856340087
    Dari video ini menunjukkan bahwa guru telah berupaya menanamkan disiplin pada anak usia dini dengan cara yang positif dan sesuai perkembangan anak. Pada tahap PAUD, anak memang masih bersifat egosentris sehingga belum sepenuhnya memahami aturan seperti antre atau menunggu giliran. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan guru melalui pemberian penghargaan kepada anak sudah tepat.

    Pemberian penghargaan verbal seperti “hebat” dan “kamu pintar”, serta nonverbal seperti acungan jempol, tepuk tangan, dan sentuhan hangat, dapat memotivasi anak untuk mengulangi perilaku yang baik, misalnya mau antre dan tidak berebut. Hal ini juga membantu anak memahami secara bertahap mana perilaku yang diterima dan mana yang tidak.

    Namun demikian, agar penanaman disiplin lebih optimal, guru juga perlu:

    Memberikan contoh langsung (modeling) bagaimana cara antre yang benar
    Menjelaskan aturan secara sederhana dan konsisten
    Mengingatkan anak dengan bahasa yang lembut saat terjadi pelanggaran

    Dengan demikian, anak tidak hanya berperilaku disiplin karena ingin mendapat pujian, tetapi juga mulai memahami makna disiplin itu sendiri.

    Kesimpulannya, upaya guru dalam video sudah baik karena menggunakan pendekatan yang positif, namun tetap perlu dilengkapi dengan pembiasaan dan penjelasan agar disiplin dapat tertanam secara lebih mendalam pada diri anak.

  3. Nama : Ela Isnaini Choiriyah
    NIM : 858014668

    Dari video tersebut menjelaskan bagaimana cara guru membentuk disiplin diri pada anak usia dini dengan cara menyimpan ketaatan pada aturan. Salah satunya dengan cara menanamkan kedisiplinan adalah dengan memberikan hadiah baik verbal maupun nonverbal diantaranya berupa pujian.

    Pujian verbal yang dapat kita berikan untuk anak berupa dengan kata-kata, contohnya “wah kamu hebat nak”,”bagus sekali”. pujian yang guru berikan dapat menjadi motivasi bagi anak untuk terus melakukan kebaikan dan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak.

    Sedangkan pujian non verbal yang dapat guru berikan seperti memberikan senyuman, tepuk tangan, tepukan di pundak anak, dan juga memberikan jempol sebagai apresiasi untuk perilaku anak.

    Sangat benar jika karakter guru dapat dilihat dari kemampuannya memberikan penghargaan yang tepat kepada seorang anak. Dijelaskan pula dalam video beberapa tips dalam memberikan penghargaan kepada anak:
    1. Ujian diberikan secara langsung sesudah anak melakukan perbuatan baik, seperti dengan kata-kata “selamat adik hebatt” disertai dengan senyuman dan mengayunkan 2 jempol ke arah anak.
    2. Memberikan pujian kepada anak tanpa membeda-bedakan anak yang satu dengan lainnya.
    3. Memberikan pujian sebagai dorongan kepada anak yang belum dapat melakukan perbuatan baik, disiplin dan belum dapat mentaati aturan. Selain memberikan pujian guru juga bisa menyertakan motivasi dan contoh yang baik serta kata-kata ajakan untuk disiplin dan mentaati peraturan dilakukan bersama guru atau didampingi guru sebagai bentuk semangat dan dukungan
    4. Memberikan pujian tanpa berlebihan, agak anak tidak merasa jumawa.

  4. Nama : Fika Familia
    NIM : 877834199

    Tayangan video ini memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai betapa pentingnya peran guru dalam menanamkan disiplin melalui pendekatan yang positif. Saya sangat setuju bahwa pada anak usia dini yang masih dalam tahap perkembangan sosial-emosional awal, memberikan penguatan perilaku melalui pujian jauh lebih efektif dibandingkan dengan memberikan hukuman.

    Secara pribadi, saya memang sudah terbiasa melakukan pemberian apresiasi ini kepada anak didik di sekolah. Namun, setelah melihat video ini, saya menyadari bahwa masih banyak variasi penguatan yang bisa saya terapkan untuk lebih mengoptimalkan kedisiplinan mereka. Saya belajar bahwa pemberian pujian tidak hanya sekadar ucapan verbal seperti “hebat” atau “pintar”, tetapi juga harus didukung dengan bahasa tubuh yang hangat seperti acungan jempol, tepuk tangan, atau sentuhan ringan pada bahu anak agar mereka merasa benar-benar dihargai. Terdapat beberapa hal baru yang kedepannya akan saya terapkan di sekolah setelah menonton video ini adalah:
    1. Ketepatan Waktu
    Memberikan ujian secara langsung sesaat setelah anak melakukan perbuatan baik agar anak memahami hubungan antara perilaku positifnya dengan apresiasi yang diterima.
    2. Keadilan
    Memastikan pujian diberikan kepada semua anak tanpa membeda-bedakan karakteristik individu mereka.
    3. Pemberian Motivasi
    Menggunakan pujian sebagai dorongan bagi anak-anak yang masih kesulitan mengikuti aturan, tentunya dengan tetap memberikan contoh langsung (modeling) mengenai cara mengantre atau berbagi yang benar.

  5. Selamat Malam
    Nama: Khotimatul Ngulya
    NIM: 858004438
    Izin menaggapi vidio diatas “Pemberian Hadiah (Praise)”
    Video ini menggambarkan cara guru menanamkan disiplin pada anak usia dini melalui pemberian penghargaan atau pujian (reward/praise).
    Anak usia dini cenderung masih memiliki rasa egosentris dan belum memahami disiplin, misalnya berebut atau tidak mau antre.
    Guru mengatasi hal tersebut dengan memberikan penguatan positif (praise) saat anak berperilaku baik.
    Bentuk pemberian hadiah/praise yang dilakukan guru adalah Verbal (ucapan), Nonverbal (bahasa tubuh)
    Dengan ini tujuan dan manfaat yang bisa kita dpatkan adalah:
    Memotivasi anak untuk mengulangi perilaku baik, membantu anak belajar taat aturan dan disiplin, membuat anak merasa dihargai dan percaya diri meningkat.
    Dengan menggunakan cara pemberian yang tepat:
    Diberikan segera setelah anak berperilaku baik, tidak berlebihan, agar anak tidak bergantung pada hadiah, disampaikan menggunakan bahasa tulus dan sesuai situasi, memberi dorongan dan semangat untuk anak yang belum berperilaku baik
    Kesimpulan:
    Pemberian pujian (praise) adalah metode efektif untuk membentuk disiplin anak usia dini karena memperkuat perilaku positif melalui apresiasi, bukan hukuman.

Komentar