144 Comments

Sinopsis

Membentuk karakter paling tepat dilakukan sejak usia dini sebagai pondasi awal. Jika dapat terbentuk dengan baik maka pada generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Untuk mewujudkan PAUD berkualitas maka dibutuhkan kerjasama yang kuat antara keluarga (orang tua), lingkungan sekolah dan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi saat ini demikian kompleks, telah memberikan banyak perubahan dan dampak terhadap masyarakat sekitar salah satunya adalah asimilasi dalam bentuk budaya. Pergeseran nilai , akulturasi dan asimilasi dari berbagai pilar budaya perlu disikapi dengan cermat dan komprehensif. Tutur kata/ucapan/kata/kalimat, sikap/perilaku/adab dan pola fikir turut serta mengiringi perubahan tersebut.

PERTANYAAN PEMACU DISKUSI

  1. Apa pendapat Anda mengenai tayangan video tersebut?

  2. Hal apa saja yang dapat membantu mengenalkan cinta tanah air pada anak?

  3. Bagaimana sikap Anda jika menemukan keluarga yang menggunakan bahasa daerah?

  4. Bagaimana peran orang tua dalam memberikan teladan pada anak mengenai cinta tanah air? Berikan pendapat Anda!

  5. Bagaimana peran sekolah dalam mengenalkan cinta tanah air pada anak? Berikan contoh!

144 Replies to “Pengenalan Cinta Tanah Air pada Anak Usia Dini”

  1. Dari video tersebut menegaskan bahwa pembentukan karakter, khususnya sikap cinta tanah air, perlu dimulai sejak anak berada pada usia dini. Anak PAUD sedang berada pada masa meniru dan menyerap kebiasaan dari orang dewasa di sekitarnya. Karena itu, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama memberikan pembiasaan serta keteladanan yang baik agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mengenal identitas bangsanya, menghargai perbedaan, dan bangga sebagai warga Indonesia. Pendidikan karakter PAUD memang perlu dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan yang melibatkan keluarga serta masyarakat.

    Cinta tanah air dapat diperkenalkan dengan cara sederhana dan menyenangkan, misalnya mengenalkan bendera Merah Putih, lambang Garuda Pancasila, lagu Indonesia Raya dan lagu daerah, cerita rakyat, pahlawan, pakaian adat, makanan tradisional, permainan tradisional, serta keberagaman suku dan budaya Indonesia. Kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan anak, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga, persatuan, dan sikap menghormati budaya bangsa.

    Penggunaan bahasa daerah dalam keluarga seharusnya disikapi secara positif. Bahasa daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya dan identitas bangsa yang perlu dihargai serta dilestarikan. Anak dapat diperkenalkan bahasa daerah secara wajar di rumah atau lingkungan, sambil tetap dibiasakan memakai bahasa Indonesia yang baik sebagai bahasa persatuan. Dengan demikian, anak belajar mencintai budaya lokal tanpa mengurangi rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia.

    Orang tua berperan sebagai teladan utama melalui sikap sehari-hari, seperti berbicara santun, menghargai perbedaan suku dan agama, menggunakan produk lokal secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, mengenalkan budaya Indonesia, serta mendampingi anak menyanyikan lagu nasional atau lagu daerah. Anak akan lebih mudah memahami cinta tanah air apabila melihat orang tuanya melakukannya secara konsisten.

    Sekolah berperan memperkuat nilai tersebut melalui pembelajaran yang sesuai usia anak. Contohnya, guru mengajak anak menyanyikan Indonesia Raya, bercerita tentang pahlawan dan cerita rakyat, memakai pakaian adat pada peringatan tertentu, membuat kolase bendera Merah Putih, bermain permainan tradisional, mengenalkan kata sederhana dalam bahasa daerah, serta mengadakan kegiatan bertema budaya Nusantara. Kegiatan seperti menyanyi lagu Indonesia Raya juga digunakan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan mempererat persatuan anak.

    Jadi, cinta tanah air pada anak tidak cukup diajarkan melalui kata-kata, tetapi harus dibentuk melalui pengalaman langsung, kebiasaan baik, dan contoh nyata dari orang tua, guru, serta lingkungan masyarakat.

  2. Dari video yang saya amati, pembentukan karakter anak sebaiknya dilakukan sejak usia dini,karena pada usia dini anak-anak cepat meresap atau mencerna pembelajaran yang diberikan,juga pada saat usia dini anak suka meniru kebiasaan yang kita ajarkan ,oleh karena itu pengenalan tentang pengenalan cinta tanah air,di ajarkan sejak usia dini.
    Hal yang menarik dari video tersebut adalah adanya tantangan di era globalisasi, seperti perubahan budaya, bahasa, sikap, perilaku, adab, dan pola pikir. Oleh karena itu, pendidik PAUD perlu memberikan contoh yang baik serta membiasakan anak untuk memiliki sikap sopan, menghargai orang lain, bertanggung jawab, dan mengenal nilai-nilai budaya sejak dini. Di sekolah kita bisa mengajarkan tentang cinta tanah air melalui kegiatan upacara bendera,mengenalkan lagu2 daerah,dan mengenalkan pahlawan2 bangsa,masakan khas indonesia,macam2 agama,dari video diatas anak yang saya lihat,sudah mulai mengenal cinta tanah air.

    1. Dari video tersebut saya mengamati bahwa anak usia dini ingin tahu sejarah yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri dengan begitu anak menjadi lebih memahami atau menambah wawasan mereka dan bisa membentuk suatu karakter yang baik, Apalagi zaman sekarang banyak yang terjadi di sosmed video yang kurang bagus untuk pertumbuhan mereka disitulah sebagai orang tua sangat berperan penting untuk mengawasinya, proses evaluasi penting untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan ditanamkan melalui metode yang menyenangkan, kontekstual, dan berpusat pada pembiasaan sehari-hari
      pengenalan harus disampaikan secara konkrit dan menyenangkan, seperti melalui lagu daerah, cerita rakyat dan permainan tradisional bukan dengan metode ceramah yang kaku. arus globalisasi dan budaya asing menuntut penanaman karakter sejak dini agar anak tetap mengenal identitas dan bangga dengan budaya sendiri

  3. Dari tayangan videoa itu,Pembentukan karakter anak sejak usia dini memang merupakan pondasi utama yang menentukan kualitas generasi mendatang.
    Tantangan arus globalisasi yang membawa akulturasi dan asimilasi budaya kerap memicu pergeseran nilai moral, tutur kata, adab, serta pola pikir anak. Oleh karena itu, sinopsis ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak, melainkan membutuhkan Sinergi Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) agar nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tetap terjaga.

  4. Setelah menyaksikan video tersebut, saya memahami bahwa rasa cinta tanah air dapat dikenalkan kepada anak melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Anak bisa dikenalkan dengan budaya Indonesia, bahasa daerah, lagu nasional, permainan tradisional, serta diajarkan untuk menghargai keberagaman di sekitarnya.
    Saya juga pernah mengalami hal sederhana yang berkaitan dengan hal tersebut. Ketika masih kecil, saya sering diajak orang tua mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar, seperti kerja bakti dan kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan. Dari kegiatan tersebut, saya belajar untuk bekerja sama, menghargai orang lain, dan ikut menjaga lingkungan. Selain itu, saya juga dikenalkan dengan lagu-lagu nasional dan budaya daerah sehingga menjadi lebih mengenal dan menghargai budaya Indonesia.
    Menurut saya, orang tua dan guru mempunyai peran yang sangat penting karena anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan lakukan. Oleh karena itu, memberikan contoh secara langsung akan lebih mudah dipahami anak. Dengan pembiasaan sejak dini, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli, menghargai keberagaman, dan bangga terhadap Indonesia.

  5. Assalamu’alaikum Wr Wb

    izin menyampaikan pendapat setelah melihat video di atas :
    1. video pertama anak dan orang tua yang lebih mengedepankan keinginan orang tua nya, pendapat anak kurang di dengarkan dan di hargai, hubungan komunikasinya dua arah tapi tidak saling mendukung alias berbeda pendapat
    2. video ke dua anak dan orang tua yang saling suport tentang keinginan anak dan orang tua, pendapat anak di dengarkan da n di hargai , hubungan komunikasi dua arah yang saling timbak balik , saling mendukung satu sama lain dan berkontribusi untuk berkolaborasi

    hal yang dapat membantu mengenalkan cinta tanah air pada anak dengan memahami apa yang di utarakan anak dalam kehidupan sehari hari yaitu lebih cinta dengan produk dalam negeri dan mengenalkan tokoh tokoh pahlawan nasional ke anak baik itu yang bersifat nasional , misalnya adat istiadat nya, kulinernya, budaya nya dan kebiasaan nya.

    untuk keluarga yang memakai bahasa daerah tentu sangat di anjurkan agar anak bisa bahasa daerah dan juga bahasa indonesia apalagi di tambah bahasa asing atau internasional seperti bahasa inggris

    untuk orang tua yang memberikan teladan kepada anak agar cinta RI harga mati dengan mengenalkan daerah orang tua nya, sekitarnya, keluarga, masyarakat serta makanan seperti makanan getuk, klepon, nonton golek atau wayang, nonton teater budaya, cerita rakyat ke anak anak, dan beli barang buatan dalam negeri

    peran sekolah untuk cinta tanah air yaitu : masukkan tema negara ku, dengan mengenal PANCASILA , adakan hari besar kenegaraan Indonesia, ajak menonton cerita perjuangan, kenal lambang negara, sila sila pancasila, menghapal bacaan sila dalam kebiasaan sehari hari, ajak ikut upacara, kegiatan menggambar tanda sila dalam pancasila seperti menggambar bintang. rantai. pohon beringin, kepala banteng, dan padi serta kapas.

    kegiatan lomba 17 an, menarikan lagu lagu daerah, demo masak makanan daerah, kulineran daerah .
    kebiasaan untuk menanamkan hal hal yang termasuk ke 5 sila pancasila pancasila seperti gemar menabung, berbagi dengan teman, suka antri, sering berdiskusi atau interaksi dengan teman, melaksanakan kegiatan ke agamaan seperti berdoa membaca surat pendek, hadist dan doa doa, sholat berjamaah, membaca iqro dan menghargai orang tua dan menghormati guru serta menyayangi teman,

    demikian diskusi yang saya sampaikan dari kedua video tersebut

    Armani FKIP PG PAUD semester 4

    demikian salam sehat dan terima kasih

Leave a Reply