Sinopsis
Membentuk karakter paling tepat dilakukan sejak usia dini sebagai pondasi awal. Jika dapat terbentuk dengan baik maka pada generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Untuk mewujudkan PAUD berkualitas maka dibutuhkan kerjasama yang kuat antara keluarga (orang tua), lingkungan sekolah dan masyarakat. Tantangan dunia pendidikan di era globalisasi saat ini demikian kompleks, telah memberikan banyak perubahan dan dampak terhadap masyarakat sekitar salah satunya adalah asimilasi dalam bentuk budaya. Pergeseran nilai , akulturasi dan asimilasi dari berbagai pilar budaya perlu disikapi dengan cermat dan komprehensif. Tutur kata/ucapan/kata/kalimat, sikap/perilaku/adab dan pola fikir turut serta mengiringi perubahan tersebut.
PERTANYAAN PEMACU DISKUSI
-
Apa pendapat Anda mengenai tayangan video tersebut?
-
Hal apa saja yang dapat membantu mengenalkan cinta tanah air pada anak?
-
Bagaimana sikap Anda jika menemukan keluarga yang menggunakan bahasa daerah?
-
Bagaimana peran orang tua dalam memberikan teladan pada anak mengenai cinta tanah air? Berikan pendapat Anda!
-
Bagaimana peran sekolah dalam mengenalkan cinta tanah air pada anak? Berikan contoh!
154 Replies to “Pengenalan Cinta Tanah Air pada Anak Usia Dini”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Pendapat saya tentang pengenalan cinta tanah air pada anak usia dini wajib ditanamkan untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air, sikap menghargai pahlawan dan sikap membela tanah air dari ancaman bangsa lain. Dalam video tersebut juga perlu adanya sikap yang bijak dari orang tua maupun guru dalam memilih atau memberikan produk buatan negara. Sikap cinta tanah air dapat diwujudkan dengan cara mencintai produk dalam negeri dan mengenal budaya di Indonesia.
Manfaat video:
Video tersebut sangat bermanfaat bagi saya sebagai pengingat bahwa cinta tanah air wajib ditanamkan sejak dini, terutama pegamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Saran:
Sebaiknya diberikan teks berjalan agar bisa lebih jelas pemaparan kalimatnya.
JAWABAN DISKUSI – MEMBENTUK KARAKTER CINTA TANAH AIR SEJAK USIA DINI
1. Pendapat Saya Mengenai Tayangan Video Tersebut
Menurut saya tayangan video tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Saya setuju bahwa pembentukan karakter yang paling tepat memang harus dimulai sejak usia dini karena usia dini adalah masa golden age sebagai pondasi. Jika pondasi karakter kuat, maka generasi mendatang akan memiliki karakter yang kuat pula. Tantangan globalisasi saat ini tidak bisa kita hindari, seperti asimilasi budaya, pergeseran nilai, dan masuknya budaya luar melalui gadget dan media sosial yang sangat mempengaruhi tutur kata, sikap, adab, dan pola pikir anak. Oleh karena itu apa yang disampaikan dalam video bahwa untuk mewujudkan PAUD berkualitas dibutuhkan kerjasama yang kuat antara 3 pilar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat adalah sangat tepat. Tanpa kerjasama tersebut, pendidikan karakter cinta tanah air tidak akan berhasil secara maksimal.
2. Hal-Hal yang Dapat Membantu Mengenalkan Cinta Tanah Air Pada Anak
Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengenalkan cinta tanah air pada anak usia dini, yaitu:
– Melalui Bahasa:Membiasakan anak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta tetap bangga menggunakan bahasa daerah sebagai identitas.
– Melalui Lagu dan Cerita:Mengenalkan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila, lagu daerah seperti Ampar-Ampar Pisang, dan cerita legenda daerah.
– Melalui Pengenalan Budaya Lokal:Mengenalkan anak pada baju adat Dayak seperti King Baba, rumah adat Betang, makanan khas, dan tarian tradisional.
– Melalui Upacara dan Simbol Negara:Mengajarkan anak hormat pada bendera Merah Putih, mengenal lambang Garuda Pancasila, dan merayakan Hari Kemerdekaan dengan lomba-lomba sederhana.
– Melalui Cinta Lingkungan:Mengajak anak menjaga kebersihan lingkungan, mencintai produk lokal, dan menghargai karya teman.
3. Bagaimana Sikap Saya Jika Menemukan Keluarga yang Menggunakan Bahasa Daerah
Sikap saya sangat mendukung dan mengapresiasi. Saya justru akan sangat senang jika menemukan keluarga yang masih konsisten menggunakan bahasa daerah di rumah. Menurut saya penggunaan bahasa daerah bukanlah hal yang kuno, melainkan bentuk pelestarian budaya dan identitas bangsa. Bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga agar tidak punah karena tergerus globalisasi. Di PAUD kami di Kalimantan Barat, kami bahkan mendorong orang tua untuk tetap mengajarkan Bahasa Dayak atau Bahasa Melayu kepada anak di rumah, sementara di sekolah anak belajar Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda bahasanya tetapi tetap satu Indonesia. Jadi saya akan memberikan dukungan positif dan menjadikan keluarga tersebut sebagai contoh bagi keluarga lain.
4. Peran Orang Tua Dalam Memberikan Teladan Cinta Tanah Air
Peran orang tua adalah yang paling utama dan pertama karena keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua adalah role model.
Contoh peran orang tua:
– Memberikan teladan berbahasa yang santun, tidak berkata kasar, dan menggunakan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia dengan baik di rumah.
– Membiasakan sikap sopan santun, adab makan, adab bertamu yang merupakan cerminan budaya Indonesia yang ramah.
– Mengajak anak mengikuti kegiatan budaya di lingkungan seperti gawai Dayak, gotong royong, dan menghormati perbedaan suku dan agama di sekitar rumah.
– Tidak memberikan tontonan yang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia, dan lebih banyak mengenalkan permainan tradisional daripada gadget.
– Menunjukkan kecintaan pada produk dalam negeri, misalnya memakai batik atau baju adat Dayak pada acara tertentu.
5. Peran Sekolah Dalam Mengenalkan Cinta Tanah Air dan Contohnya
Peran sekolah PAUD adalah sebagai fasilitator dan pengembang dari apa yang sudah ditanamkan di keluarga. Sekolah berperan menguatkan secara terprogram.
Contoh kegiatan di sekolah:
– Kegiatan Rutin: Melaksanakan upacara bendera sederhana setiap hari Senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum belajar, dan berdoa bersama.
– Kegiatan Tematik: Pada tema Tanah Airku, guru mengenalkan berbagai baju adat dari seluruh Indonesia, termasuk baju adat Dayak Kalimantan Barat, dan anak diminta mencoba memakainya seperti pada foto kegiatan kami.
– Kegiatan Ekstrakurikuler:Mengadakan ekstrakurikuler tari tradisional, melukis motif batik Dayak, dan bermain alat musik tradisional seperti sape.
– Pembiasaan: Membiasakan anak untuk antre, berjabat tangan dan mencium tangan guru, menjaga kebersihan kelas sebagai wujud cinta lingkungan dan tanah air, serta menghargai hasil karya teman tanpa mengejek.
Kesimpulannya, cinta tanah air tidak diajarkan dengan ceramah panjang, tetapi ditanamkan melalui pembiasaan kecil sehari-hari yang dilakukan bersama-sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat.
JAWABAN DISKUSI – MEMBENTUK KARAKTER CINTA TANAH AIR SEJAK USIA DINI
1. Pendapat Saya Mengenai Tayangan Video Tersebut
Menurut saya tayangan video tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Saya setuju bahwa pembentukan karakter yang paling tepat memang harus dimulai sejak usia dini karena usia dini adalah masa golden age sebagai pondasi. Jika pondasi karakter kuat, maka generasi mendatang akan memiliki karakter yang kuat pula. Tantangan globalisasi saat ini tidak bisa kita hindari, seperti asimilasi budaya, pergeseran nilai, dan masuknya budaya luar melalui gadget dan media sosial yang sangat mempengaruhi tutur kata, sikap, adab, dan pola pikir anak. Oleh karena itu apa yang disampaikan dalam video bahwa untuk mewujudkan PAUD berkualitas dibutuhkan kerjasama yang kuat antara 3 pilar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat adalah sangat tepat. Tanpa kerjasama tersebut, pendidikan karakter cinta tanah air tidak akan berhasil secara maksimal.
2. Hal-Hal yang Dapat Membantu Mengenalkan Cinta Tanah Air Pada Anak
Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengenalkan cinta tanah air pada anak usia dini, yaitu:
– Melalui Bahasa:Membiasakan anak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta tetap bangga menggunakan bahasa daerah sebagai identitas.
– Melalui Lagu dan Cerita:Mengenalkan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Garuda Pancasila, lagu daerah seperti Ampar-Ampar Pisang, dan cerita legenda daerah.
– Melalui Pengenalan Budaya Lokal:Mengenalkan anak pada baju adat Dayak seperti King Baba, rumah adat Betang, makanan khas, dan tarian tradisional.
– Melalui Upacara dan Simbol Negara:Mengajarkan anak hormat pada bendera Merah Putih, mengenal lambang Garuda Pancasila, dan merayakan Hari Kemerdekaan dengan lomba-lomba sederhana.
– Melalui Cinta Lingkungan:Mengajak anak menjaga kebersihan lingkungan, mencintai produk lokal, dan menghargai karya teman.
3. Bagaimana Sikap Saya Jika Menemukan Keluarga yang Menggunakan Bahasa Daerah
Sikap saya sangat mendukung dan mengapresiasi. Saya justru akan sangat senang jika menemukan keluarga yang masih konsisten menggunakan bahasa daerah di rumah. Menurut saya penggunaan bahasa daerah bukanlah hal yang kuno, melainkan bentuk pelestarian budaya dan identitas bangsa. Bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga agar tidak punah karena tergerus globalisasi. Di PAUD kami di Kalimantan Barat, kami bahkan mendorong orang tua untuk tetap mengajarkan Bahasa Dayak atau Bahasa Melayu kepada anak di rumah, sementara di sekolah anak belajar Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Hal ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda bahasanya tetapi tetap satu Indonesia. Jadi saya akan memberikan dukungan positif dan menjadikan keluarga tersebut sebagai contoh bagi keluarga lain.
4. Peran Orang Tua Dalam Memberikan Teladan Cinta Tanah Air
Peran orang tua adalah yang paling utama dan pertama karena keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua adalah role model.
Contoh peran orang tua:
– Memberikan teladan berbahasa yang santun, tidak berkata kasar, dan menggunakan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia dengan baik di rumah.
– Membiasakan sikap sopan santun, adab makan, adab bertamu yang merupakan cerminan budaya Indonesia yang ramah.
– Mengajak anak mengikuti kegiatan budaya di lingkungan seperti gawai Dayak, gotong royong, dan menghormati perbedaan suku dan agama di sekitar rumah.
– Tidak memberikan tontonan yang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia, dan lebih banyak mengenalkan permainan tradisional daripada gadget.
– Menunjukkan kecintaan pada produk dalam negeri, misalnya memakai batik atau baju adat Dayak pada acara tertentu.
5. Peran Sekolah Dalam Mengenalkan Cinta Tanah Air dan Contohnya
Peran sekolah PAUD adalah sebagai fasilitator dan pengembang dari apa yang sudah ditanamkan di keluarga. Sekolah berperan menguatkan secara terprogram.
Contoh kegiatan di sekolah:
– Kegiatan Rutin: Melaksanakan upacara bendera sederhana setiap hari Senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum belajar, dan berdoa bersama.
– Kegiatan Tematik: Pada tema Tanah Airku, guru mengenalkan berbagai baju adat dari seluruh Indonesia, termasuk baju adat Dayak Kalimantan Barat, dan anak diminta mencoba memakainya seperti pada foto kegiatan kami.
– Kegiatan Ekstrakurikuler:Mengadakan ekstrakurikuler tari tradisional, melukis motif batik Dayak, dan bermain alat musik tradisional seperti sape.
– Pembiasaan: Membiasakan anak untuk antre, berjabat tangan dan mencium tangan guru, menjaga kebersihan kelas sebagai wujud cinta lingkungan dan tanah air, serta menghargai hasil karya teman tanpa mengejek.
Kesimpulannya, cinta tanah air tidak diajarkan dengan ceramah panjang, tetapi ditanamkan melalui pembiasaan kecil sehari-hari yang dilakukan bersama-sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat.