Sinopsis
Dalam pelaksanaan senam di beberapa TK selalu menerapkan senam yang sama seperti senam sehat ceria, senam gembira, ataupun senam fantasi melalui cerita. Kegiatan senam semacam ini kadangkala membuat anak-anak bosan dan merasa tidak tertarik atau tidak tertantang untuk mengikutinya dengan antusias. Mereka tampak enggan dan hanya akhirnya pengembangan motorik kasar para siswa dapat menjadi kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut maka dalam program video ini akan disajikan mengenai kegiatan senam tradisional, yaitu kegiatan senam dengan menggunakan musik iringan berirama gamelan dengan gerakan-gerakan yang dikombinasikan antara senam dan gerakan tari secara umum.
Bagaimana pendapat Anda setelah menyaksikan program video ini? Apakah Anda mempunyai masalah yang sama namun sudah berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang Anda hadapi terkait dengan bagaimana melatih motorik kasar dan seni melalui kegiatan senam. Dapatkah Anda menuangkan buah pikiran dalam kolom yang disediakan di bawah ini? Dengan Anda membagi pengalaman sejenis dengan tayangan program video ini, secara tidak langsung Anda telah membantu rekan sejawat guru yang memiliki masalah serupa.
Sri Tatminingsih
-
-
Dalam tanyangan video tersebut, belum terlihat secara jelas bagaimana guru membuka dan menutup pembelajaran. Saat mengisi pembelajaran sudah cukup jelas. Dalam video juga sudah tercakup penggunaan strategi (berorientasi pada anak), pendekatan, metode dan media, namun untuk penggunaan evaluasi belum terlihat jelas. Materi pembelajaran juga sudah sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik (anak mampu melakukan gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam menirukan berbagai gerakan yang teratur) dan ini juga terdapat dalam kurikulum yang berlaku.
Tri Ekowati
13 Replies to “Senam Tradisional”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama: Selly Arliyani
NIM: 858017742
Menurut saya, kegiatan senam tradisional dalam video tersebut merupakan inovasi pembelajaran yang sangat baik untuk anak usia dini. Penggabungan gerakan senam dengan unsur budaya tradisional membuat kegiatan menjadi lebih menarik dan tidak membosankan, sehingga anak lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari kegiatan tersebut salah satu contohnya adalah anak mampu melatih koordinasi mata dan tangan, keseimbangan dan bisa mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi. Selain itu, senam tradisional tidak hanya bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak dini.
Nama : AULLIA RIZKY ISNAWATI SUBANDI
NIM : 858009208
Video di atas merupakan cerminan realita di banyak PAUD, termasuk kelas saya dulu. Senam tradisional dengan hitungan 1 sampai 8 dan gerakan diulang-ulang memang bikin anak cepat bosan. Wajah anak-anak di video terlihat tidak ada ekspresi senang. Padahal usia PAUD itu masa emas dalam mengeksplorasi gerakan motorik kasar sekaligus seni dasar pada anak usia dini.
Saya sebagai guru pernah mengalami masalah yang sama. Dulu senam di kelas saya cuma 3 lagu dan gerakannya itu-itu saja setiap hari. Akibatnya Anak yang aktif jadi usil menganggu teman karena bosan, anak yang pemalu malah diem di pojok karena takut gerakannya salah, dan tujuan motorik kasar tidak tercapai maksimal karena anak asal-asalan dalam gerak.
Solusi yang saya terapkan untuk melatih motorik kasar lewat senam yaitu setiap senam disesuaikan dengan tema RPPM per Minggu yang mengacu pada senam tiruan.
Contoh tema Binatang: kelinci
Anak dapat melompat 2 kaki untuk melatih kekuatan kaki & keseimbangan
Ditambah gerakan yang dipadukan guna keselarasan gerak dan musik yang menambah semangat gerak anak PAUD.
Menjadi guru harus kreatif dalam segala hal baik seni tari, rupa, musik dan lainnya.
Pendapat Saya Setelah Menyaksikan Video
Video ini memberikan inspirasi yang menarik dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar dan seni pada anak usia dini. Penggunaan senam tradisional dengan iringan musik gamelan membuat kegiatan senam menjadi lebih variatif, menyenangkan, dan dekat dengan budaya Indonesia. Anak-anak tidak hanya melatih kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh, tetapi juga belajar mengenal serta mencintai budaya daerah melalui gerakan tari dan musik tradisional.
Saya pernah menghadapi permasalahan yang serupa, yaitu anak-anak mulai merasa bosan ketika melakukan senam yang sama setiap hari. Akibatnya, mereka kurang bersemangat mengikuti kegiatan dan gerakan yang dilakukan tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, saya mencoba memvariasikan kegiatan motorik kasar dengan menggabungkan senam, permainan gerak dan lagu, serta gerakan meniru aktivitas tertentu seperti petani, hewan, dan profesi.
Hasilnya, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif mengikuti kegiatan. Mereka tampak senang karena gerakan yang dilakukan berbeda-beda dan sesuai dengan tema pembelajaran. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa kreativitas guru dalam menciptakan variasi kegiatan sangat penting agar perkembangan motorik kasar dan seni anak dapat berkembang secara optimal.
Menurut saya, senam tradisional seperti yang ditampilkan dalam video dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan yang efektif untuk meningkatkan minat anak dalam bergerak sekaligus melestarikan budaya bangsa sejak usia dini.