Sinopsis
Ilustrasi dalam video ini menggambarkan upaya guru dalam menanamkan disiplin pada anak. Hal ini penting, karena pada masa usia dini anak masih belum memahami arti disiplin dan masih bersifat egosentris. Dalam tayangan, tampak beberapa anak yang menyerobot antrian atau berebut saat hendak bermain di area permainan. Upaya yang dilakukan guru dalam video ini adalah dengan memberi penghargaan baik yang bersifat verbal seperti ucapan” hebat”, “kamu pintar” dan juga non verbal seperti “mengacungkan ibu jari”, “mengusap kepala dan bahu anak”, dan “tepuk tangan”.
Sri Tatminingsih
Dalam tayangan video ini, para pengunjung dapat memperoleh beberapa
tips yang bisa dengan mudah dilakukan untuk memberi penguatan perilaku
dengan pemberian pujian, baik secara verbal ataupun ditambahkan dengan
adanya bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh guru.
Secara umum tayangan ini sudah menerangkan dengan jelas fungsi dan cara pemberian penguatan melalui pujian pada anak didik.
Pemberian pujian hingga saat ini memang sangat diperlukan, dan merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru.
Pemberian pujian yang tepat akan mengakibatkan sikap positif pada
anak didik semakin bertambah, hal tersebut berlaku pada semua anak didik
bagaimanapun karakteristik mereka sebagai individu.
Wing Hanyom Sari
17 Replies to “Pemberian Hadiah “Praise””
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Alini Yoshi Amelinda
NIM : 877691625
UPBJJ-UT : Purwokerto
Analisis :
Dari video yang saya lihat, guru memberikan pujian kepada anak ketika mereka melakukan hal yang baik, seperti mau antre, tidak berebut, dan mengikuti aturan saat bermain. Pujian yang diberikan juga sederhana, bisa berupa kata-kata seperti “hebat”, acungan jempol, atau tepuk tangan. Menurut saya, cara ini cukup baik karena anak merasa dihargai dan senang ketika usahanya diperhatikan oleh guru.
Pujian seperti ini juga bisa membuat anak lebih termotivasi untuk mengulangi perilaku baiknya. Tetapi, menurut saya pujian tetap perlu diberikan dengan sewajarnya dan sesuai dengan perilaku anak, supaya anak tidak terbiasa melakukan sesuatu hanya karena ingin mendapatkan pujian.
Refleksi :
Saya juga pernah melakukan hal yang sama di kelas. Ketika ada anak yang mau mengikuti aturan, merapikan mainan, atau melakukan sesuatu dengan baik, saya biasanya memberikan pujian sederhana seperti “Wah, hebat sekali” atau “Bagus, sudah mau merapikan.” Dari situ saya melihat anak terlihat senang ketika mendapat pujian dan biasanya menjadi lebih semangat untuk melakukan kegiatan.
Setelah melihat video ini, saya jadi semakin paham bahwa pujian sederhana dari guru ternyata bisa memberikan semangat kepada anak. Ke depannya, saya akan tetap memberikan pujian, tetapi juga mengingatkan anak bahwa melakukan hal baik bukan hanya supaya mendapat pujian, melainkan karena memang itu merupakan kebiasaan yang baik.