31 Comments

Sinopsis

Ilustrasi dalam video ini menggambarkan upaya guru dalam menanamkan disiplin pada anak. Hal ini penting, karena pada masa usia dini anak masih belum memahami arti disiplin dan masih bersifat egosentris. Dalam tayangan, tampak beberapa anak yang menyerobot antrian atau berebut saat hendak bermain di area permainan. Upaya yang dilakukan guru dalam video ini adalah dengan memberi penghargaan baik yang bersifat verbal seperti ucapan” hebat”, “kamu pintar” dan juga non verbal seperti “mengacungkan ibu jari”, “mengusap kepala dan bahu anak”, dan “tepuk tangan”.

Sri Tatminingsih

Dalam tayangan video ini, para pengunjung dapat memperoleh beberapa
tips yang bisa dengan mudah dilakukan untuk memberi penguatan perilaku
dengan pemberian pujian, baik secara verbal ataupun ditambahkan dengan
adanya bahasa tubuh tertentu yang dilakukan oleh guru.

Secara umum tayangan ini sudah menerangkan dengan jelas fungsi dan cara pemberian penguatan melalui pujian pada anak didik.

Pemberian pujian hingga saat ini memang sangat diperlukan, dan merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru.

Pemberian pujian yang tepat akan mengakibatkan sikap positif pada
anak didik semakin bertambah, hal tersebut berlaku pada semua anak didik
bagaimanapun karakteristik mereka sebagai individu.

Wing Hanyom Sari

31 Replies to “Pemberian Hadiah “Praise””

  1. Menurut saya, cara guru dalam video tersebut cukup baik dalam menanamkan disiplin pada anak usia dini. Anak memang masih membutuhkan pembiasaan dan contoh secara langsung karena belum sepenuhnya memahami pentingnya mengikuti aturan dan menunggu giliran. Guru tidak hanya memberikan teguran ketika anak menyerobot antrean, tetapi juga memberikan penghargaan ketika anak mampu mengikuti aturan.
    Pemberian penghargaan secara verbal seperti pujian dan secara nonverbal seperti acungan jempol, tepuk tangan, atau sentuhan positif dapat membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengulangi perilaku yang baik. Menurut saya, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan dengan cara yang menyenangkan akan membantu anak memahami disiplin tanpa merasa tertekan.

  2. Nama : Nafa Nurlianty
    Nim : 857516168

    Menurut saya, video tersebut memberikan contoh yang baik tentang cara guru menanamkan disiplin pada anak usia dini. Anak memang masih berada pada tahap egosentris sehingga belum sepenuhnya memahami pentingnya menunggu giliran dan mengikuti aturan. Oleh karena itu, guru perlu memberikan arahan dengan cara yang positif dan menyenangkan.

    Pemberian penghargaan seperti ucapan “hebat”, “kamu pintar”, acungan jempol, tepuk tangan, atau sentuhan positif dapat membuat anak merasa dihargai ketika berhasil mengikuti aturan. Hal tersebut juga dapat mendorong anak untuk mengulangi perilaku baiknya.

    Dalam kegiatan di kelas, saya juga dapat menerapkan cara tersebut, misalnya ketika anak mau menunggu giliran, tidak berebut mainan, atau mau merapikan mainan setelah digunakan. Saya akan memberikan pujian secara langsung agar anak mengetahui bahwa perilakunya sudah baik. Namun, menurut saya penghargaan tidak

  3. Assalamualaikum wr. wb

    Nama INTAN MATA DEWI
    NIM 855905258

    Menurut saya, saat guru pemberian hadiah berupa pujian (praise) dapat membantu anak didik belajar menaati aturan. Ketika anak mengikuti aturan, guru memberikan pujian sebagai bentuk penghargaan atas perilakunya. Cara ini membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengulangi perilaku baik tanpa harus selalu diberikan hadiah berupa benda.

    TERIMAKASIH

  4. Nama: Ayu Nurjanah
    NIM: 860197647
    Saya ucapkan terimakasih sebelumnya melalui video ini dapat membantu kita sebgai guru dapat belajar bahwa pentingkanya meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar anak melalui pujian. pujian yang diberikan secara tepat dapat membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mencoba melakukan hal-hal positif. terimakasih

  5. Nama : Alini Yoshi Amelinda
    NIM : 877691625
    UPBJJ-UT : Purwokerto

    Analisis :
    Dari video yang saya lihat, guru memberikan pujian kepada anak ketika mereka melakukan hal yang baik, seperti mau antre, tidak berebut, dan mengikuti aturan saat bermain. Pujian yang diberikan juga sederhana, bisa berupa kata-kata seperti “hebat”, acungan jempol, atau tepuk tangan. Menurut saya, cara ini cukup baik karena anak merasa dihargai dan senang ketika usahanya diperhatikan oleh guru.
    Pujian seperti ini juga bisa membuat anak lebih termotivasi untuk mengulangi perilaku baiknya. Tetapi, menurut saya pujian tetap perlu diberikan dengan sewajarnya dan sesuai dengan perilaku anak, supaya anak tidak terbiasa melakukan sesuatu hanya karena ingin mendapatkan pujian.

    Refleksi :
    Saya juga pernah melakukan hal yang sama di kelas. Ketika ada anak yang mau mengikuti aturan, merapikan mainan, atau melakukan sesuatu dengan baik, saya biasanya memberikan pujian sederhana seperti “Wah, hebat sekali” atau “Bagus, sudah mau merapikan.” Dari situ saya melihat anak terlihat senang ketika mendapat pujian dan biasanya menjadi lebih semangat untuk melakukan kegiatan.
    Setelah melihat video ini, saya jadi semakin paham bahwa pujian sederhana dari guru ternyata bisa memberikan semangat kepada anak. Ke depannya, saya akan tetap memberikan pujian, tetapi juga mengingatkan anak bahwa melakukan hal baik bukan hanya supaya mendapat pujian, melainkan karena memang itu merupakan kebiasaan yang baik.

    1. Nama : Zulfa Hamidah
      NIM : 860285228
      UPBJJ-UT : Malang, Salut Pakis

      Analisis :
      Pujian itu sangat menyenangkan. Ketika anak anak melakukan perbuatan atau kegiatan baik seperti mau berbagi mainan dengan teman dan dapat mengantri dengan sabar maka seorang Guru dapat memberikan apresiasi kepada murid tersebut dengan memberi acungan jempol sambil tersenyum dapat juga dengan memberikan ucapan “kamu hebat” dan mengacungkan kedua jempolnya. Cara cara ini sudah cukup baik untuk anak usia dini agar mereka merasa dihargai, diperhatikan, dan disayang gurunya.
      Pujian pujian sederhana seperti itu sudah mampu membuat hati anak senang dan bahagia dan dari hal tersebut pula akan menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri untuk terus berbuat baik.

      Refleksi :
      Saya juga melakukan apresiasi seperti diatas setiap kali mengajar didalam kelas. Selain karena agar anak anak semangat dalam belajar dan terbiasa berbuat baik, saya sebagai guru juga merasakan rasa senang ketika melihat anak anak bahagia ketika saya beri apresiasi berupa acungan jempol, senyuman, dan ucapan ucapan pujian. Saya sebagai guru tidak akan ada lelahnya untuk selalu menyelipkan ucapan mengingatkan disetiap pembelajaran sehari hari agar anak anak tidak lupa dan tidak jenuh untuk berbuat baik kepada semua di lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply