102 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

102 Replies to “Anak Belum Mandiri

  1. Nama: Kartika Triannisa
    Nim: 856656924

    Menurut saya, cara guru dalam video tersebut sangat baik karena menunjukkan sikap sabar dan penuh perhatian terhadap anak yang sedang beradaptasi di lingkungan baru. Memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak saat masa orientasi dapat membantu anak merasa lebih aman dan nyaman. Pendekatan guru yang lembut melalui sentuhan, pelukan, dan perhatian juga sangat penting agar anak merasa diterima. Selain itu, mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan bermain serta mengenalkannya pada teman yang mudah bersosialisasi dapat membantu anak lebih cepat menyesuaikan diri. Pemberian reward juga menjadi motivasi positif agar anak belajar mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting dalam membantu perkembangan sosial emosional anak di PAUD.

  2. Beberapa poin yang saya pikir penting dan efektif dalam pendekatan yang ditunjukkan dalam video ini adalah:

    Kolaborasi dengan Orangtua: Mengajak orangtua untuk terlibat dalam proses orientasi anak adalah langkah yang sangat baik. Ini membantu orangtua merasa lebih nyaman dan memastikan mereka melihat sendiri bagaimana anak mereka diperlakukan di kelas. Kepercayaan orangtua terhadap guru dapat tumbuh, dan anak pun merasa lebih aman.
    Pendekatan Bertahap: Memungkinkan orangtua untuk bertahap melepas anak sangat penting. Perpisahan yang mendalam bisa menyebabkan kecemasan pada anak, terutama di awal-awal. Dengan pendekatan bertahap, anak akan merasa lebih siap dan tidak terlalu terkejut atau stres.
    Pendekatan Emosional Guru: Sentuhan lembut, belaian, dan pelukan yang diberikan guru adalah cara yang sangat baik untuk menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi anak. Anak-anak sangat sensitif terhadap bahasa tubuh dan sentuhan, jadi pendekatan yang penuh kasih sayang ini bisa membantu mengurangi kecemasan mereka.
    Mengalihkan Perhatian Anak: Kegiatan yang menarik adalah cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak dari rasa cemas atau takut. Ini juga membantu anak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan menemukan hal-hal yang menyenangkan di kelas.
    Penghargaan atau Reward: Memberikan reward kepada anak yang sudah menunjukkan kemajuan, seperti tidak menangis, adalah cara yang efektif untuk memotivasi anak-anak lain. Hal ini bisa menciptakan suasana kompetitif yang sehat di kelas, di mana anak-anak termotivasi untuk belajar mandiri dengan contoh yang diberikan.

    Secara keseluruhan, pendekatan yang digunakan oleh guru dalam video ini sangat tepat untuk menciptakan suasana kelas yang aman dan mendukung, serta membantu anak-anak beradaptasi dengan perubahan besar dalam hidup mereka, yaitu mulai bersekolah tanpa orangtua. Pendekatan yang penuh empati ini juga menunjukkan betapa pentingnya hubungan yang baik antara guru, anak, dan orangtua untuk perkembangan sosial-emosional anak di masa awal.

  3. Assalamualaikum wr wb.
    Izin menanggapi vidio cara mengatasi anak yang belum mandiri.
    Dari vidio tersebut sangat membantu kami para mahasiswa sekaligus guru paud dalam mengatasi masalah anak didiknya yang masih kurang mandiri. Dari vidio tersebut saya juga mendapatkan banyak ilmu.Saya juga sebagai guru dilembaga saya masih ada beberapa anak yang samapai saat ini belum bisa piasah dengan ibunya, diya masih saja mengajak ibunya masuk kedalam kelas untuk membantu ia belajar/ menulis. Namun sedikit demi sedikit setelah saya memahami memang sulit sekali membentuk kemandirian anak saya berusaha mengenali karakter anak dengan cara pendekatan yang mendalam seperti lebih saya prioritaskan dalam belajar, sering saya ajak ngobrol hal- hal yang ia sukai.Saya bantu sedikit demi sedikit jika ia mengalami kesulitan.
    dari vidio tersebut saya banyak belajar ilmu dan cara- cara mengatasi masalah kemandirian anak. Vidio sangat bagus dan dapat memberikan tambahan ilmu pada saya. Terimakasih

  4. Nama : Ayu Zakiah
    NIM : 878180373
    Kegiatan dalam Video :
    Anak yang kurang percaya diri cenderung kurang kreatif, maka perlu diperbaiki untuk lebih percaya diri pada masa usia dini ini.
    Teknik untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kreatifitas anak (dalam menggambar/mewarnai) yang ada dalam video, diantaranya:
    a) Guru menanyakan kepada anak jika terlihat anak ragu mengerjakan
    b) Guru memberi saran ke anak dengan pertanyaan apa yang disukai, meski diluar tema
    c) Memberi motivasi dengan meminta anak menggambar sesuatu yang disukai anak
    d) Guru mencoba mengeksplorasi potensi anak dengan misalnya menanyakan atau meminta menceritakan apa yg anak coba gambar dengan menambahkan detail lain dari jawaban anak
    Untuk suasana baru, bisa mengajak anak menggambar bebas yang disukai anak di luar kelas, ini juga bisa mengambangkan daya kreatif anak agar tidak bosan.

    Masukkan/Saran :
    Dalam kegiatan menggambar, guru bisa memberikan contoh terlebih dahulu cara menggambar misalnya menggambar binatang capung, agar anak memiliki referensi dalam menentukan bentuk selanjutnya.

  5. Nama: Siti Zulaika
    NIM: 860193474
    Menurut pengamatan saya, guru dalam video telah melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Hal ini tampak dari adanya masa orientasi, di mana anak diperbolehkan didampingi orang tua. Pendekatan tersebut sangat mendukung kebutuhan emosional anak usia dini yang masih membutuhkan rasa aman sebelum berani mandiri.
    Guru menggunakan beberapa strategi yang tepat, di antaranya:
    • Memberikan sentuhan hangat, pelukan, serta komunikasi yang lembut untuk menenangkan anak.
    • Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas yang menyenangkan agar lebih mudah beradaptasi.
    • Mengenalkan teman sebaya sebagai sarana sosialisasi awal.
    • Memberikan kesempatan secara bertahap bagi orang tua untuk melepas anak.
    Langkah-langkah ini menunjukkan pemahaman guru terhadap karakteristik anak usia dini yang mudah teralihkan dan membutuhkan pendekatan penuh kasih. Guru berperan aktif sebagai pendamping yang memberi rasa aman, tidak memaksa anak, tetapi mendukung secara perlahan hingga anak siap. Kehadiran guru yang selalu dekat dengan anak mencerminkan sikap responsif terhadap kebutuhan mereka.
    Kerja sama antara guru dan orang tua juga terlihat jelas. Guru tidak langsung memisahkan anak dari orang tua, melainkan memberi toleransi dan mengatur proses perpisahan secara bertahap. Hal ini penting untuk membangun rasa percaya anak terhadap lingkungan sekolah.
    Pemberian penghargaan bagi anak yang sudah berani mandiri bisa menjadi motivasi bagi teman-temannya. Namun, penghargaan sebaiknya tidak berlebihan dan tetap menekankan motivasi dari dalam diri anak, misalnya melalui pujian verbal atau penguatan positif.
    Secara keseluruhan, praktik pembelajaran dalam video tersebut sudah baik karena berpusat pada anak, memperhatikan aspek emosional, serta melibatkan orang tua dalam proses adaptasi. Guru menunjukkan kemampuan pedagogik yang mendukung anak untuk beradaptasi dan belajar mandiri secara bertahap.

Komentar