214 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.

Dwi Astuti

Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.

-

214 Replies to “Anak Belum Mandiri”

  1. nama : natalian
    nim : 860014237
    kelas : SPAD4304

    REFLEKSI PEMBELAJARAN VIDEO “DWI ASTUTI”

    Dari video ini, saya memahami bahwa membangun kemandirian anak di masa orientasi dimulai dengan kerja sama yang erat antara guru dan orang tua.

    Kerja Sama dengan Orang Tua :

    Guru memberikan toleransi bagi orang tua untuk mendampingi anak di kelas, lalu membimbing mereka melepas anak secara bertahap. Langkah ini meringankan kecemasan kedua belah pihak dan membuat transisi anak berjalan lancar.

    Pendekatan Penuh Kelembutan :

    Guru mendekati anak dengan lembut, memberikan sentuhan, belaian, dan pelukan agar anak merasa nyaman dan aman. Di awal masa sekolah, prioritas utama adalah membangun kepercayaan, bukan menyampaikan materi. Jika anak sudah percaya pada gurunya, rasa takut dan keinginan menangis akan berkurang.

    Mengalihkan Perhatian & Mengenalkan Teman :

    Guru menggunakan kegiatan yang menarik serta mengenalkan anak pada teman sebaya yang sudah luwes bersosialisasi. Hal ini efektif mengalihkan perhatian dari perasaan sedih ditinggalkan orang tua.

    Kehadiran yang Menenangkan :

    Guru tetap berada dalam jangkauan anak, siap memberikan perhatian saat dibutuhkan. Kehadiran ini memberi ketenangan: anak merasa tidak sendirian.

    Apresiasi sebagai Pemacu Semangat :

    Pemberian penghargaan bagi anak yang mulai mandiri tidak hanya membanggakan penerimanya, tetapi juga menjadi teladan yang menginspirasi teman lainnya untuk ikut berusaha tenang dan mandiri.

    Kesimpulan
    Kemandirian anak tumbuh melalui rasa aman, kelembutan, kehadiran yang menyertai, serta dorongan positif — bukan paksaan. Pendekatan ini menjadi teladan berharga bagi saya dalam mendampingi anak-anak di masa awal sekolah.

  2. Assalamualaikum, izin menanggapi dan merefleksikan video “Anak Belum Mandiri” ini.

    Menurut saya, video ini menggambarkan situasi yang sangat wajar dan sering terjadi di PAUD. Anak yang belum mandiri di awal masuk sekolah itu hal yang normal, karena mereka masih dalam proses beradaptasi dengan lingkungan baru dan berpisah dari orang tua. Rasa cemas dan takut itu alami.

    Yang saya tangkap dari video ini, kuncinya ada di kerja sama antara guru dan orang tua. Guru dalam video sudah menunjukkan pendekatan yang tepat, yaitu memberikan toleransi kepada orang tua untuk mendampingi anak secara bertahap selama masa orientasi. Guru juga mendekati anak dengan lembut, memberikan sentuhan, belaian, dan pelukan, supaya anak merasa aman. Selain itu, guru mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan bermain yang menyenangkan dan mengenalkan mereka dengan teman-teman yang sudah lebih mandiri.

    Pemberian reward untuk anak yang sudah bisa mandiri juga penting sebagai motivasi bagi anak lain. Tapi yang paling saya pahami bahwa proses ini tidak bisa instan. Butuh kesabaran, konsistensi, dan kasih sayang dari guru maupun orang tua. Peran orang tua juga krusial untuk secara bertahap mengurangi pendampingan agar anak belajar beradaptasi sendiri.

    Video ini sangat bermanfaat buat saya untuk memahami bahwa kemandirian anak usia dini adalah hasil dari bimbingan yang bertahap dan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan. Terima kasih.

    1. NAMA : NURUL QOMARIA
      NIM : 860282294
      PRODI : PGPAUD
      UPBJJ : SURABAYA
      Assalalu’alaikum….setelah menonton video ” Anak Belum Mandiri ” Sudah menjadi hal yang wajar ketika anak masuk sekolah baru mereka masih merasa takut, malu, bahkan belum bisa beradaptasi dengan teman barunya. akan tetapi disinilah tugas orang tua dan guru untuk saling mendukung serta kerja sama agar bisa membantu ananda dalam memperkenalkan dengan lingkungan baru, guru baru , dan teman barunya. bagi guru yang profesional ini sudah menjadi tantangan disetiap penerimaan siswa baru, hanya saja bagaimana guru menjadi orang pertama yang dikenal oleh seorang murid baru adalah sosok yang menyenangkan, menghibur, dan siap menemani ananda di sekolah sebagai seorang teman yang akrab dan bisa membuat mereka nyaman dan senang datang ke sekolah.
      Refleksi saya , kerja sama antar guru dan orang tua yang terpenting disini adalah bagaimana orang tua membiasakan ananda untuk melakukan sesuatu yang sederhana secara mandiri dirumah, dan bagaimana seorang guru di sekolah menjadi teman ternyaman bagi ananda.

  3. Setelah menonton video “Anak Belum Mandiri”, saya menyadari bahwa ketidak mandirian anak di awal sekolah itu hal yang wajar. Video ini memperlihatkan bagaimana guru memberikan toleransi kepada orang tua untuk mendampingi anak selama masa orientasi, lalu melepas anak secara bertahap.

    Yang menarik bagi saya adalah pendekatan guru yang penuh kelembutan—memberikan sentuhan, belaian, dan pelukan agar anak merasa nyaman. Guru juga mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan, serta mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Dari sini saya belajar bahwa kemandirian anak tidak bisa dipaksakan, melainkan dibangun melalui rasa aman terlebih dahulu.

    Saya juga melihat pentingnya pemberian reward atau pujian kepada anak yang sudah mulai mandiri, sebagai motivasi bagi anak lain. Namun, saya sepakat bahwa pujian tidak boleh menjadi satu-satunya motivasi—dorongan dari dalam diri anak tetap yang utama.

    Refleksi saya, kerja sama antara guru dan orang tua adalah kunci utama dalam menumbuhkan kemandirian anak. Guru perlu sabar dan kreatif, sementara orang tua juga harus konsisten melatih anak di rumah. Lingkungan yang aman dan menyenangkan akan membuat anak lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru secara mandiri.

  4. Nama : Lika Pratama
    Nim : 877718894

    Izin untuk menanggapi vidio tersebut,dalam vidio tersebut sangat menunjukan apa yang terjadi pada sekolah sekolah/lembaga paud disekirtar kita juga dilembaga saya sendiri,dilembaga kami juga guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya,dengan cara bertahap seperti diberikan waktu seminggu boleh ditunggu orang tua sesudah itu anak harus benar benar sendiri hanya bersama guru disekolah dan tidak ditunggu orang tua walaupun anak tersebut menangis harus tetep ditinggal karena dengan hal tersebut menjadikan karakter kemandirian anak semakin berkembang,disamping itu sebagai guru kami juga berhati hati dalam menangani setiap karakter anak kaki juga harus berperilaku lembut dan memberikan sentuhan,belaian serta pelukan agar anak merasa aman dan nyaman pada saat berdekatan dengan guru.
    Lalu didalam kelas guru mencoba menenangkan suasana kelas dan mengambil instruksi untuk menjalankan kegiatan selama belajar disekolah untuk melatih anak dalam hal kemandirian guru mempersiapkan dan memberikan reward kepada anak anak yang mampu belajar mandiri,sehingga memotivasi anak anak lainnya untuk berusaha mendapatkan reward dan tidak menangis lagi.

  5. Nama : Endang Septi Prasetyowati
    Nim : 877822083
    Izin menanggapi,
    Kemampuan setiap anak dalam menghadapi perpisahan dengan orang tua pada masa orientasi sekolah memang amat beragam, ada yang membutuhkan waktu yang lama sekali, tetapi ada pula yang dapat melewatinya tanpa kendala, hal inipun memiliki banyak faktor… Salah satunya adalah kesiapan anak secara mental , karena saat harus berpisah dengan orang terdekatnya dan beradaptasi dengan orang yang benar-benar belum pernah mereka temui sebelumnya sangatlah sulit bagi mereka dan membutuhkan waktu bagi mereka untuk merasa nyaman dan aman berada dilingkungan baru, Ibu guru baru dan teman baru. Dari video kita melihat bahwa Ibu guru berusaha untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk berpisah secara perlahan dan bertahap, mulai dari pendampingan orang tua selama berkegiatan didalam kelas, pendampingan diluar ruangan kelas (menunggu diluar pintu dan jendela, barulah kemudian pendampingan diluar sekolah (dihalaman sekolah agar sewaktu-waktu dapat dipanggil) sampai akhirnya dapat berpisah dengan orang terdekatnya.
    Guru dapat memberikan perhatian yang lebih selama masa adaptasinya tersebut agar terjalin kedekatan antara guru dan murid sehingga mereka dapat merasa aman dan nyaman berada di dekat Ibu guru.
    Demikian menurut pandangan saya, Terima kasih🙏

Leave a Reply