Sinopsis
Pada program video ini diperlihatkan upaya guru untuk memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi. Guru bekerjasama dengan orangtua untuk memotivasi anak dari agar mandiri dan tidak menangis saat ditinggalkan orangtuanya. Guru mempersilahkan orangtua untuk melepas anak secara bertahap. Kemudian guru mendekati anak dengan penuh kelembutan lalu memberikan sentuhan, belaian dan pelukan sehingga anak merasa nyaman berada dekat dengan guru. Selain itu guru juga dapat mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan. Guru dapat juga mengenalkan anak dengan teman-temannya yang pandai bersosialisasi. Sebaiknya guru tetap berada dalam jangkauan anak sehingga manakala dibutuhkan guru siap memberikan pelayanan/perhatian kepada anak, guru memberikan ”reward” kepada anak yang sudah bisa belajar mandiri di kelas agar memotivasi anak lain untuk mendapatkan reward sehingga berusaha untuk tidak menangis lagi.
Dwi Astuti
-
-
Secara keseluruhan tayangan dalam video tersebut lebih banyak peragaan/ilustrasi yang dilakukan guru dan anak didik saja. Untuk dialog hanya sedikit yang dapat didengar selebihnya hanya peragaan/ilustrasi. Kegiatan yang diberikan guru dapat memperkenalkan anak didik baru kepada semua teman-temanya dengan cara kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama ketika didalam kelas seperti bermain bersama, membuat roti dan menutup dengan membuat kereta panjang. Semua itu dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
-
214 Replies to “Anak Belum Mandiri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Assalamu’alaikum wr.wb
Nama : Norhidayah
NIM : 858337733
Prodi : PGPAUD
UPBJJ : UT Banjarmasin
Judul video : “Anak Belum Mandiri”
Menurut saya, memberikan toleransi kepada orangtua untuk berada di kelas selama masa orientasi adalah langkah yang bijak. Anak merasa lebih aman ketika masih melihat orangtuanya, sehingga proses adaptasi berjalan lebih lembut dan tidak menimbulkan rasa takut. Kerjasama antara guru dan orangtua juga sangat penting, karena keberhasilan anak beradaptasi tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga dukungan orangtua yang konsisten.
Guru dalam program ini menggunakan pendekatan penuh kelembutan, dengan sentuhan, belaian, dan pelukan. Cara ini membuat anak merasa nyaman dan mulai percaya bahwa guru bisa menjadi figur aman ketika orangtua tidak ada. Selain itu, guru juga mengalihkan perhatian anak dengan berbagai kegiatan menarik atau mengenalkan anak dengan teman yang pandai bersosialisasi. Hal ini membantu anak melupakan rasa takut dan mulai fokus pada aktivitas yang menyenangkan.
Strategi lain yang menurut saya efektif adalah pemberian reward kepada anak yang sudah berani mandiri. Dengan cara ini, anak lain akan termotivasi untuk mencoba mandiri agar mendapat penghargaan juga. Dari refleksi ini, saya menyadari bahwa menjadikan anak mandiri membutuhkan kesabaran, kerjasama, dan strategi yang tepat. Dengan pendekatan bertahap, anak akan lebih mudah beradaptasi, tidak menangis lagi, dan akhirnya merasa nyaman belajar di kelas tanpa harus selalu ditemani orangtua.
Assalamualaikum Wr, Wb
Nama : Puji Astuti
NIM : 877896198
Judul : anak belum mandiri
Izin menjawab video di atas sangat sesuai dengan apa yang terjadi saat kita pertama kali masuk di awal sekolah,sebagai guru saya juga sering mengalaminya secara langsung. Dan saya jg melakukan seperti di video ini. Dalam menghadapi anak yang belum mandiri yang selalu menangis karena takut di tinggal oranrtuanya saat d sekolah maupun di kelas.sebagai seorang guru kita harus memberikan pendekatan yang lembut terhadap anak dan sabar dengan tingkah laku mereka,agar mereka merasa aman,nyaman selama di sekolah. Kita dapat mengajak anak untuk mulai berbicara dengan menanyakan nama,hobi serta dapat berkenalan dengan teman-temannya mengajak bermain bersama teman serta mengenalkan lingkungan di sekolah dan di kelas agar anak dapat beradaptasi dengan teman-temannya di lingkungan sekolah dengan bantuan dan dukugan kita sebagai guru dan orangtua diharapkan anak dapat belajar mandiri di sekolah.
Assalamualaikim izin menanggapi dan merefleksikan video di atas
Setelah saya menonton video “Anak Belum Mandiri” saya dapat memahami bahwa setiap anak memiliki tingkat kemandirian yang berbeda- beda oleh karena itu setiap anak membutuhkan stimulasi kemandirian yang berbeda juga. saya setuju dengan pendekatan yang ditunjukkan guru di dalam video tersebut namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pemberian toleransi kepada orang tua untuk berada di kelas sebaiknya dibatasi waktunya dan dilakukan secara bertahap agar anak tidak terus bergantung pada kehadiran orang tua. Kedua pemberian reward perlu dilakukan dengan hati-hati jika terlalu sering berupa benda anak bisa terbiasa termotivasi secara eksternal. Sebaiknya reward lebih banyak berupa pujian verbal, senyuman, atau penguatan positif lainnya. Ketiga guru juga perlu berkoordinasi dengan orang tua agar pendekatan di sekolah dan di rumah konsisten.
Terimakasih
SATRIANA_859445183_PGPAUD
Masalah anak yang belum mandiri sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua maupun pendidik di sekolah, karena kemandirian merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak usia dini. Fenomena ini umumnya tidak hanya bersumber dari diri anak yang terbiasa dilayani, tetapi juga akibat pola asuh overprotective di mana orang tua atau pengasuh kerap terburu-buru mengambil alih tugas anak karena alasan praktis atau rasa tidak tega. Akibatnya, anak kehilangan kesempatan untuk mencoba, mengalami kesalahan kecil, dan membangun rasa percaya diri dalam mengurus diri sendiri. Oleh karena itu, solusi terbaik untuk mengatasi hal ini adalah melalui pembiasaan yang konsisten baik di rumah maupun di sekolah, seperti melatih keterampilan dasar merawat diri secara bertahap scaffolding, memberikan jadwal visual harian agar anak lebih berinisiatif, serta senantiasa memberikan apresiasi terhadap proses usaha anak alih-alih menuntut hasil yang sempurna. Melalui kolaborasi yang erat antara orang tua dan guru serta kesabaran dalam mendampingi setiap tahap tumbuh kembangnya, anak secara perlahan akan belajar mengatasi rasa ketergantungan dan tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, percaya diri, serta siap menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas.
Assalamu’alaikum wrwb.
Nama: Rizky Nila Sari
NIM: 860220027
PRODI: PGPAUD
UPBJJ: UT Surabaya
video ” Anak Belum Mandiri’ ini sangat relevan dengan RPPH saya . Kegiatan mencuci baju adalah bentuk kemandirian anak. Dari video ini saya belajar untuk memberi kesempatan anak mencoba sendiri, tidal langsung membantu, dan memberikan pujian agar anak percaya diri dan mandiri. sanfat bermanfaat, Terima kasih.