104 Comments

Sinopsis

Program video ini berisi gambaran umum mengenai permasalahan perkembangan moral-disiplin yang sering ditemukan pada anak usia dini pada saat proses belajar mengajar berlangsung yakni anak yang “ngobrol”. Upaya yang dapat dilakukan guru diantaranya adalah: mengadakan variasi permainan, misalnya permainan tepuk; memisahkan anak yang suka mengobrol ke dekat guru; memberikan reward pada akhir pembelajaran sehingga anak akan berusaha lebih baik lagi.

Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.

Tujuan penayangan video ini agar dapat bagaimana seorang Guru PAUD mengadapi kegiatan PBM, sebagai Moral disiplin yang sering ditemukan pada anak Usia Dini pada saat proses belajar mengajar berlangsung dengan baik, dan yang terlihat pada tayangan ini seorang anak yakini anak sedang “mengobrol “ (bercanda)

Saat mengajar atau menjelaskan guru berupaya untuk menjelaskan tentang binatang dan mengalikan dengan menggunakan Media gambar penggunaan media gambar sebaiknya dengan gambar media yang besar dan menggunakan Infocus PowerPoint. Jadi untuk mengalihkan anak ngobrol akan melihat gambar binatang sambil guru menjelaskan tentang binatang

Kesesuaian tingkat kependidikan  Sangat Baik

Untuk perkembangan anak didik sesuai dengan yang disampaikan guru untuk bercerita tentang Binatang karena,untuk anak usia dini sangat menarik dengan Kurikulum sesuai dengan AUD.

Kesan umum. Untuk video penayangan sangat baik hanya pada back Graud music jangan terlalu keras jadi tidak menganggu saat mel;ihat tayangan flim tsb.

Untung Laksana Budi

Dalam video tersebut ditampilkan cara bu guru membuka, mengisi pembelajaran serta menutup pembelajaran sesuai dengan pembelajaran anak.

  1. Strategi, pendekatan, metode dan media ditampilkan dalam video tersebut. Namun dalam evaluasi pembelajaran tidak ditampilkan.
  2. Untuk kesesuaian sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
  3. Kesesuaian dengan kerikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013.

Rahmawati

104 Replies to “Anak Ngobrol di Kelas Saat PBM

  1. Nama : Nurul Hidayah Rahma
    Nim : 857407701

    Permasalahan yang memang umum terjadi di kelas terutama pada anak usia dini, saran dari video tersebut sudah beberapa kali dipraktikkan sehingga memudahkan anak kembali berfokus

    Terimakasih banyak video ini dapat menginspirasi terlebih sebagai guru PAUD dalam menjalankan perkerjaan dengan baik terlebih dalam hal mengatur sosial-emosional anak.

  2. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap video pembelajaran, terlihat bahwa beberapa anak mengobrol saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini merupakan perilaku yang wajar pada anak usia dini, karena mereka memiliki karakteristik aktif, mudah bosan, dan senang berinteraksi dengan teman sebayanya.

    Namun demikian, kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang diberikan mungkin kurang menarik atau kurang melibatkan anak secara aktif. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam mengelola kelas dengan menggunakan metode yang lebih variatif, seperti permainan, bernyanyi, atau aktivitas yang melibatkan gerak dan partisipasi anak.

  3. Nama: Silvia Nuranisa
    NIM : 877704183

    Dalam video ini ditampilkan bagaimana saat guru menjelaskan pembelajaran di kelas. Anak-anak sebagian besar ngobrol sendiri tidak mendengarkan atau memperhatikan gurunya. Ada beberapa cara yang dilakukan guru di dalam video tersebut. Yang pertama, guru berhenti sejenak dalam proses menjelaskan pembelajaran agar dapat menenangkan anak-anak. Kedua, memisahkan antara dua anak yang saling mengobrol. Ketiga, memindahkan anak yang ngobrol sendiri di dekat guru. Keempat, melibatkan anak dalam kegiatan cerita atau proses pembelajaran. Kelima tekankan agar anak tidak mengulangi kejadian yang sama, dan terakhir berikan reward jika anak dapat memperbaiki perbuatannya. Saya sangat setuju dengan apa yang dilakukan oleh guru di dalam video, karena cara-cara tersebut bisa mengkondisikan anak-anak pada saat proses pembelajaran. Saya sebagai guru PAUD juga kadang menerapkan beberapa cara yang ada dalam video tersebut, dan memang sangat efektif untuk menenangkan kondisi kelas saat pembelajaran.

  4. Nama: Lidya Elizabeth Boru Simanjuntak
    NIM: 859523484

    Menurut saya, video “Anak Ngobrol di Kelas Saat PBM” menyampaikan situasi yang sangat umum terjadi di kelas anak usia dini. Saya pribadi merasa sangat relate dengan kejadian tersebut karena memang anak-anak TK cenderung masih sangat aktif secara sosial dan belum sepenuhnya mampu mengendalikan diri saat proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini sebetulnya wajar terjadi, mengingat mereka masih berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan ruang untuk berekspresi dan berinteraksi.
    Saya suka bagaimana guru dalam video ini tidak langsung memarahi anak yang berbicara, tetapi justru menggunakan pendekatan yang positif dan menyenangkan.

    Misalnya, dengan mengadakan variasi permainan atau kegiatan yang interaktif, guru mencoba menarik kembali perhatian anak tanpa membuat mereka merasa tertekan. Menurut saya, ini adalah strategi yang efektif karena anak-anak pada dasarnya mudah terdistraksi, dan jika pembelajaran terasa monoton, mereka akan mencari stimulus lain seperti mengobrol dengan teman.

    Pindahnya posisi duduk anak yang suka mengobrol ke dekat guru juga merupakan solusi sederhana namun cukup jitu. Hal ini menunjukkan bahwa guru tetap ingin memberi perhatian khusus tanpa membuat anak merasa dikucilkan. Memberikan reward di akhir pembelajaran juga langkah yang cerdas karena bisa meningkatkan motivasi anak untuk bersikap lebih tertib dan fokus.

    Secara keseluruhan, saya merasa video ini menggambarkan pendekatan yang humanis dalam menghadapi perilaku anak di kelas. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tapi juga sebagai fasilitator dan pembimbing yang memahami dunia anak. Saya pikir, pendekatan semacam ini sangat penting untuk terus dikembangkan agar pembelajaran di kelas PAUD tidak hanya efektif, tetapi juga menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan anak.

  5. Nama : Amini samiasih
    NIM : 877806523

    Hal ini merupakan fenomena yang wajar karena pada usia tersebut anak masih dalam tahap belajar mengendalikan diri dan memahami aturan kelas. Upaya yang dilakukan guru, seperti memberikan menghentikan cerita sejenak, memindahkan anak yang sering mengobrol ke dekat guru, melibatkan anak dalam bercerita serta memberikan reward di akhir pembelajaran, merupakan strategi yang tepat dan relevan. Variasi permainan juga dapat menjaga perhatian anak sekaligus membuat suasana belajar lebih menyenangkan, sementara penempatan anak di dekat guru membantu mengurangi distraksi dan meningkatkan fokus. Pemberian reward juga menjadi motivasi positif yang mendorong anak untuk berusaha lebih baik dalam mengikuti aturan kelas. Dengan kombinasi strategi tersebut, guru tidak hanya mengatasi masalah disiplin secara praktis, tetapi juga menanamkan nilai moral, tanggung jawab, dan kebiasaan baik yang akan mendukung perkembangan anak dalam jangka panjang.”

Leave a Reply