Sinopsis
Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.
Megawati Simanjuntak, SP., M.Si.
Pada program ini diperlihatkan upaya guru untuk mengatasi anak yang ribut di kelas, upaya tersebut diantaranya adalah dengan mencoba mengenali penyebab anak ribut di kelas. Setelah mengetahui penyebabnya maka solusi yang dilakukan oleh guru tersebut adalah menenangkan anak yang ribut dengan berbagai tepuk. Ketika anak teridentifikasi bosan dalam pembelajaran di kelas, guru dapat memindahkan pembelajaran di luar kelas (outdoor) agar kebosanan anak dapat teratasi dengan baik.
Dr. Siti Aisyah, M.Pd.
Dalam tayangan video sudah terlihat dengan jelas saat guru membuka pembelajaran dan mengisi pembelajaran sedangkan untuk penutup pembelajaran belum terlihat jelas. Penggunaan strategi, pendekatan, metode, dan media sudah terlihat. Sedang untuk evaluasi belum terlihat. Guru mengajak anak untuk dapat duduk tenang dan tidak membuat keributan yang dapat mengganggu konsentrasi teman (taat pada peraturan) merupakan salah satu yang ada di kompetensi dasar pada kurikulum.
Tri Ekowati
68 Replies to “Anak Ribut Di Kelas Saat PBM”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : LINDA EKA SEPTIANA SARI
NIM : 860319501
Refleksi
Setealah melihat video “anak ribut di kelas saat PBM” saya memahami bahwa anak yang ribut di kelas tidak selalu anak yang nakal tetapi anak ribut dikelas karena bosan, kurang tertarik dengan kegiatan atau membutuhkan kegiatan yang lebih menyenangkan
Menurut saya, guru dalam video tersebut sudah berusaha menghadapi anak dengan sabar serta guru tidak langsung memarahi anak tetapi mencoba mencari tahu penyebabnya , guru juga menggunakan kegiatan tepuk-tepuk untuk menarik perhatian anak ketika anak mulai merasa bosan, kegaiatan pembelajaran dipindahkan ke luar kelas agar anak kembali tertarik dan tidak jenuh
Dari video ini saya belajar bahwa sebagai guru PAUD kita harus sabar dalam menghadapi berbagai tingkah laku anak , kita juga perlu memahami terlebih dahulu penyebab anak ribut sebelum melakukan tindakan, pembelajaran juga sebaiknya dibuat bervariasi , menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan anak
Jika saya menghadapi keadaan yang sama , saya akan mencoba mengajak anak melakukan tepuk, permainan singkat, atau kegiatan di luar kelas dan saya juga ingin membuat anak merasa nyaman sehimgga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan senang dan tidak mudah bosan
Saran Perbaikan Pembelajaran
Penerapan Kesepakatan Kelas (Classroom Agreement) di Awal Pembelajaran:
Buatlah “Kesepakatan Kelas” bersama anak di awal kegiatan (misal dengan simbol/gambar) tentang kapan boleh berbicara, kapan mendengarkan, serta konsekuensi logis jika terjadi keributan.
Lengkapi Struktur Pembelajaran dengan Kegiatan Penutup dan Evaluasi:
Setelah aktivitas outdoor, ajak anak kembali dalam lingkaran (circle time) untuk merangkum pelajaran, menanyakan perasaan anak (refleksi emosi), serta melalukan asesmen sederhana (observasi/catatan anekdot).
Variasi Metode Pembelajaran Sejak Kegiatan Inti:
Agar anak tidak cepat bosan di dalam kelas, variasikan metode mengajar (learning styles) yang mengombinasikan visual, auditori, dan kinestetik secara seimbang sebelum keributan terjadi.
Memberikan Penguatan Positif (Positive Reinforcement):
Berikan apresiasi atau pujian kepada anak/kelompok yang mampu menjaga ketertiban dan merespons instruksi guru dengan cepat
Nama : Isa Rahmi Pratiwi
NIM : 860286048
Assalamualaikum izin menanggapi video tersebut.
Menurut pendapat saya, anak yang ribut di kelas tidak selalu berarti anak nakal. Bisa saja anak merasa bosan, kurang tertarik dengan kegiatan, atau ingin melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan. Setelah melihat video tersebut, saya memahami bahwa guru sebaiknya mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu dan tidak langsung memarahi anak. Guru bisa menggunakan tepuk-tepuk, permainan singkat, atau mengajak anak belajar di luar kelas agar suasana kembali nyaman dan menyenangkan. Menurut saya, guru PAUD memang harus sabar dan kreatif dalam menghadapi berbagai karakter anak yang berbeda-beda.
Nama: Elmidar
NIM: 858494183
UPBJJ-UT: Samarinda
Menurut saya, dari tayangan “Anak Ribut di Kelas Saat PBM”, saya belajar bahwa guru perlu memahami penyebab anak ribut dan tidak langsung memberikan teguran yang keras. Anak usia dini masih belajar mengendalikan diri, mengikuti aturan, dan berinteraksi dengan teman. Guru dapat memberikan arahan dengan bahasa yang sederhana dan positif serta membuat kegiatan yang menarik agar anak lebih fokus dan nyaman mengikuti pembelajaran. Menurut saya, untuk mengurangi anak ribut saat menunggu giliran, anak yang sudah selesai mengerjakan tugas atau masih menunggu dapat diberikan kegiatan sederhana atau mainan yang sesuai agar tidak mengganggu teman yang sedang mengerjakan tugas.
Semoga apa yang saya pelajari dari video ini dapat saya terapkan dalam kegiatan pembelajaran bersama anak usia dini di lembaga saya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat sore perkenalkan nama saya Murniwati Zega, Nim: 860180177 Prodi PGPAUD Izin menanggapi Video tersebut
Menurut saya, video ini memberikan pembelajaran yang baik tentang cara guru menghadapi anak yang ribut di kelas. Dari analisis saya, guru perlu mengetahui terlebih dahulu alasan anak ribut, karena bisa saja anak merasa bosan atau kurang tertarik dengan pembelajaran. Penggunaan tepuk dan kegiatan belajar di luar kelas merupakan cara yang cukup menarik untuk mengembalikan perhatian anak. Dari video ini saya juga belajar bahwa sebagai guru kita harus sabar dan kreatif dalam menghadapi perilaku anak. Saya menyadari bahwa suasana belajar yang menyenangkan dapat membuat anak lebih nyaman dan membantu mereka kembali fokus dalam mengikuti pembelajaran.
Refleksi
Setelah melihat video tersebut, saya belajar bahwa menghadapi anak yang ribut tidak selalu harus dengan menegur atau memarahi. Guru perlu memahami terlebih dahulu penyebab anak ribut, karena mungkin anak merasa bosan atau kurang tertarik dengan kegiatan yang dilakukan. Saya juga menyadari bahwa guru harus kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, misalnya melalui tepuk atau pembelajaran di luar kelas. Bagi saya, hal yang paling penting dari video ini adalah kesabaran guru dalam memahami perilaku anak dan mencari cara yang sesuai agar anak kembali nyaman dan fokus belajar.