Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
187 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama: Andar Yuli Amiyati
NIM : 858003181
Prodi: PGPAUD
– Manfaat yang Saya Peroleh dari Mempelajari Video Ini
Dari video tersebut, saya memperoleh banyak manfaat, antara lain:
1) Memahami penyebab anak tidak percaya diri
Anak bukan tidak mampu, melainkan merasa belum yakin dengan kemampuannya sendiri, atau merasa hasil karyanya belum cukup baik. Rasa ragu ini wajar terjadi dan perlu ditangani dengan pendekatan yang penuh pengertian.
2) Memperoleh teknik praktis menumbuhkan kepercayaan diri anak
Saya belajar langkah-langkah konkret yang bisa langsung diterapkan: menanyakan keraguan anak, memberi kebebasan menggambar apa yang disukai, memotivasi tanpa menekan, serta mengeksplorasi potensi yang dimiliki anak.
3) Memahami makna di balik gambar anak
Gambar yang berupa coretan atau garis lurus bukan berarti anak tidak mampu. Itu adalah tahap perkembangan motorik halus yang wajar. Tindakan guru yang meminta anak menceritakan karyanya lalu menuliskan judul bersama anak, ternyata sangat berarti karena anak merasa dihargai dan didengarkan.
4) Menyadari pentingnya kebebasan berekspresi
Membiarkan anak menggambar bebas sesuai keinginan tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga menjaga semangat belajar dan mencegah rasa bosan. Anak akan lebih senang jika diberi ruang untuk menyalurkan gagasannya sendiri.
5) Memperkuat pemahaman bahwa proses lebih utama daripada hasil
Tujuan kegiatan bukan menghasilkan gambar yang indah, melainkan melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan gagasan. Ini menjadi pegangan penting bagi saya sebagai calon pendidik agar tidak terjebak menuntut kesempurnaan.
– Masukan dan Saran untuk Video Tersebut
Masukan
a) Durasi penjelasan mengenai mengapa motorik halus anak belum berkembang sempurna masih terasa singkat, sehingga bagi penonton yang belum memahami tahap perkembangan anak mungkin butuh penjelasan lebih mendalam.
b) Contoh penerapan yang ditampilkan baru satu kegiatan (menggambar). Belum terlihat bagaimana pendekatan serupa dilakukan pada kegiatan lain seperti bernyanyi, bercerita, atau bermain peran.
c) Belum ada bagian yang membahas cara mengomunikasikan pemahaman ini kepada orang tua, padahal dukungan di rumah sangat penting agar anak tetap percaya diri secara konsisten.
Saran
a) Sebaiknya ditambahkan penjelasan singkat tahap perkembangan gambar anak agar penonton lebih memahami bahwa coretan adalah tahap wajar dan bukan kekurangan.
b) Perlu ditampilkan contoh kegiatan lain dengan pendekatan serupa, misalnya saat anak malu berbicara di depan teman atau takut mencoba permainan baru, agar panduan ini lebih lengkap dan bisa diterapkan di berbagai situasi.
c) Disarankan menambahkan bagian untuk orang tua atau cara menyampaikan pemahaman ini kepada keluarga, sehingga pendekatan yang dilakukan di sekolah sejalan dengan pendampingan di rumah.
Terimakasih.
Nama: Siti Syafira Lestari
NIM: 877822908
UPBJJ: Bogor
SERI PENGEMBANGAN BAHASA PAUD
Anak Tidak Percaya Diri
Analisis:
Materi tersebut membahas cara guru menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitas anak usia dini, terutama pada anak yang ragu dengan hasil belajarnya.
Setelah menyimak materi tentang anak yang kurang percaya diri terhadap hasil belajarnya, saya memahami bahwa guru memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri dan kreativitas anak. Anak tidak seharusnya langsung dinilai dari bagus atau tidaknya hasil karya, tetapi perlu diberikan kesempatan untuk berekspresi sesuai kemampuan dan minatnya.
Menurut saya, salah satu cara yang dapat dilakukan guru adalah memberikan motivasi dan apresiasi terhadap setiap usaha anak. Misalnya, ketika anak masih ragu menggambar, guru dapat memberikan dorongan bahwa anak mampu membuat gambar sendiri dan membebaskan anak menggambar sesuatu yang disukainya. Untuk anak yang masih dalam tahap perkembangan motorik halus, seperti baru mampu membuat coretan atau garis, guru dapat meminta anak menceritakan makna dari coretan tersebut. Dengan demikian, anak merasa bahwa hasil karyanya dihargai.
Saya juga tertarik dengan kegiatan menggambar bebas di luar kelas karena anak dapat mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan menuangkan ide sesuai imajinasinya. Hal ini dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus membantu mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri anak.
Sebagai guru PAUD, saya perlu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan tidak membuat anak takut salah sehingga anak berani mencoba dan menunjukkan kemampuannya.
Nama Retno Winarsih
NIM 877845342
Menurut saya, video tersebut sangat membantu guru untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri anak. Banyak hal yang dapat saya pahami dari video tersebut untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, yaitu guru dapat menanyakan kepada anak jika masih ragu dengan tugas yang diberikan, yaitu guru membantu anak dalam menggambar, memberi saran kepada anak untuk menggambar sesuatu yang mereka sukai walaupun berbeda dengan tema yang sedang di bahas. Guru harus dapat mengeksplorasi anak, yaitu dengan bertanya apa yang mereka gambar, dan alasanya serta memotivasi anak untuk dapat menggambar sendiri, kemudian memberi apresiasi atau pujian agar anak merasa percaya diri.
Nama : Mutmainah
NIM : 877845793
Video tersebut dapat membantu mengatasi anak yang kurang percaya diri terhadap karyanya. Banyak hal yang dapat saya ambil dari video tersebut dalam mengatasi permasalahan yang sama di lembaga saya. Sering kali saya menjumpai anak yang kurang percaya diri terhadap karyanya, sehingga perlu motivasi dan dorongan untuk membuatnya lebih percaya diri. Dari video, saya belajar bahwa perlu untuk bertanya kepada anak mengenai keraguan yang dimilikinya kemudian memberikan saran yang dapat memotivasi kreativitasnya serta memberikan apresiasi terhadap hasil karya anak sehingga anak menjadi lebih percaya diri.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Nama: Shelly Eka Setiawati
NIM: 860278681
Menurut saya pendekatan pada video diatas menunjukkan pendekatan yang humanis dan efektif dalam membangun kepercayaan diri anak. Guru tidak melakukan pendekatan dengan paksaan tapi lewat empati sehingga anak lebih mudah di dekati karena merasa nyaman juga merasa tidak terlalu terbebani oleh tugas yang dibebankan. Sekian, terimakasih.