111 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

111 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”

  1. NAMA : NAZWA MUMTAZAH

    NIM : 877328847

    Mohon izin menanggapi video ini terkait materi kurangnya percaya diri pada anak:

    Berdasarkan video pembelajaran yang diamati, program tersebut memperlihatkan bagaimana seorang guru Taman Kanak-kanak secara aktif menangani peserta didik yang mengalami krisis kepercayaan diri terhadap hasil belajarnya. Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa guru melakukan pendekatan personal yang sangat suportif dengan cara menghampiri anak, memberikan motivasi, serta menanyakan secara langsung apabila masih ada anak yang merasa ragu atau kurang memahami tugas yang diberikan.

    Selain itu, guru tersebut juga sangat kreatif dalam merangsang daya cipta peserta didik. Ketika anak tampak ragu atau mengalami hambatan, guru memberikan alternatif pilihan aktivitas lain yang dapat dikerjakan, menyarankan anak untuk menggambar sesuatu yang mereka sukai selama masih berkaitan dengan tema pembelajaran, serta mendampingi mereka dalam mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi kreatif lainnya.

    Menurut pendapat saya, apa yang dicontohkan oleh guru dalam video tersebut sangatlah penting untuk diterapkan dalam praktik pendidikan anak usia dini. Sebagai seorang pendidik, kesiapan mengajar tidak hanya terbatas pada penguasaan materi, melainkan juga menuntut kepekaan emosional terhadap kondisi psikologis anak—khususnya dalam membangun rasa percaya diri mereka. Pendekatan yang penuh kesabaran, empati, dan motivasi positif terbukti sangat efektif untuk menciptakan suasana belajar yang aman, sehingga anak terbebas dari rasa takut salah dan kembali antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.

  2. nama : natalian
    nim : 860014237
    kelas : SPAD4304

    REFEKSI
    Setelah menonton video tersebut, saya menyadari bahwa setiap anak memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda. Ada anak yang masih ragu menunjukkan hasil karyanya dan membutuhkan dorongan sebelum berani mencoba.
    Dari sini saya belajar bahwa guru perlu memberikan motivasi dan apresiasi agar anak tumbuh percaya diri. Ke depannya, saya akan memberi kesempatan kepada setiap anak untuk berusaha sendiri, tidak membandingkan hasil karya mereka, serta memuji setiap usaha yang mereka lakukan. Dengan demikian, anak akan lebih berani mengikuti kegiatan dan mengekspresikan gagasannya.

  3. nama : susi rahayu
    nim : 860198251

    Setelah saya melihat video pembelajaran tersebut, saya belajar bahwa guru perlu memberikan perhatian dan motivasi kepada anak yang kurang percaya diri dengan cara yang tidak memaksa anak, tetapi memberikan pilihan dan arahan sesuai minat anak. Dengan cara tersebut dapat membuat anak lebih nyaman, berani mencoba, dan mampu mengembangkan kreativitasnya.
    melalui video tersebut juga membuat saya yang sebagai guru PAUD perlu lebih sabar lagi dalam mendampingi setiap anak dan menghargai proses belajar mereka, karena setiap anak memilki kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda.

  4. Setelah saya mengamati video diatas saya mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang betapa pentingnya peran guru dalam mendampingi proses belajar anak usia dini, terutama bagi anak yang masih merasa kurang percaya diri terhadap hasil karyanya sendiri.
    Saya memperhatikan bagaimana cara guru dalam video tersebut dia mampu membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak. Dan guru tidak langsung menilai hasil gambar anak, melainkan memberikan dukungan terlebih dahulu untuk emosional dan dia menciptakan suasana belajar yang aman sehingga anak mampu dan berani mengungkapkan apa yang ia rasakan dan apa yang membuatnya dia ragu dan tidak percaya diri. Selain itu, guru juga memberikan kebebasan pada anak untuk menggambar sesuai dengan minat mereka dan imajinasinya tanpa adanya paksaan atau tuntutan harus bagus dengan pendekatan tersebut membuat anak merasa lebih dihargai dan tidak takut salah.
    Dari video diatas , saya menjadi semakin sadar bahwa tugas guru tidak hanya mengajar,akan tetapi juga memberikan semangat, motivasi, dan apresiasi yang tulus untuk setiap usaha anak,dengan memberikan penghargaan , anak akan tumbuh rasa percaya dirinya dan berani mengekspresikan dirinya melalui karya yang ia buat.

  5. Setelah mengamati video diatas saya mulai menyadari bahwa membangun rasa percaya diri pada anak membutuhkan pendampingan serta motivasi. Guru juga harus membangun komunikasi serta memberikan dukungan agar anak merasa nyaman dan tidak merasa kurang percaya diri atau minder.
    Dari sini terlihat bahwa Guru PAUD atau Guru anak usia dini tidak hanya harus menguasai materi, tapi juga harus peka terhadap kondisi mental anak. Selalu memberikan dukungan dan semangat secara konsisten serta selalu sabar dan empatik maka anak akan merasa aman dan akan menjadi lebih percaya diri.

Leave a Reply