187 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

187 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”

  1. Nama : Umi Holipah
    Nim : 877333942.

    Setelah menonton video tersebut, saya menyadari bahwa setiap anak memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda. Ada anak yang masih ragu menunjukkan hasil karyanya dan membutuhkan dorongan sebelum berani mencoba.
    Ada juga beberapa cara untuk mengatsi rasa tidak Percaya diri Anak :
    1. Puji Proses, Bukan Hanya Hasil (Growth Mindset) :
    Alih-alih mengatakan “Kamu pintar sekali!”, ubah menjadi “Ibu bangga kamu sudah berusaha keras dan tidak menyerah.” Ini mengajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari belajar, bukan akhir dari segalanya.

    2. Berikan Ruang untuk Mengambil Keputusan Kecil :
    Biarkan anak memilih bajunya sendiri, memilih menu makan siang, atau membantu tugas rumah tangga yang sesuai usianya. Kepemilikan atas keputusan membangun rasa kendali (sense of agency).

    3. Validasi Emosi Anak :
    Saat anak merasa takut atau ragu, hindari meremehkan perasaannya (misal: “Masa begitu saja takut?”). Sebaiknya katakan: “Ibu mengerti kamu merasa gugup. Itu wajar kok. Mau dicoba pelan-pelan bareng Ibu?”

    4. Ubah Kegagalan Menjadi Bahan Diskusi :
    Gunakan kesalahan sebagai momen pembelajaran tanpa nada menghakimi, sehingga anak tidak takut membuat kesalahan di masa depan.

  2. NAMA:FENI DARMAWATI
    NIM :877334034
    Setelah menyaksikan video pembelajaran tersebut, saya memahami bahwa kemampuan percaya diri setiap anak tidak sama. Sebagian anak terlihat antusias dan berani menunjukkan hasil pekerjaannya, sedangkan sebagian lainnya masih memerlukan dukungan dan arahan dari guru untuk berpartisipasi secara aktif.

    Melalui tayangan tersebut, saya belajar bahwa peran guru sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang nyaman, memberikan semangat, serta menghargai setiap usaha yang dilakukan anak. Dalam praktik pembelajaran nanti, saya akan memberikan kesempatan kepada semua anak untuk mencoba menyelesaikan tugas secara mandiri, menghindari perbandingan antar anak, dan memberikan apresiasi atas proses yang mereka lakukan. Dengan cara tersebut, diharapkan anak merasa lebih yakin terhadap kemampuannya dan berani mengungkapkan ide maupun pendapatnya.

  3. Nama : Keterina Nainggolan
    NIM : 877557627

    Setelah menyaksikan video **“Anak Tidak Percaya Diri”**, saya memahami bahwa rasa percaya diri anak perlu dibangun melalui pendekatan yang lembut, sabar, dan penuh dukungan. Guru dalam video tidak memaksa anak ketika mengalami keraguan, tetapi berusaha mendekati, memberikan motivasi, serta menawarkan pilihan kegiatan yang sesuai dengan minat anak. Hal tersebut membuat anak memiliki kesempatan untuk berani mencoba dan mengembangkan kreativitasnya.

    Dari video ini saya belajar bahwa sebagai guru PAUD, saya perlu menghargai setiap proses yang dilakukan anak dan tidak hanya melihat hasil akhirnya. Saya juga perlu memberikan apresiasi dan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan ide sesuai kemampuannya. Dengan suasana belajar yang nyaman dan dukungan yang positif, anak diharapkan menjadi lebih berani, mandiri, dan percaya terhadap kemampuannya sendiri.

    Terimkasih…

  4. NAMA : IIS NUR SETYAWATI
    NIM : 860286055

    Assalamualaikum wr.wb mohon ijin menanggapi

    Setelah saya mengamati video diatas, menurut saya Video ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana seorang guru TK menangani anak yang tidak percaya diri. Strategi yang ditampilkan mendekati anak, memotivasi, menanyakan keraguan, dan memberi pilihan aktivitas sudah cukup baik dan sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD yang berpusat pada anak.
    Namun, ada beberapa hal yang bisa diperkuat. Pertama, media pembelajaran masih perlu diperkaya agar anak lebih tertarik dan tidak cepat bosan. Kedua, evaluasi di akhir pembelajaran perlu ditambahkan, misalnya dengan memberi kesempatan anak menceritakan hasil karyanya. Kegiatan ini tidak hanya melatih kepercayaan diri, tetapi juga kemampuan bahasa dan refleksi anak. Ketiga, guru bisa lebih eksplisit memberi apresiasi verbal terhadap usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya. Secara keseluruhan, video ini bermanfaat sebagai bahan refleksi bagi guru PAUD untuk terus mengembangkan pendekatan yang lebih variatif dan suportif.

  5. NAMA : ANNISA MUHARNI M
    NIM : 877740427

    Sebagai guru kita dapat melakukan beberapa poin :

    1. Pendekatan Humanis : guru tidak langsung menghakimi hasil belajar anak,melainkan mendekati secara personal untuk membangun rasa aman secara emosional kepada anak.

    2. Komunikasi Interaktif : Guru pro aktif menanyakan letak keraguan anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri.

    3. Fleksibilitas & kreativitas : Memberikan kebebasan memilih alternatif aktivitas dan saran objek gambar yang disukai anak menunjukkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang efektif.

    KESIMPULAN : Guru berhasil mengubah kecemasan anak menjadi motivasi belajar melalui penguatan positif.sehingga anak kembali percaya diri untuk berekspresi.

Leave a Reply