Sinopsis
Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.
Dwi Astuti
-
-
Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.
Harimurti
187 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri”
Leave a Reply Cancel reply
You must be logged in to post a comment.
Nama : Nurul komariyah
Nim : 860194168
Menjadi guru tk itu memang harus jeli mengamati setiap karakter anak yang berbeda,sebagai guru saya menyadari bahwa anak yang kurang percaya diri sangat membutuhkan pendekatan khusus, mendampingi, mendengarkan dan terus memberikan motivasi,kita juga tidak boleh melarang anak menuangkan imajinasi nya melalui gambar atau coretan yang mereka anggap hasil karya terbaiknya,biarkan mereka menuangkan hasil imajinasinya karna motoriknya baru berkembang,terus dampingi, apresiasi karyanya dan terus diberi motivasi supaya terus menjadi lebih percaya diri.
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Rusminarsih, NIM : 877886165
Ijin menanggapi Vidio yang berjudul “Anak Tidak Percaya Diri”, setelah melihat vidio tayangan tersebut menurut sangat menginspirasi dan hal telah dilkukan sudah baik dengan cara mendampingi anak dan menemaninya. Untuk menambah kepercayaan dirinya mungkin pendidik lebih sering memberikan motivasi kepada anak tersebut seperti “wah kamu hebat” agar anak merasa senang dan bangga, setelah itu sebagai pendidik baru kita bertanya hal-hal sederhana seperti menggambar apa, bagus sekali? nah dari situ anak akan muncul rasa kepercayaan dirinya dikit demi sedikit melalui prosesnya. Demikian dari saya, dan terimaksih. Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Saya memahami bahwa kepercayaan diri anak-anak itu tidak sumuanya memiliki kepercayan diri yang sama. Namun, melihat dari video ini saya memahami bahwa rasa percaya diri anak perlu dibangun melalui pendekatan yang sabar, lembut, dan penuh dukungan. Contoh dalam video, guru berkeliling melihat hasil gambaran anak-anak satu persatu, memberi masukan pada gambar anak dan juga ikut masuk kedalam imajinasi anak agar anak mau menceritakan tentang gambarannya. Saya jadi belajar bahwa sebagai guru tk, saya perlu memahami setiap proses yang dikalukan anak, tidak hanya memberi media belajar namun juga harus ikut memberi arahan dan masuk kedalam dunia anak, agar kita tahu apa yang anak ingin sampaikan.
assalamualaikum wr wb, selamat pagi rekan-rekan sejawat dan tutor. terkait dengan tayangan video do atas tentang anak yang tidak percaya diri, saya sangat terinspirasi dengan cara guru tersebut menangani siswanya. anak yang takut menggambar biasanya terlihat cemas karena takut gambarnya akan di nilai salah atau jelek, pendekataan guru yang secara spontan memberikan kebebasan penuh (”titi ini gambar apa? boleh gambar ikan) adalah solusi yang sangat tepat. tindakan ini langsung meruntuhkan rasa takut salah pada diri anak. Terima Kasih
Setelah menyimak vidio “Anak Tidak Percaya Diri”, saya melihat pentingnya kepekaan seorang pendidik dalam membaca keraguan dan rasa cemas pada anak usia dini. Ketika anak merasa kurang percaya diri, pendekatan persuasif tanpa paksaan terbukti sangat efektif untuk memulihkan rasa aman mereka. Guru perlu memberikan dorongan bertahap serta apresiasi yang berfokus pada proses usaha anak, bukan semata-mata hasil akhirnya. Hal ini sangat menginspirasi saya untuk terus menciptakan lingkungan kelas yang suportif, di mana anak merasa dihargai dan tidak takut membuat kesalahan saat mengeksplorasi ide-idenya.