554 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

554 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

  1. Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    Nama : Rika Mutia
    Nim : 860728638
    UPBJJ : UT Semarang

    Refleksi dari kasus vidio ini menunjukkan bahwa kondisi anak usia 3–6 tahun yang belum mampu menggambar dengan baik—misalnya garis melengkung jadi tidak terkontrol, kertas sobek, atau pensil patah—sebenarnya bukan masalah “tidak bisa”, tapi lebih ke kesiapan motorik halus yang belum matang.

    Di usia ini memang perkembangan kekuatan dan koordinasi tangan berlangsung cepat, tapi tetap tidak merata. Ada anak yang sudah siap menulis, ada juga yang masih dalam tahap melatih otot-otot kecil di jari dan pergelangan tangan.
    Kalau langsung dipaksa menulis atau menggambar rapi, hasilnya justru seperti yang disebutkan: tekanan terlalu kuat, gerakan kaku, dan akhirnya kertas rusak atau alat tulis patah.Dari video tersebut, terlihat bahwa guru mengambil pendekatan yang tepat, yaitu tidak langsung fokus ke pensil, tapi kembali ke dasar: melatih motorik halus terlebih dahulu. Ini penting, karena kemampuan memegang pensil sebenarnya adalah “hasil akhir” dari serangkaian keterampilan dasar, bukan keterampilan yang berdiri sendiri.

    Melatih kelenturann jari nak dalam memegang objek tertentu di sini di contohkan kegiatan seperti memindahkan air dengan spons melatih kekuatan genggaman dan koordinasi tangan. Saat anak meremas spons, otot-otot jari bekerja, dan ini sangat relevan untuk kontrol saat memegang pensil nanti. Aktivitas membuka dan menutup gembok atau Gerakan mengenacangkan skrub agar kemempuan memegang objek nya semakin kuat dan terkoordinasi dengan baik.

    Kita juga bisa melatih jari anak dengan membuka dan memasang kancing baju, ini juga akan melatih kelenturan dan koordinasi otot dan jari tangan anak lebih halus serta melatih ketelitian dan kesabaran.

    Yang menarik, semua kegiatan ini dikemas dalam bentuk aktivitas sehari-hari dan permainan, bukan latihan menulis yang kaku. Ini membuat anak tidak merasa tertekan, tapi tetap belajar. Di sinilah peran guru terlihat penting: memahami bahwa proses belajar anak harus sesuai tahap perkembangannya, bukan berdasarkan tuntutan hasil.

    Refleksi utamanya adalah bahwa kesulitan anak dalam memegang pensil bukan masalah yang harus langsung “diperbaiki”, tapi perlu dipersiapkan fondasinya terlebih dahulu. Dengan melatih motorik halus secara bertahap dan konsisten, anak akan lebih siap, sehingga saat mulai menulis atau menggambar, mereka sudah memiliki kontrol tangan yang cukup.

    Selain itu, pendekatan ini juga menunjukkan bahwa kesabaran guru sangat berpengaruh. Guru tidak menyalahkan anak atau memaksa hasil yang rapi, tetapi fokus pada proses perkembangan. Dampaknya bukan hanya pada keterampilan motorik, tapi juga pada rasa percaya diri anak. Anak jadi tidak takut mencoba, tidak frustrasi, dan lebih menikmati proses belajar.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh

  2. Assalamualaikum
    Nama : Novita Gustiyani
    NIM : 857268604

    Menurut pendapat saya, apabila ada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, maka kita sebagai guru sangat perlu mengajarkan tahapan awal anak didik untuk memegang pensil. kita ajarkan atau anak di latih untuk bermain dengan media kertas, dengan cara di buat bulat-bulat atau meremas kertas, menyobek kertas menggunakan tangan, bermain lilin plastisin atau playdough, bermain memindahkan air dengan spons ke wadah yang satu ke wadah yang lain, bermain capit warna atau mengelompokkan warna sesuai wadah warna mangkuknya dengan menggunakan pinset. bisa juga bermain dengan membuka kunci gembok. bisa juga dengan membuka kancing baju. bisa juga anak diberi pensil untuk memilinnya di atas meja menggunakan telapak tangannya.
    serta anak di latih memegang pensil dengan cara pakai ikat rambut yang di sisipkan diantara jari-jari, agar pensil tidak terlepas. bisa juga menggunakan pensil yang bentuk nya segitiga, agar mempermudah anak untuk memegang pensil dengan cara menjepit pensil tersebut.
    tingkatkan aktifitas ini melalui aktivitas bermain.
    kemampuan cara memegang pensil juga kesiapan motorik nya. pastikan dalam bermain ini anak merasa senang dan tidak bosan. agar anak semangat berlatih untuk belajar memegang pensil.
    terima kasih.

  3. Nama : Viki Resmiati
    NIM : 860157951
    Studi : Pemantapan Kemampuan Mengajar
    UPBJJ : Bandar Lampung

    Assalamualaikum wr.wb.
    Setelah menyaksikan dan menyimak video dengan judul “Anak Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar”,saya mendapatkan banyak wawasan yang sangat bermanfaat tentang perlunya mengembangkan motorik anak agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dari tanyangan video tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan anak disebabkan oleh:
    1. Perkembangan motorik halus yang belum optimal
    2. Kekuatan dan kelenturan jari yang masih terbatas
    3. Kurangnya stimulasi aktivitas yang melatih koordinasi jari dan tangan,
    Sehingga anak mengalami kesulitan menyelesaikan tugasnya karena anak belum bisa memegang pensil dengan benar.

    Dalam tanyangan video tersebut,guru memberikan stimulasi agar kemampuan motoriknya semakin kuat dan terkoordinasi dengan cara melakukan kegiatan pra menulis yaitu:
    1. Memindahkan Air dengan spons
    Anak diberikan kegiatan memindahkan dengan spons dari wadah yang satu ke wadah yang lain.kegiatan ini bertujuan untuk:
    a. Mengembangkan motorik halus anak dengan melatih otot jari dan tangannya dengan meremas sehingga sangat baik sebagai stimulasi persiapan anak dapat memegang pensil dengan benar.
    b. Melatih koordinasi mata dan tangan dengan cara mengambil air dengan spons dan memindahkan ke wadah lain tanpa tumpah.
    c. Melatih kesabaran dan konsentrasi agar anak dapat fokus pada tugas dan sabar menyelesaikan tugasnya.
    2. Kegiatan membuka dan memasang mur/baut
    Anak diminta memutar mur untuk memasang dan mebuka mur pada bautnya menggunakan jari-jari tangan hingga tepat.
    Kegiatan ini bertujuan untuk:
    a. Melatih kekuatan otot jari
    b. Melatih koordinasi gerakan tangan
    c. Membiasakan gerakan terkontrol
    3. Kegiatan memasangkan kancing baju
    Anak dilatih memasukkan kancing sesuai dengan tempatnya.
    Kegiatan ini bertujuan untuk :
    a. Melatih koordinasi mata dan tangan
    b. Mengembangkan kemampuan menjepit dengan jari
    c. Meningkatkan ketelitian

    Dari tanyangan tersebut dapat saya simpulkan bahwa kegaiatan bermain pra menulis sangat perlu dilakukan pada anak usia dini agar anak dapat mengembangkan motorik halusnya, memperkuat otot-otot jari tangan, dan melatih koordinasi tangan dan mata anak secara bertahap agar dapat memegang pensil dengan benar sehingga anak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.Jadi,sebelum memberikan tugas menulis pada anak anak,orangtua dan guru perlu memberikan kegiatan pra menulis agar dapat menstimulasi untuk melatih kemampuan dasar anak terlebih dahulu agar anak pada tahap berikutnya bisa memegang alat tulis dengan posisi yang benar dan tentu nyaman,agar tugas menulisnya dapat selesai dengan baik dan tentunya motorik halusnya berkembang secara optimal.
    Ilmu dan Wawasan yang saya dapatkan pada tanyangan video di atas,insya allah akan saya terapkan pada anak-anak di sekolah tempat saya mengajar.
    Terimakasih..

  4. Assalamualaikum wr.wb

    Nama : Catu Astuti
    Nim : 860715086
    Prodi : PGPAUD

    Menurut saya, setelah menyaksikan video diatas sudah sangat sesuai, saya setuju dalam pembelajaran anak usia dini, guru tidak langsung memaksa mengajarkan menulis. Jangan memaksa anak memegang pensil dengan cara yang belum belum mampu dicapainya dapat membuatnya stres, menimbulkan rasa takut. Biarkan kemampuan berkembang sesuai usianya. Pembelajaran harus bertahap sebelum pembelajaran dimulai latih kemampuan motorik halus terlebih dahulu sebelum atau sambil memegang pensil, lakukan aktivitas lain untuk menguatkan otot dari dan koordinasi seperti dalam video diatas tersebut. Buat suasana menyenangkan misalnya berikan pujian setiap kali anak mencoba atau berhasilagar tetap bersemangat..

  5. Nama : Eka Safitri
    NIM : 857265211

    Menurut saya, video ini sangat bermanfaat untuk Pendidik Anak Usia Dini dan orang tua. Dari penjelasan yang ada didalam video, yaitu pentingnya kematangan motorik halus anak sebelum anak belajar menulis. Terkadang orang tua terlalu fokus pada hasil tulisan, padahal proses kesiapan otot otot jari anak usia dini tidak mudah.
    Masukan dari saya, mungkin bisa ditambahkan demonstrasi penggunaan pesil grip atau alat bantu sederhana untuk anak yang memiliki hambatan motorik lebih berat.
    Terimakasih untuk materi di video ini

Komentar