79 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak dalam mengatasi anak yang sulit mengenal konsep bilangan. Upaya guru tersebut antara lain: mengajak anak untuk membilang dengan permainan dan lagu dan atau tepuk; membuat alat peraga permainan konsep bilangan kemudian anak diminta meletakkan sejumlah benda sesuai lambang bilangan tersebut; memberikan tugas berupa lembar kerja memasangkan benda sesuai lambang bilangannya atau melingkari benda sesuai lambang bilangannya; dan mengulas kembali hasil karya anak yang paling baik serta memberikan penguatan kepada anak yang hasil karyanya baik berupa pemberian stempel bintang di tangannya.

Netti Hernawati

Dalam membuka pelajaran guru bagus dalam mengkaitkan dengan materi yang lalu dengan mengutarakan akan melakukan permainan dengan bola.

Guru mengutarakan bahwa pelaksanaan permainan didalam kelas sambil berhitung untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak.

Menyuruh anak mengambil bola dalam kranjang dan menghitung, akan lebih baik lagi jika yang menghitung anak sendiri sambil ditunjukan pada teman-temannya.

Sayang guru dalam memilih anak yang mengambil bola hanya anak perempuan sebaiknya juga anak laki-laki sehingga ada variasi dan tidak merasa dikesampingkan.

Guru dalam menggunakan tehnik pengenalan konsep bilangan bagus dengan melakukan bernyanyi bersama dengan alat peraga badan sendiri.

Tehnik yang digunakan guru cukup memperhatikan perkembangan anak dengan alat peraga yang ada disekitar anak.

Penanaman konsep yang dilakukan guru dengan menggunakan LKS yaitu ada gambar yang dibawahnya ada angka anak disuruh melinghkari sesuai dengan jumlah gambar yang ada yang dilakukan anak secara mandiri .

Secara umum pelaksanaan pembelajaran bagus sesuai dengan materi yang disampaikan guru .

Perbaikan yang diusulkan adalah peraga yang nyata atau tiruan yang beraneka ragam digunakan guru untuk menyampaikan konsep bilangan dan memberikan penilaian pada  anak  .

Memberikan penghargaan bagi anak yang menang dengan memberikan stempel di tangan kanan dan kiri.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru tidak bisa ditampilkan dalam vidio secara lengkap seperti penilaian guru.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Secara umum, tayangan video cukup menarik. Memperlihatkan sebuah pemecahan masalah tentang bagaimana mengenalkan konsep bilangan yang menyenangkan kepada anak anak. Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terlihat jelas. Guru menggunakan benda-benda konkrit , dimana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dimana anak-anak TK lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat konkrit. Tetapi guru masih terlihat lebih dominan dalam mencapai keberhasilan dalam pembelajaran materi tersebut.

Evanigustiningtyas

79 Replies to “Sulit Mengenal Konsep Bilangan

  1. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Izin menanggapi, terkait video diatas.

    Menurut saya, upaya guru dalam video ini sudah sangat tepat. Mengajak anak membilang lewat lagu dan tepuk, pakai alat peraga, sampai lembar kerja memasangkan benda dengan lambangnya itu cara yang konkret dan menyenangkan. Anak jadi paham bahwa angka itu mewakili jumlah benda, bukan cuma hafalan.

    Saya setuju pemberian stempel bintang juga penting. Anak jadi termotivasi dan merasa usahanya dihargai. Dari sini saya belajar bahwa kenalkan konsep bilangan ke anak TK harus lewat bermain dan benda nyata, bukan langsung disuruh menulis.

    Terima kasih.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  2. Upaya guru dalam program tersebut sudah menunjukkan pendekatan yang cukup lengkap dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
    Guru tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses belajar yang menyenangkan dan bertahap.
    Mengajak anak membilang melalui permainan, lagu, dan tepuk adalah langkah yang sangat tepat. Anak TK cenderung lebih mudah memahami konsep melalui aktivitas yang menyenangkan dan berirama. Ini membantu anak mengingat urutan bilangan tanpa merasa terbebani.
    Penggunaan alat peraga konkret juga sangat efektif. Dengan meminta anak meletakkan benda sesuai lambang bilangan, guru membantu anak menghubungkan konsep abstrak (angka) dengan benda nyata. Ini penting karena pada usia TK, anak masih berada pada tahap berpikir konkret.
    Pemberian lembar kerja seperti memasangkan atau melingkari juga baik sebagai latihan penguatan. Namun, sebaiknya tetap diseimbangkan dengan aktivitas bermain agar anak tidak merasa seperti “belajar formal” yang membosankan.
    Kegiatan mengulas hasil karya anak dan memberikan penguatan berupa stempel bintang merupakan bentuk apresiasi yang dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri anak. Hanya saja, guru juga perlu berhati-hati agar anak tidak terlalu bergantung pada hadiah, dan tetap menghargai proses belajar semua anak, bukan hanya hasil terbaik.
    Secara keseluruhan, strategi guru ini:
    -)Variatif (menggabungkan lagu, permainan, dan tugas)
    -)Menggunakan media konkret
    -)Memberikan penguatan positif
    -)Sesuai dengan tahap perkembangan anak.

    ~Saran tambahan: Guru bisa menambahkan kegiatan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari (misalnya menghitung mainan, buah, atau teman) agar konsep bilangan semakin bermakna bagi anak.

    ~Kesimpulannya :upaya guru tersebut sudah efektif dan mencerminkan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.

  3. Video Sulit Mengenal Konsep Bilangan memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai kesulitan anak usia dini dalam memahami konsep bilangan. Dalam video ini terlihat bahwa anak-anak cenderung masih berada pada tahap mengenal angka sebagai hafalan, bukan sebagai representasi jumlah.

    Salah satu hal yang menarik adalah penggunaan metode pembelajaran yang variatif, seperti bernyanyi, tepuk tangan, dan permainan menggunakan benda konkret. Pendekatan ini sangat efektif karena sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang lebih mudah belajar melalui aktivitas langsung dan pengalaman nyata

  4. Berdasarkan tayangan video yang menggambarkan upaya seorang guru TK dalam membantu anak yang sulit mengenal konsep bilangan, saya memperoleh pemahaman dan pelajaran yang sangat berharga mengenai bagaimana seharusnya pendidikan matematika dasar diberikan kepada anak usia dini. Awalnya, saya berpikir bahwa mengenalkan bilangan hanyalah sekadar mengajarkan anak menghafal urutan angka dari 1 sampai 10 atau menuliskan lambang bilangan. Namun, melalui tayangan ini saya menyadari bahwa memahami konsep bilangan adalah kemampuan yang lebih kompleks dan abstrak bagi anak, sehingga tidak semua anak dapat dengan mudah menangkapnya dengan cara yang sama.

    Dalam video tersebut terlihat bahwa guru tidak menyerah atau menyalahkan anak yang mengalami kesulitan. Sebaliknya, guru menggunakan berbagai cara dan strategi yang tepat serta kreatif agar anak dapat memahami konsep tersebut dengan mudah dan menyenangkan. Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru sangat menginspirasi saya, di antaranya:

    1. Menggunakan pendekatan bermain dan bernyanyi
    Guru mengajak anak membilang melalui lagu dan tepukan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika tidak harus kaku atau serius, melainkan bisa dikemas dalam suasana yang riang. Melalui lagu dan gerakan, anak tidak hanya mendengar bunyi bilangan, tetapi juga merasakan irama dan urutannya secara fisik, sehingga konsep tersebut lebih mudah terekam dalam ingatan anak.
    2. Menggunakan alat peraga nyata
    Guru membuat alat peraga dan meminta anak meletakkan benda sesuai dengan lambang bilangan. Langkah ini sangat penting karena mengubah konsep yang abstrak menjadi sesuatu yang nyata dan bisa dilihat serta dipegang oleh anak. Anak tidak lagi sekadar mendengar atau melihat angka, tetapi mempraktikkan langsung: angka 3 berarti harus ada tiga benda. Ini membantu anak membangun pemahaman bahwa bilangan itu melambangkan jumlah benda tertentu.

    3. Memberikan penghargaan dan penguatan positif
    Guru mengulas kembali hasil karya anak dan memberikan penghargaan berupa stempel bintang. Sikap ini menunjukkan bahwa guru menghargai setiap usaha yang dilakukan anak, tidak peduli seberapa kecil kemajuannya. Pemberian penghargaan sangat efektif untuk membangkitkan semangat dan rasa percaya diri anak. Anak menjadi merasa dihargai, senang, dan memiliki motivasi yang kuat untuk terus belajar meskipun awalnya ia mengalami kesulitan.

    Melalui tayangan ini, saya menyadari bahwa kesulitan anak dalam memahami konsep bilangan bukanlah karena anak tersebut tidak pandai atau malas, melainkan bisa jadi karena cara penyampaiannya yang kurang sesuai dengan cara berpikir anak. Sebagai calon pendidik, saya belajar bahwa tugas saya adalah mencari berbagai metode dan pendekatan yang paling pas, sabar, dan penuh kasih sayang. Saya tidak boleh memaksakan standar yang sama untuk semua anak, karena setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda.
    Selain itu juga, saya belajar bahwa penguatan positif dan penghargaan memegang peranan yang sangat besar dalam keberhasilan pembelajaran. Ketika anak merasa dihargai dan diakui usahanya, rasa takut dan cemasnya akan hilang, sehingga ia menjadi lebih berani mencoba dan akhiakhirnya mampu memahami apa yang diajarkan.

    Dari pembelajaran tayangan vidio ini saya menyimpulankan bahwa untuk mengajarkan konsep bilangan atau materi apa pun kepada anak usia dini, pendidik harus mampu mengubah hal yang abstrak menjadi nyata, mengubah hal yang sulit menjadi mudah, dan mengubah hal yang membosankan menjadi menyenangkan. Semua itu dilakukan dengan kesabaran, kreativitas, dan kasih sayang agar setiap anak dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

  5. Nama : Siti nur su’aidah
    Nim : 878196787

    Refleksi:
    Menurut saya, cara guru mengenalkan konsep bilangan pada anak sudah bagus dan menyenangkan. Anak diajak belajar sambil bermain, bernyanyi, dan tepuk-tepuk jadi anak tidak cepat bosan. Penggunaan alat peraga dan permainan juga membantu anak lebih mudah memahami angka dan jumlah benda. Selain itu, pemberian pujian dan stempel bintang membuat anak lebih semangat dan percaya diri saat belajar.

Leave a Reply