89 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang sedang menangani anak yang tidak percaya diri atas hasil belajarnya. Tampak bahwa guru itu berupaya mendekati anak. Guru memberikan penguatan dengan cara memotivasi anak, menanyakan kepada anak jika masih ragu atau tak mengerti atas tugasnya, memberikan motivasi pada kreativitas anak dengan cara meminta anak untuk melakukan pilihan aktivitas lain yang dapat dilakukan, memberikan saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak yang masih berhubungan dengan tema awal dan mengeksplorasi hal lain yang bisa dibuat terkait dengan tema menggambar yang sedang ditugaskan kepada anak.

Dwi Astuti

Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar dalam sebuah kelas sudah terlihat jelas. Strategi, pendekatan dan metode pembelajaran sudah bagus, guru aktif memberi motivasi dan stimulasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan sesuatu. Media yang dipergunakan sebaiknya lebih diperkaya. Dan di akhir pembelajaran, evaluasi perlu ditambahkan untuk lebih menumbuhkan rasa percaya diri anak anak, dengan memberikan kesempatan anak bercerita tentang hasil karya yang dibuatnya sendiri.

Harimurti

89 Replies to “Anak Tidak Percaya Diri

  1. Nama : Hayyu Awwaliyah
    NIM : 877633078

    Menurut saya, upaya yang dilakukan guru dalam video tersebut sudah sangat baik dalam membantu anak yang kurang percaya diri terhadap hasil belajarnya. Guru menunjukkan sikap yang hangat dan peduli dengan cara mendekati anak secara personal, sehingga anak merasa diperhatikan dan dihargai.

    Pemberian motivasi dan penguatan yang dilakukan guru sangat tepat, karena dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak. Guru juga tidak langsung menyalahkan atau mengoreksi, tetapi justru memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya jika masih merasa ragu atau belum memahami tugasnya. Hal ini menunjukkan bahwa guru menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi anak.

    Selain itu, strategi guru dalam memberikan pilihan aktivitas lain yang masih berkaitan dengan tema merupakan langkah yang bijak. Dengan memberikan kebebasan terbatas, anak dapat mengekspresikan kreativitasnya sesuai minat tanpa merasa tertekan. Saran untuk menggambar sesuatu yang disukai anak juga dapat membantu anak lebih percaya diri karena menggambar hal yang sudah familiar bagi dirinya.

    Menurut saya, pendekatan ini sangat efektif karena tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan perasaan anak. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung perkembangan emosional dan kreativitas anak.

    Secara keseluruhan, pembelajaran dalam video ini mencerminkan pendekatan yang positif, suportif, dan berpusat pada anak, sehingga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri serta kreativitas anak usia dini.

    Terimakasih

  2. NAMA : NOVITASARI
    NIM : 860149162
    UPBJJ : UT PALEMBANG

    Berdassrkan video yang berjudul”Anak tidak percaya diri” Sangat bermanfaat karena dapat menjadi motivasi bagi guru dalam membimbing pada anak yang memiliki rasa tidak percaya diri, Guru dapat membimbing dan membantu anak supaya dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dengan cara, guru dapat menanyakan kepada anak tentang tugas yang di berikan juga guru dapat memberikan saran untuk menggambar apa yang anak suka walaupun tidak sesuai dengan temanya.
    Dengan adanya video ini semoga dapat membantu para pendidik PAUD dalam memberikan dukungan terhadap anak bukan tekanan.
    Terima kasih sudah mengangkat topik ini, Semangat untuk anak2 Kalian sangat berharga dan kalian luar biasa.

  3. Nama : Laila Nur Robiatul Adawiyah
    Nim : 877862965

    Guru Taman Kanak-kanak mengatasi anak yang tidak percaya diri terhadap hasil belajarnya dengan cara mendekati anak secara perlahan dan penuh perhatian. Guru memberikan rasa nyaman agar anak berani mengungkapkan perasaannya saat merasa ragu terhadap tugas yang dikerjakannya.

    Guru kemudian memberikan penguatan dengan memotivasi anak agar lebih yakin pada kemampuannya sendiri. Guru juga menanyakan kepada anak apakah masih ada bagian tugas yang belum dimengerti atau membuatnya merasa ragu.

    Selain itu, guru mendorong kreativitas anak dengan memberikan kesempatan memilih aktivitas lain yang masih berkaitan dengan pembelajaran. Misalnya, guru menyarankan anak untuk menggambar sesuatu yang disukai tetapi tetap berhubungan dengan tema yang sedang dipelajari.

    Guru juga mengajak anak mengeksplorasi ide lain yang dapat dibuat dari tema menggambar tersebut. Dengan cara ini, anak merasa dihargai, lebih percaya diri, dan lebih berani menunjukkan hasil belajarnya.

    Terimakasih

  4. NAMA : GEBI ANGGRAENI
    NIM : 858350202

    Izin Menganalis hasil video yang berjudul “Anak Tidak Percaya Diri”
    Video tersebut menggambarkan seorang guru Taman Kanak-kanak yang menangani anak yang kurang percaya diri terhadap hasil belajarnya, khususnya dalam kegiatan menggambar. Anak terlihat ragu-ragu, takut salah, dan kurang yakin dengan kemampuan dirinya. Situasi ini menunjukkan bahwa anak usia dini sangat membutuhkan dukungan emosional dan motivasi dari guru agar berani mencoba serta mengembangkan potensinya.
    Dalam video, guru menggunakan pendekatan yang positif dan penuh empati. Guru mendekati anak secara personal, memberikan semangat, serta menanyakan kesulitan yang dihadapi anak. Sikap guru ini sangat tepat karena anak merasa diperhatikan dan dihargai. Ketika guru bertanya apakah anak masih ragu atau belum mengerti tugasnya, guru sedang membangun komunikasi dua arah yang dapat membantu anak mengungkapkan perasaannya.
    Selain itu, guru juga memberikan alternatif kegiatan yang masih berhubungan dengan tema pembelajaran. Misalnya, guru menyarankan anak menggambar sesuatu yang disukai atau mengeksplorasi ide lain yang sesuai tema. Strategi ini efektif karena anak diberi kebebasan memilih, sehingga rasa percaya diri anak meningkat. Anak menjadi merasa mampu dan tidak tertekan oleh tuntutan tugas.
    Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam membangun rasa percaya diri anak usia dini. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator perkembangan anak. Dengan pendekatan yang sabar, memberikan dukungan, dan menghargai usaha anak, maka anak akan lebih berani mencoba, kreatif, serta yakin terhadap kemampuan dirinya. Video ini memberikan pelajaran bahwa membangun kepercayaan diri anak perlu dilakukan melalui komunikasi positif, motivasi, dan kesempatan berekspresi.

  5. Assalamualaikum wr wb

    Nama: Fitri Ratna Sari
    Nim: 855899376

    Dalam tayangan tersebut, kegiatan belajar mengajar di kelas sudah berlangsung dengan baik. Guru juga terlihat menggunakan strategi, pendekatan, dan metode pembelajaran yang tepat. Guru nya juga aktif dalam memberikan motivasi serta stimulasi kepada anak, sehingga dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam melakukan berbagai kegiatan.
    Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan. Media pembelajaran yang digunakan sebaiknya lebih diperkaya dan bervariasi agar dapat menarik minat anak serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
    Selain itu, pada akhir pembelajaran perlu ditambahkan kegiatan evaluasi. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan hasil karya yang telah dibuatnya. Kegiatan tersebut sangat penting karena dapat melatih keberanian anak untuk tampil, mengungkapkan pendapat, serta semakin meningkatkan rasa percaya diri mereka.

    Wassalamu’alaikum wr wb
    Terima kasih

Leave a Reply