50 Comments

Sinopsis

Program ini menceritakan tentang kejujuran pada anak usia dini. Dalam pembelajaran guru bercerita tentang anak yang jujur menggunakan buku cerita bergambar. Pada akhir cerita guru menanyakan pada siswa, siapa-siapa saja tokoh dalam cerita tersebut, isi akhir program guru menyimpulkan tentang anak yang jujur sehingga melalui cerita, tentang kejujuran, secara tidak langsung guru telah menanamkan kejujuran pada peserta didiknya

Drs. Sukiniarti, M.Pd.

  1. Cara guru membuka biasa pada umumnya, baik membacakan cerita, memberikan respon pada bacaan
  2. Strategi yang di gunakan cukup baik, bermain drama memerankantokoh2 di dalam buku cerita itu, dan akan lebih mengena ketika anakdilibatkan dalam cerita itu, sehingga pembelajaran tentang kejujuran lebih tepat sasaran.
  3. Ini bisa dilakukan untuk anak usia dini 4-6 tahun melalui
  4. Jika disesuaikan pada kurikulun K13 saat ini adanya tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-6 tahun. Atau yang sesuai dengankemampuan anak.

Evanigustiningtyas

50 Replies to “Menenamkan Kejujuran Anak Melalui Cerita Moral

  1. Nama :Niana Gulo
    NIM :878266464
    Upbjj UT :Medan
    Menunurut pendapat saya pada video diatas pemperlihatkan tentang cara bangaimana menanamkan sikap “jujur”pada anak usia dini.Hal yang dilakukan guru sangatlah bagus dan menarik bagi anak dimana menanamkan sikap jujur dalam cerita bergambar anak anak tidak hanya mendengar namun juga bisa melihat bentuk rupa melalui buku cerita bergambar dengan warna yang menarik membuat anak tidak cepat bosan.menanamkan sikap jujur pada anak usia dini sangatlah penting untuk membentuk karakter anak tersebut guna bangaimana cara mempertanggungjawabkan masa depan yang cerah dimana sikap jujur adalah kunci kesuksesan.

  2. Nama : Tias Setyani
    NIM : 857881684

    Ijin menanggapi video tersebut refleksi analisis pembelajaran pada video tersebut menunjukkan upaya guru dalam menanamkan nilai karakter kejujuran pada anak usia dini melalui metode bercerita menggunakan buku cerita bergambar. Kegiatan ini sudah sesuai dengan prinsip pembelajaran PAUD yang menekankan pada pendekatan yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penggunaan media buku bergambar membantu anak lebih mudah memahami alur cerita serta mengenali tokoh-tokoh yang terlibat, sehingga pesan moral yang disampaikan menjadi lebih konkret.

    Dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya menyampaikan cerita secara satu arah, tetapi juga melibatkan anak melalui tanya jawab di akhir kegiatan. Hal ini terlihat ketika guru menanyakan tokoh-tokoh dalam cerita kepada anak. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya interaksi yang baik dan dapat melatih kemampuan bahasa, daya ingat, serta pemahaman anak terhadap isi cerita. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan penerapan pembelajaran yang aktif dan partisipatif.

    Pada bagian penutup, guru memberikan penguatan dengan menyimpulkan bahwa sikap jujur merupakan perilaku yang baik dan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini sangat penting karena membantu anak memahami inti dari pembelajaran yang telah dilakukan. Penanaman nilai kejujuran melalui cerita merupakan strategi yang efektif karena anak usia dini cenderung lebih mudah menyerap nilai-nilai moral melalui contoh konkret dan pengalaman yang menyenangkan.

    Namun, pembelajaran tersebut masih dapat dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan menambahkan kegiatan lanjutan seperti bermain peran (role play) atau kegiatan praktik sederhana yang berkaitan dengan kejujuran. Dengan demikian, anak tidak hanya memahami konsep kejujuran secara kognitif, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Secara keseluruhan, pembelajaran dalam video tersebut sudah berjalan dengan baik karena mampu mengintegrasikan aspek perkembangan bahasa, sosial-emosional, dan nilai moral anak melalui metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

  3. Anak usia dini berada pada fase perkembangan kognitif di mana mereka lebih mudah menyerap informasi melalui simbol visual yang mana dampaknya Gambar yang menarik membantu anak memvisualisasikan situasi “jujur” dan “tidak jujur” tanpa perlu penjelasan yang rumit. Buku cerita menjadi jembatan antara konsep moral yang abstrak dengan kenyataan hidup sehari-hari yang dipahami anak. Sebagai guru kita harus menunjukkan dalam tindakan sehari hari didalam kelas, sekecil apapun contohnya agar anak anak menirukan kebiasaan bu guru.

  4. Nama : Marsanda Dwi Putri Wahyuni
    Nim : 877307574

    iIzin menanggapi video tersebut yaitu, penggunaan cerita moral sebagai media pembelajaran sangat efektif dalam menyampaikan nilai kejujuran kepada anak-anak. Penggunaan cerita moral sebagai media pembelajaran terbukti lebih mudah dan diingat oleh anak dibandingkan metode ceramah biasa. Alur cerita yang sederhana namun bermakna membantu anak memahami konsekuensi dari berbohong dan pentingnya berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan story telling yang digunakan sangat sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Melalui cerita, anak diajak berpikir kritis tentang pilihan tokoh dan dampaknya. Pertanyaan reflektif yang diselipkan di akhir cerita mendorong diskusi antara anak dan orang tua atau guru, yang memperkuat internalisasi nilai kejujuran.

  5. Nama : Hikmayani
    Nim : 856512641
    saya izin untuk menanggapi video di atas
    Dari video di atas menurut saya menanamkan sifat jujur pada anak usia dini lewat cerita moral adalah cara yang sangat mudah karena anak kecil cenderung belajar dari imajinasi dan contoh yang konkret. kuncinya bukan hanya pada cerita , namun bagaimana guru menyampaikan cerita itu dengan memperlihatkan gambar isi cerita buku tersebut. yang di lakukan guru sangat – sangatlah bagus dan menarik anak- anak untuk menanamkan sifat jujur dalam melakukan hal apa pun

Komentar