563 Comments

Sinopsis

Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasi masalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yang dilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu ke mangkok lainya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci, membuka dan memasangkan kancing baju.

Badru Zaman

Pada tayangan video tersebut saya tidak bisa  mengatakan kegiatan ini belum terlihat pembuka, isi, dan penutup, karena video ini tdak ditayangkan secara utuh, untuk penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah baik,  evaluasi sudah nampak dalam unjuk kerja anak.

Untuk mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar, saran saya sebaiknya diawali dengan pengenalan alat (pensil) seperti  jenis-jenis pensil, kegunaan pensil, bahaya pensil kalau tidak digunakan dengan benar dan lain sebagainya.

Contoh untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah baik  yang berkenaan dengan cara cara melatih motorik halus anak guna menguatkan jari-jari tangan saat memegang pensil dengan baik dan benar, semakin banyak melatih jari tangan akan semakin baik cara memegang pensilnya.

Drs. Muman Hendra Budiman, M.Pd.

Pada tayangan video tersebut belum terlihat jelas, kegiatan pembuka, isi, dan penutup. Penggunaan strategi seperti pendekatan, metode, media sudah cukup terlihat namun untuk evaluasi belum terlihat. Untuk tingkat perkembangan anak didik belum begitu sesuai karena biasanya kegiatan pada pembelajaran tersebut dilakukan untuk kelompok A atau bila ada kelompok bermain (melatih motorik halus). Untuk pembelajaran pada tayangan video tersebut sudah sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu yang berkenaan dengan cara-cara melatih motorik halus anak guna menguatkan tangan saat memegang pensil dengan benar.

Tri Ekowati

563 Replies to “Mengatasi Anak yang Belum Bisa Memegang Pensil dengan Benar

  1. Perkenalkan nama saya Anisa Hafid dengan NIM 857406193.

    Menurut saya video ini memberikan pengetahuan tambahan terutama bagi kita sebagai pengajar, cara untuk mengatasi anak yang belum bisa memgang pensil dengan benar. salah satu penyebabnya yaitu kurangnya stimulus pada motorik halus anak. di video ini terdapat salah satu kegiatan motorik halus yang dapat membantu kelenturan dan kekuatan otot pada jari anak yaitu mengancingkan dan memasangkan kancing baju. dan itu adalah salah satu kegiatan yang menyengkan juga bagi anak. karena untuk anak usia dini yang dimana pembelajarannya mengedepankan prinsip belajar sambil bermain sehingga pengajar diusahakan untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman dan aman. sehingga tidak terpaku pada hasil akhir saja akan tetapi pada prosesnya.

    terimakasih

  2. Nama : Lulu Al Basyiroh
    NIM : 857879251

    Video ini menunjukkan situasi pembelajaran ketika seorang anak mengalami kesulitan memegang pensil dengan benar saat kegiatan menebalkan garis. Akibatnya, hasil kerja kurang optimal (misalnya kertas sobek atau garis tidak rapi). Guru kemudian tidak langsung memaksa anak menulis, tetapi memberikan latihan motorik halus secara bertahap, seperti:
    – memindahkan air menggunakan spons
    – membuka dan menutup gembok/sekrup
    – membuka dan memasang kancing baju
    – dan menurut saya masih banyak lagi kegiatan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus anak seperti meronce, meremas plastisin dsb.
    Video ini juga menegaskan bahwa masalah anak dalam memegang pensil bukan karena kurang pintar, tetapi karena motorik halus belum berkembang optimal. Solusi terbaik adalah memberikan latihan bertahap melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, sehingga anak siap menulis secara alami.
    Terimakasih

  3. Saya Nur Al Baniah dari semester 4 PGPAUD UT Purwokerto izin menanggapi Video diatas
    Dalam penayangan vido tersebut, menunjukkan bahwa kemampuan memegang pensil bukanlah hal yang langsung dapat dikuasai anak, karena berdasarkan perkembangan anak memagang pensil membutuhkan proses dan stimulasi yang tepat. Hal ini sangat berkaitan dengan perkembangan motorik halus anak usia dini.
    Menurut saya, pendekatan yang ditampilkan dalam video sudah tepat, yaitu tidak memaksa anak langsung menulis, tetapi memberikan kegiatan pendukung seperti penggunaan media spons dan air yang diperas lalu dipindahkan dari wadah satu ke wadah lain, membuka dan mengunci sebuah gembok, serta membuka dan mengunci skrup.
    Selain bantuan media pendukung tersebut, dalam proses stimulasi anak untuk dapat memegang pensil dengan tepat, juga dapat dibantu melalui aktivitas bermain yahg sesuai dengan tahap perkembangannya. Dalam prosesnya, peran guru dan orang tua sangat penting dalam pemberian stimulasi yang tepat untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.
    Terimakasih🙏🏻

  4. Nama : Dedeh Laeli Hamdiah
    NIM: 860026951

    Ijin menanggapi.
    Video ini sangat relevan dengan permasalahan yang sering kita temui di lapangan, yaitu kesiapan motorik halus anak sebelum masuk ke tahap menulis. Sebagai mahasiswa UT, saya melihat video ini berhasil menunjukkan pentingnya identifikasi masalah melalui observasi langsung terhadap cara kerja jari-jari anak saat melakukan kegiatan di kelas.
    Di TKIT Nurul Faizin, kami sangat memperhatikan bahwa menulis bukan sekadar meniru huruf, melainkan kesiapan otot-otot kecil tangan. Video ini memberikan gambaran yang baik tentang bagaimana seorang guru melakukan intervensi edukatif.

    Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran motorik halus ini, berikut beberapa poin yang bisa ditambahkan:
    • Untuk anak yang pegangannya masih sangat kaku, guru bisa memberikan alat bantu seperti pencil gripper atau menggunakan pensil yang lebih tebal (pensil segitiga) untuk memudahkan transisi pegangan jari.
    • Sebelum ke pensil dan kertas, anak bisa dilatih menulis di atas media pasir atau tepung menggunakan telunjuk. Hal ini membantu anak memahami pola garis tanpa beban harus menggenggam alat tulis terlebih dahulu.
    • Kegiatan memeras spons bisa dikaitkan dengan pembiasaan kemandirian, misalnya dengan narasi “membantu ibu membersihkan meja”. Ini akan membuat latihan motorik terasa lebih bermakna bagi anak.
    • Dalam video terlihat guru sudah sangat sabar mendampingi. Masukan saya, berikanlah apresiasi spesifik bukan hanya pada hasil tulisan, tapi pada “usaha jari-jari anak” saat berusaha memegang pensil dengan benar agar rasa percaya diri anak meningkat. Terimakasih

  5. Nama : Nurul Anisah
    NIM :860442507

    Izin menanggapi
    Dalam video tersebut terlihat bahwa anak belum bisa memegang pensil dengan benar. Hal ini terjadi karena kemampuan motorik halus anak masih dalam tahap perkembangan,Kemampuan memegang pensil tidak bisa langsung dikuasai anak, karena:Berkaitan dengan perkembangan motorik halus, Anak harus melalui tahapan bertahap dalam memegang pensil sehingga jari-jarinya belum cukup kuat dan terkoordinasi dengan baik.

    Guru sudah melakukan pembelajaran yang cukup baik dengan memberikan kegiatan bermain untuk melatih kekuatan tangan(misalnya memindahkan air dengan spons, membuka kunci, memasang kancing)kegiatan tersebut efektif untuk melatih kekuatan dan koordinasi jari.
    Anak terlihat antusias dan aktif mengikuti kegiatan. Cara ini tepat karena anak usia dini memang belajar melalui bermain, sehingga mereka terlihat lebih aktif dan tidak mudah bosan.

    Namun alangkah baiknya Guru memberikan contoh langsung cara memegang pensil yang benar, adanya kegiatan pembuka (apersepsi) seperti mengenalkan fungsi pensil dan adanya evaluasi.

    Agar pembelajaran lebih optimal:
    – Awali dengan pengenalan pensil (fungsi dan cara penggunaan)
    – Berikan contoh cara memegang pensil (tripod grip)
    – Tambahkan kegiatan lain seperti:
    Menggunting
    Meremas plastisin
    Menjepit benda kecil

    Pembelajaran dalam video sudah baik dan kreatif, terutama dalam melatih motorik halus anak melalui kegiatan bermain. Namun, perlu ditingkatkan pada bagian pemberian contoh, pembukaan, dan evaluasi agar tujuan pembelajaran lebih maksimal.

Leave a Reply