75 Comments

Sinopsis

Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak dalam mengatasi anak yang sulit mengenal konsep bilangan. Upaya guru tersebut antara lain: mengajak anak untuk membilang dengan permainan dan lagu dan atau tepuk; membuat alat peraga permainan konsep bilangan kemudian anak diminta meletakkan sejumlah benda sesuai lambang bilangan tersebut; memberikan tugas berupa lembar kerja memasangkan benda sesuai lambang bilangannya atau melingkari benda sesuai lambang bilangannya; dan mengulas kembali hasil karya anak yang paling baik serta memberikan penguatan kepada anak yang hasil karyanya baik berupa pemberian stempel bintang di tangannya.

Netti Hernawati

Dalam membuka pelajaran guru bagus dalam mengkaitkan dengan materi yang lalu dengan mengutarakan akan melakukan permainan dengan bola.

Guru mengutarakan bahwa pelaksanaan permainan didalam kelas sambil berhitung untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak.

Menyuruh anak mengambil bola dalam kranjang dan menghitung, akan lebih baik lagi jika yang menghitung anak sendiri sambil ditunjukan pada teman-temannya.

Sayang guru dalam memilih anak yang mengambil bola hanya anak perempuan sebaiknya juga anak laki-laki sehingga ada variasi dan tidak merasa dikesampingkan.

Guru dalam menggunakan tehnik pengenalan konsep bilangan bagus dengan melakukan bernyanyi bersama dengan alat peraga badan sendiri.

Tehnik yang digunakan guru cukup memperhatikan perkembangan anak dengan alat peraga yang ada disekitar anak.

Penanaman konsep yang dilakukan guru dengan menggunakan LKS yaitu ada gambar yang dibawahnya ada angka anak disuruh melinghkari sesuai dengan jumlah gambar yang ada yang dilakukan anak secara mandiri .

Secara umum pelaksanaan pembelajaran bagus sesuai dengan materi yang disampaikan guru .

Perbaikan yang diusulkan adalah peraga yang nyata atau tiruan yang beraneka ragam digunakan guru untuk menyampaikan konsep bilangan dan memberikan penilaian pada  anak  .

Memberikan penghargaan bagi anak yang menang dengan memberikan stempel di tangan kanan dan kiri.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru tidak bisa ditampilkan dalam vidio secara lengkap seperti penilaian guru.

Dra. Aini Indriasih, M.Pd (Semarang)

Secara umum, tayangan video cukup menarik. Memperlihatkan sebuah pemecahan masalah tentang bagaimana mengenalkan konsep bilangan yang menyenangkan kepada anak anak. Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terlihat jelas. Guru menggunakan benda-benda konkrit , dimana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dimana anak-anak TK lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat konkrit. Tetapi guru masih terlihat lebih dominan dalam mencapai keberhasilan dalam pembelajaran materi tersebut.

Evanigustiningtyas

75 Replies to “Sulit Mengenal Konsep Bilangan

  1. Assalamu`alaikum warahmatullahhi wabarakatuh
    NAMA: Fauziah qulsum
    NIM: 860789556
    Mengenal konsep bilangan bukan sekedar mengulang materi tapi mengubah pendekatan
    -mulai dari pengalaman nyata [ jangan langsung kesimbol angka gunakan benda seperi batu,pensil dan kancing]
    -gunakan media bertahap [ mengenal jumlah,menghitung,mengurutkan.]
    -multi sensori [menggunakan kartu angka, melompat sesuai jumlah angka, memakai lagu berhitung]
    setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, yg penting sudah memberi pengalaman belajar agar anak mudah mengenal angka.
    terima kasih

    wassamuàlaikum warahmatullahi wabarakatuh

  2. Assalamualaikum
    Nama:Siti Saroh
    NIM 877685875

    Program yang di jelaskan dalam vidio menunjukkan pendekatan yang cukup efektif dan sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini. Intinya, guru tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi menggabungkan berbagai aktivitas yang membuat anak mengalami langsung konsep bilangan.
    Dalam Pendidikan Anak Usia Dini, pengenalan bilangan memang sebaiknya dilakukan secara konkret, menyenangkan, dan berulang. Anak-anak belum siap menerima konsep abstrak, jadi perlu jembatan berupa permainan dan aktivitas nyata.
    Beberapa upaya yang dilakukan guru tersebut punya peran penting:
    Membilang melalui lagu, permainan, atau tepuk
    Ini membantu anak mengingat urutan angka dengan cara yang menyenangkan, sekaligus melatih ritme dan konsentrasi.
    Menggunakan alat peraga (meletakkan benda sesuai angka)
    Ini adalah bentuk penerapan Pembelajaran Konkret, di mana anak benar-benar melihat dan menyentuh jumlah benda, sehingga lebih mudah memahami makna angka.
    Lembar kerja (memasangkan atau melingkari sesuai bilangan)
    Kegiatan ini membantu memperkuat pemahaman sekaligus melatih fokus dan koordinasi visual.
    Memberikan apresiasi (stempel bintang)
    Ini berkaitan dengan Penguatan Positif, yang dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri anak.
    Namun ada satu hal yang perlu dijaga: penghargaan seperti stempel sebaiknya tidak membuat anak hanya berorientasi pada hadiah. Tetap penting untuk memberi pujian verbal dan menghargai proses, bukan hanya hasil terbaik.
    Secara keseluruhan, pendekatan ini sudah tepat karena:
    bertahap (dari bermain → memahami → latihan)
    menggunakan berbagai metode (audio, visual, kinestetik)
    memberi motivasi melalui penguatan positif
    Kalau ingin lebih optimal, guru bisa menambahkan kegiatan sehari-hari, seperti menghitung benda di sekitar (mainan, buah, langkah kaki), agar konsep bilangan semakin terasa dekat dengan kehidupan anak.

  3. Nama:Putri Lestari
    Nim:859434847
    Kesulitan mengenal konsep bilangan, atau diskalkulia, adalah kendala memahami jumlah dan simbol angka. Hal ini sering ditandai dengan sulit menghitung, membandingkan jumlah, atau mengingat simbol angka. Penanganannya efektif melalui pendekatan bermain, media kartu angka, dan manipulasi benda konkret untuk menghubungkan jumlah dengan lambang.
    Penyebab dan Gejala Umum:
    Diskalkulia: Gangguan belajar terkait angka yang bisa muncul sejak usia PAUD.
    Sulit Berhitung: Kesulitan dalam membilang atau mengurutkan angka 1-10.
    Sulit Memahami Konsep Jumlah: Bingung membedakan antara “lebih banyak” dan “lebih sedikit”.
    Kesulitan Operasi Sederhana: Kesulitan menghubungkan simbol angka dengan jumlah benda.
    Strategi Mengatasi Kesulitan Konsep Bilangan:
    Belajar Sambil Bermain: Gunakan permainan fisik agar anak merasa senang dan tidak tertekan.
    Media Konkret: Gunakan kartu angka, balok, atau benda sekitar (seperti kancing/cup) untuk menghitung langsung.
    Latihan Rutin (Law of Exercise): Anak belajar dengan mengulang aktivitas, sesuai teori Thorndike.
    Asah Logika: Biasakan membandingkan 2 benda berbeda ukuran atau jumlah sebelum masuk ke angka.
    Jika anak terus mengalami kesulitan yang signifikan meski sudah dibimbing, disarankan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut.
    Apakah kesulitan ini dialami oleh anak usia dini (PAUD/TK) atau usia sekolah? Mengetahui usianya membantu saya memberikan tips permainan yang lebih spesifik

  4. Assalamualaikum,wr.wb

    setelah melihat tayangan video sangat menarik. Memperlihatkan sebuah pemecahan masalah tentang bagaimana mengenalkan konsep bilangan yang menyenangkan kepada anak -anak. Penggunaan strategi, metode dan evaluasi pembelajaran sudah terlihat jelas. Guru menggunakan benda-benda yang sangat menarik anak, di mana hal tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, di mana anak-anak belajar sambil bermain dan guru juga sesekali berbahasa inggris, guru juga memberikan reward guna meningkatkan rasa percaya dirinya.

    Selain itu Video ini sangat bermanfaat sekali untuk membantu guru untuk mempraktikkan teknik mengenalkan bilangan yang dilakukan Bu santi. dan melatih anak untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. Teknik pembelajaran ibu sangat bagus dan menginspirasi sekali ,karena anak akan lebih mudah memhami dengan permainan , tepuk tangan,menyanyi dan lembar kerja, dan di dalam video bahasa guru nya juga komuniatif juga positif membuat suasana menyenangkan.
    terimakasih

  5. Video diatas yang memperlihatkan upaya guru dalam mengajarkan berhitung melalui berbagai tahapan yang relevan bagi anak usia dini, berbagai kegiatan yang menyenangkan, bermain, menyanyi, tepuk dan adanya pemberian reward/pujian dan bantuan, yang membuat anak secara bertahap siap masuk dalam kegiatan inti dengan menyenangkan. Melalui suasana belajar yang menyenangkan, pembelajaran yang menerapkan pengalaman langsung dengan benda-benda kongkret, diharapkan dapat menarik minat anak untuk belajar dan terlebih anak dapat menyerap ilmu dengan lebih baik.

Komentar